Kecanduan Hirup Bensin, Bocah 8 Tahun Di Tirtayasa Serang Jadi Sorotan Hingga Camat Turun Tangan
Ilustrasi bensin. Foto: iStock/mladenbalinovac
Newestindonesia.co.id, Jagat media sosial dihebohkan dengan penayangan sebuah video viral yang memperlihatkan aksi seorang bocah laki-laki berusia 8 tahun di Kabupaten Serang, Banten, yang diduga mengalami kecanduan menghirup aroma bensin. Merespons kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten Serang langsung mengambil langkah cepat untuk memberikan penanganan dan berencana melakukan rehabilitasi terhadap anak di bawah umur tersebut.
Berdasarkan rekaman video yang beredar, anak yang mengenakan baju berwarna kuning tersebut tampak sedang berkumpul bersama sejumlah anak lainnya di sebuah gubuk atau pos. Di tangannya, ia memegang sebuah botol berisi bensin dengan kondisi penutup yang sudah terbuka.
Botol tersebut terus digenggam erat dan aroma bensin di dalamnya dicium secara berulang kali oleh sang bocah. Meski beberapa anak lain di lokasi sempat melontarkan pertanyaan penuh keheranan mengenai bagaimana rasa bensin tersebut, bocah itu sama sekali tidak memberikan jawaban dan tetap fokus menghirup isi botol.
Menanggapi peristiwa tersebut, Camat Tirtayasa, Munarpi, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mendapatkan informasi mengenai kondisi warganya yang kecanduan bensin tersebut. Munarpi mengungkapkan bahwa sang anak saat ini hidup tanpa pengasuhan langsung dari kedua orang tua kandungnya.
“Kurang kasih sayang dari orang tua mungkin ya. Karena pisahan gitu orang tua. Ibunya di Jakarta merantau, jadi dia diurus saudaranya gitu,” kata Munarpi saat memberikan keterangan pada Kamis (2/7/2026) dikutip melalui detikNews.
Lebih lanjut, Munarpi menjelaskan bahwa saat ini pihak kecamatan tengah menjalin komunikasi intensif dengan pihak keluarga besar anak tersebut. Upaya ini dilakukan agar penanganan medis dan psikologis dapat segera berjalan. Rencananya, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Serang bersama dengan pihak puskesmas setempat akan turun tangan langsung untuk memfasilitasi proses rehabilitasi.
“Rencananya mau ditangani sama Dinsos nih. Mudah-mudahan pihak keluarganya menyetujui gitu. Mau direhab,” pungkas Munarpi.
Pihak pemerintah berharap dengan adanya penanganan rehabilitasi yang tepat, ketergantungan anak terhadap aroma bahan bakar tersebut dapat dihentikan demi menjaga masa depan dan kesehatannya.
(DAW)
