BMKG Catat Gempa M 5,0 Di Barat Daya Kaur Bengkulu, Berpusat di Laut

A Record of Seismic Waves Caused by Earthquakes. 3D Rendering.

Ilustrasi, Foto: Petrovich9

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,0 mengguncang wilayah Barat Daya Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, pada Jumat (20/6/2026) pagi. Informasi tersebut disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui laporan resmi yang dirilis sesaat setelah kejadian.

Berdasarkan data BMKG, gempa terjadi pada pukul 08.40.08 WIB. Episentrum gempa berada pada koordinat 4,95 Lintang Selatan dan 102,95 Bujur Timur atau sekitar 47 kilometer barat daya Kabupaten Kaur, Bengkulu.

Sementara itu, pusat gempa berada pada kedalaman 23 kilometer.

Dalam informasi resmi yang disampaikan melalui akun dan kanal informasi gempa BMKG, disebutkan:

“Info Gempa Mag:5.0, 20-Jun-26 08:40:08 WIB, Lok:4.95 LS,102.95 BT (47 km BaratDaya KAUR-BENGKULU), Kedlmn:23 Km,” demikian informasi yang dirilis BMKG.

Episentrum Berada di Laut

Data BMKG menunjukkan bahwa gempa berpusat di wilayah laut yang berada di sebelah barat daya Kabupaten Kaur. Hingga laporan awal diterbitkan, belum terdapat informasi lebih lanjut mengenai dampak yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.

BMKG secara rutin memperbarui informasi terkait aktivitas seismik yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Data awal yang dirilis bertujuan memberikan informasi cepat kepada masyarakat mengenai lokasi, kekuatan, dan kedalaman gempa.

Masyarakat Diminta Mengacu pada Informasi Resmi

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Informasi resmi mengenai gempa bumi dapat diperoleh melalui kanal resmi BMKG.

Lembaga tersebut juga terus memantau perkembangan aktivitas gempa dan akan menyampaikan pembaruan apabila terdapat informasi lanjutan yang perlu diketahui masyarakat.

Indonesia Termasuk Wilayah Rawan Gempa

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki aktivitas seismik tinggi karena berada di pertemuan beberapa lempeng tektonik dunia. Kondisi tersebut menyebabkan gempa bumi kerap terjadi di sejumlah wilayah, termasuk di sepanjang pesisir barat Pulau Sumatera.

Baca juga:  Belum Genap Sepekan, Kursi Plh Kapolres Bima Kota Berpindah Tangan

Karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan serta memahami langkah-langkah mitigasi bencana guna meminimalkan risiko saat terjadi gempa bumi.

(DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement