Terungkap! Ibu Hamil Asal Aceh Diduga Dianiaya Kejam hingga Tewas Bersama Bayinya Di Malaysia

The dead woman's body. Focus on hand

Foto: Ilustrasi (iStock/Artem_Furman)

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Kabar duka datang dari Malaysia. Seorang perempuan asal Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, bernama Putri Hensy Aprilda (22), diduga menjadi korban penganiayaan berat yang berujung pada kematiannya. Lebih memilukan lagi, bayi yang dikandung korban juga dilaporkan meninggal dunia setelah diduga mengalami perlakuan kejam.

Kasus ini menjadi perhatian berbagai pihak setelah informasi mengenai kematian korban dan bayinya diterima oleh jaringan masyarakat Aceh di Malaysia serta perwakilan Indonesia di negara tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi di wilayah Klang, Selangor, Malaysia.

Anggota DPD RI asal Aceh, Haji Uma atau Sudirman, mengungkapkan bahwa korban diduga mengalami penyiksaan dalam kondisi sedang mengandung.

“Korban disiksa dengan sangat kejam. Perutnya dipijak dan dipukul berulang kali hingga akhirnya melahirkan sendiri sebelum waktunya. Dalam kondisi tersebut, bayi lahir berlumuran darah,” kata Anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman Haji Uma dikutip melalui detikSumut.

Diduga Melahirkan Prematur Akibat Penganiayaan

Menurut informasi yang diperoleh dari hasil penelusuran tim Haji Uma bersama Gabungan Aceh Bersatu (GAB) Malaysia, penganiayaan yang dialami korban diduga berlangsung hingga menyebabkan persalinan prematur.

Kondisi tersebut disebut membuat bayi yang dilahirkan berada dalam keadaan sangat rentan. Namun tragedi tidak berhenti sampai di situ. Bayi tersebut juga diduga mengalami tindakan kekerasan yang menyebabkan nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Haji Uma menyebut dugaan penyiksaan terhadap bayi berlangsung lebih dari satu kali.

“Bayi itu tidak hanya sekali disakiti, tetapi diduga berulang kali diperlakukan secara kejam hingga akhirnya meninggal dunia,” jelasnya.

Berawal dari Informasi KBRI Kuala Lumpur

Kasus ini pertama kali terungkap setelah adanya informasi yang diterima dari pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur. Tim Gabungan Aceh Bersatu (GAB) Malaysia kemudian melakukan penelusuran lebih lanjut terkait identitas korban dan proses penanganan jenazah.

Baca juga:  Aktor Senior Lee Soon Jae Dari Korea Selatan Meninggal Dunia Di Usia 91 Tahun

Putri diketahui merupakan warga Desa Alur Manis, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang. Ia bekerja di Malaysia sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia dalam kasus yang kini tengah ditangani aparat setempat.

Berdasarkan laporan yang diterima GAB Malaysia, Putri dan bayinya diduga menjadi korban pembunuhan di kawasan Sepang, Selangor.

Jenazah Berada di Dua Rumah Sakit Berbeda

Proses identifikasi dan penanganan jenazah masih berlangsung di Malaysia. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa jasad Putri dan bayinya ditemukan di lokasi berbeda.

Jenazah Putri saat ini berada di Rumah Sakit Serdang, Selangor, sementara jenazah bayinya berada di Rumah Sakit Shah Alam. Otoritas Malaysia masih melakukan proses penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap seluruh rangkaian kejadian dalam kasus tersebut.

Pelaku Perempuan Warga Malaysia Ditangkap

Perkembangan terbaru menunjukkan aparat keamanan Malaysia telah mengamankan seorang terduga pelaku. Berdasarkan informasi yang diterima melalui KBRI Kuala Lumpur, pelaku diduga merupakan seorang perempuan warga negara Malaysia.

Haji Uma mengatakan pelaku telah ditangkap dan kini menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku di Malaysia.

“Dari informasi yang kami terima melalui KBRI Kuala Lumpur, pelaku diduga seorang perempuan warga Malaysia. Saat ini pelaku sudah berhasil diamankan pada 19 Juni 2026 dan sedang menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku di Malaysia,” ujar Haji Uma.

Menanti Pengungkapan Motif

Hingga saat ini, otoritas Malaysia belum mengungkap secara rinci motif yang melatarbelakangi dugaan penganiayaan terhadap korban dan bayinya. Proses penyidikan masih berlangsung untuk mengumpulkan bukti serta mendalami kronologi kejadian.

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat Aceh dan warga Indonesia di Malaysia yang berharap pelaku mendapatkan hukuman setimpal serta keluarga korban memperoleh keadilan. Sementara itu, berbagai pihak terus berkoordinasi dengan KBRI Kuala Lumpur guna memastikan pendampingan terhadap keluarga korban dan proses pemulangan jenazah apabila diperlukan.

(DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement
Baca juga:  Anggota Polri Muda Tewas di Asrama, Propam Polda Sulsel Periksa 6 Personel