Dampak Eksekusi Hotel Sultan Meluas Ke Singapura, Fans NCT Panik Ajukan Refund Kamar Konser

pihak-pengelola-gbk-memastikan-tak-pernah-ada-perjanjian-jual-beli-atas-tanah-blok-15-yang-ditempati-hotel-sultan-dan-tak-ada--1781768069184_169

Foto: Pihak pengelola GBK memastikan tak pernah ada perjanjian jual beli atas tanah Blok 15 yang ditempati Hotel Sultan, dan tak ada pelepasan tanah maupun hibah kepada PT Indobuildco. (Taufiq/detikcom)

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Eksekusi lahan Blok 15 Gelora Bung Karno (GBK) atau kawasan eks Hotel Sultan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Kamis (18/6/2026) berbuntut panjang hingga ke luar negeri. Kabar pengosongan paksa ini memicu kepanikan di kalangan calon tamu mancanegara, khususnya para penggemar K-Pop asal Singapura yang telah memesan akomodasi demi menonton konser di Jakarta.

Seorang warga Singapura pemilik akun X @w00dzennie, secara terbuka mengimbau para penggemar boyband NCT (Czennies) untuk segera membatalkan reservasi mereka di Hotel Sultan setelah mengetahui adanya proses eksekusi aset tersebut dari pemberitaan resmi.

“Czennies mancanegara yang berencana datang ke Jakarta untuk acara Mono Jaehyun dan telah memesan kamar di Hotel Sultan, segera hubungi pihak hotel untuk mengajukan refund serta mencari akomodasi lain, karena hotel itu sedang dalam proses eksekusi,” tulis akun @woodzennie, dikutip melalui detikProperti Jumat (19/6/2026).

Kepada wartawan, pemilik akun tersebut membagikan pengalaman kepanikannya saat mengurus pembatalan kamar melalui platform pemesanan daring pada malam hari sebelum keberangkatan.

“Semalam saya panik berusaha membatalkan dan mendapatkan uang saya kembali, lalu mencari hotel baru. Saya STRES,” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan bahwa keputusan memilih Hotel Sultan didasari oleh faktor lokasi yang sangat strategis. Ia melampirkan bukti pesanan berupa satu unit apartemen dengan tiga kamar tidur untuk masa menginap dua malam, terhitung sejak 19 hingga 21 Juni 2026.

“(Pilih Hotel Sultan karena) paling dekat dengan lokasi konser. (Booking hotel) untuk menghadiri konser penggemar Jaehyun,” jelasnya saat dihubungi pada Jumat (19/6/2026).

Berdasarkan interaksi di media sosialnya, ia menyebut kepanikan serupa dialami oleh sejumlah netizen lain yang juga memegang reservasi kamar di lokasi yang sama untuk menghadiri dua acara konser berbeda di kawasan Senayan akhir pekan ini.

Baca juga:  Film Layar Lebar 'Si Buta Dari Gua Hantu: Mata Malaikat' Resmi Diumumkan

Situasi di Lapangan dan Nasib Konsumen Lokal

Kendati Pusat Pengelola Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK) menegaskan bahwa pengoperasian Blok 15 telah resmi berpindah tangan dan operasional penginapan dihentikan, pantauan di lokasi pada Kamis (18/6/2026) sore menunjukkan masih adanya arus kedatangan calon tamu. Petugas keamanan yang berjaga di meja resepsionis tampak mengarahkan para tamu menuju posko informasi yang didirikan tepat di seberang bangunan hotel.

Nasib kurang beruntung dialami oleh Vina, seorang calon tamu lokal yang mendatangi posko informasi sekitar pukul 17.15 WIB guna meminta kejelasan terkait status pengembalian dana (refund). Vina mengaku telah memesan kamar sejak lama untuk keperluan rehat tim kerjanya yang terlibat dalam sebuah acara di Jakarta Convention Center (JCC) pada Sabtu (20/6/2026).

“Saya pesan memang karena memang buat tim ada event di JCC. Jadi rencana mau ajak tim buat rehat,” kata Vina di lokasi kejadian.

Namun, pasca-berkonsultasi dengan petugas posko yang berjaga, Vina menyatakan tidak mendapatkan kepastian kompensasi finansial atau pengembalian dana dari pihak otoritas pengelola baru.

“Hanya diarahkan untuk menginap di hotel lain. Tidak ada refund yang diberikan,” pungkas Vina menutup keterangannya.

Hingga saat ini, polemik pemindahan hak kelola atas lahan Blok 15 GBK dari PT Indobuildco ke pihak PPKGBK masih menyisakan ketidakpastian bagi rantai konsumen yang terdampak langsung oleh penutupan mendadak fasilitas akomodasi legendaris tersebut.

(DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement