Dua Gempa Beruntun Guncang Venezuela, 235 Orang Tewas Dan Ribuan Terluka
Foto: AP Photo/Pedro Mattey
Newestindonesia.co.id, Dua gempa bumi berkekuatan besar mengguncang wilayah Venezuela secara beruntun, menyebabkan kerusakan masif dan kepanikan massal di ibu kota Caracas serta wilayah sekitarnya. Pemerintah setempat melaporkan bahwa korban jiwa akibat bencana katastrofe ini telah mencapai ratusan orang, sementara ribuan lainnya mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
Menteri Kesehatan Venezuela mengonfirmasi bahwa setidaknya 235 orang dinyatakan meninggal dunia, dan lebih dari 4.300 orang mengalami luka-luka. Angka ini diperkirakan masih dapat bertambah seiring berjalannya proses pencarian dan evakuasi yang dilakukan di bawah puing-puing bangunan yang runtuh.
Skala Kerusakan di Ibu Kota
Guncangan kembar yang terjadi dalam waktu berdekatan tersebut meruntuhkan sejumlah struktur bangunan di Caracas, memutus jaringan komunikasi, dan membuat warga berhamburan ke jalan-jalan dalam kondisi panik. Tim penyelamat yang terdiri dari petugas pemadam kebakaran, kepolisian, dan sukarelawan langsung diterjunkan ke titik-titik paling terdampak guna mencari tanda-tanda kehidupan di balik beton-beton yang hancur.
Menteri Kesehatan Venezuela menyampaikan situasi darurat medis yang tengah dihadapi fasilitas kesehatan saat ini dalam menangani gelombang korban yang terus berdatangan.
“Kami mengonfirmasi bahwa sekitar 235 orang telah kehilangan nyawa dan 4.300 lainnya terluka dalam bencana gempa bumi katastrofe ini. Prioritas mutlak kami saat ini adalah memobilisasi seluruh sumber daya medis dan logistik untuk menyelamatkan korban luka serta mendukung keluarga terdampak,” ujar Menteri Kesehatan Venezuela dalam pernyataan resminya, dikutip melalui Associated Press, Jumat (26/6).
Mobilisasi Bantuan Darurat
Pemerintah Venezuela, di bawah koordinasi pejabat tinggi termasuk Wakil Presiden Eksekutif Delcy Rodríguez, langsung mengaktifkan protokol tanggap darurat nasional. Distribusi bantuan logistik berupa makanan, air bersih, tenda darurat, dan pasokan medis mulai dikirimkan ke zona-zona merah, meskipun beberapa akses jalan sempat terhambat oleh material longsor dan retakan tanah akibat gempa.
Otoritas perlindungan sipil mengimbau warga untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan (aftershocks) yang masih mungkin terjadi. Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian menggunakan alat berat dan unit anjing pelacak terus diintensifkan di area pemukiman padat penduduk yang mengalami dampak terparah.
(DAW)
