Heboh Video ‘Maling’ Dibungkus Lakban Mirip Teletubbies, Ternyata Demi Challenge TikTok
Foto: Video pria dihukum dilakban seluruh tubuh menyerupai karakter fiksi anak Teletubbies, Tinky Winky, karena kepergok mencuri viral di medsos. Ini faktanya. (dok Pribadi/Syahroni)
Newestindonesia.co.id, Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh peredaran rekaman video yang menampilkan dua orang pria dalam kondisi sekujur tubuhnya terlilit lakban. Berdasarkan narasi yang beredar luas di publik, kedua pria tersebut diklaim sebagai pelaku pencurian atau maling yang tertangkap dan dijatuhi sanksi sosial oleh warga dengan cara dibungkus lakban sebadan-badan.
Dalam potongan video yang viral tersebut, kedua pria itu tampak hanya bisa duduk pasrah. Lakban berwarna gelap menutup erat seluruh tubuh mereka, menyisakan ruang terbuka hanya pada bagian mata, hidung, dan mulut agar tetap bisa bernapas.
Uniknya, bungkusan lakban pada bagian kepala mereka dibentuk menyerupai karakter fiksi anak-anak, salah satunya menyerupai antena khas Tinky Winky dari serial Teletubbies. Penampilan tersebut memicu beragam reaksi jenaka dari warganet, bahkan ada yang menjuluki mereka sebagai “Upin Ipin versi lokal”.
Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, narasi yang menyertai video tersebut dipastikan merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks yang telah bergeser dari konteks aslinya.
Klarifikasi Pembuat Video: Demi Memenuhi Tantangan Live
Pihak pembuat video asli segera memberikan klarifikasi untuk meluruskan persepsi publik. Salah satu pria yang berada di dalam video tersebut, Syahroni Muhammad, menegaskan bahwa dirinya dan rekannya bukanlah pelaku kejahatan seperti yang dituduhkan dalam narasi yang beredar.
Syahroni menjelaskan bahwa dirinya merupakan bagian dari kelompok konten kreator asal Malang, Jawa Timur, yang memang kerap memproduksi video bergenre humor.
“Ini aku sama temenku, namanya Feri Wedon, aku sama Feri Wedon ini konten kreator,” ujar Syahroni saat dihubungi oleh detikcom.
Menurut penjelasan Syahroni, aksi ekstrem melakban seluruh tubuh tersebut dilakukan saat mereka tengah melakukan siaran langsung (live streaming) di platform TikTok. Tindakan itu merupakan bentuk pemenuhan tantangan atau challenge dari penonton yang memberikan hadiah digital (gift).
“Lagi menjalankan live TikTok, terus di-challenge orang, dikasih gift suruh lakban (badan) full. Selesai dilakban, makan terasi, jadi seperti orang kesakitan,” ungkapnya membeberkan kronologi pembuatan konten tersebut.
Sesalkan Tindakan Akun yang Memelintir Narasi
Syahroni menyayangkan tindakan sejumlah akun media sosial yang mengambil video milik kelompoknya tanpa izin, kemudian menyebarkannya kembali dengan bumbu narasi yang menyesatkan hingga menjadi viral dan salah dipahami oleh masyarakat luas.
“Akhirnya diambil akun IG, namanya ‘Harian Kampung’. Di situ dikasih narasi yang nggak bermutu dan nggak sesuai, akhirnya viral, rame semua media sosial,” kata Syahroni.
Ia kembali menegaskan identitas kelompoknya agar tidak ada lagi salah paham yang menyudutkan nama baik mereka di ruang publik.
“Untuk yang sebenarnya itu, kita ini konten kreator Batre TV YouTube, bukan maling,” pungkas Syahroni.
(DAW)
