Tragedi Di Sragen: Siswi Kelas 5 SD Tewas Mengenaskan, Motor Dan Ponsel Hilang

ibu-bilqis-dewi-sri-lestari-saat-diwawancarai-di-rumahnya-di-dukuh-bromoasri-desa-dawung-kecamatan-jenar-kabupaten-sragen-sabt-1780727521219_169

Foto: Ibu Bilqis, Dewi Sri Lestari, saat diwawancarai di rumahnya di Dukuh Bromoasri, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Sabtu (6/6/2026). (Agil Trisetiawan Putra/detikJateng)

Newestindonesia.co.id, Warga Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, digemparkan oleh kasus pembunuhan yang menimpa seorang bocah perempuan berusia 11 tahun. Korban bernama Bilqis Rajiansyah Lestari ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya dengan kondisi mengenaskan usai diduga menjadi korban perampokan yang berujung pembunuhan.

Peristiwa tragis tersebut pertama kali diketahui oleh ibu korban, Dewi Sri Lestari (34), yang baru pulang bekerja pada Jumat sore sekitar pukul 16.00 WIB. Saat tiba di rumah, Dewi mendapati kondisi rumah dalam keadaan tertutup rapat dan terdapat gembok yang tidak terkunci.

Tanpa menaruh curiga, ia kemudian masuk ke dalam rumah sambil memanggil nama putrinya. Namun panggilannya tidak mendapatkan respons dari Bilqis yang saat itu berada di dalam kamar.

Awalnya Dewi mengira putrinya sedang tertidur atau sakit karena tubuh korban masih tertutup selimut. Namun saat mendekat dan membuka selimut secara perlahan, ia melihat bercak darah yang memenuhi area tempat tidur dan tubuh anaknya.

“Aku memanggil anakku, lalu aku bangunin. Aku panggil Bilqis Bilqis, bocahnya diam, apa sakit ya cuma diam pakai selimut kakinya setengah badan. Aku buka dikit-dikit banyak darahnya di kakinya, sprei dan selimut juga banyak darah. Aku tengkurapin, muka sudah ada luka bacok, sama tangan, dan saya menyalakan lampu, matikan kipas,” tutur Dewi seperti dikutip dari detikJateng.

Korban Ditemukan dalam Kondisi Mengenaskan

Temuan tersebut membuat Dewi syok dan histeris. Ia langsung berlari keluar rumah meminta pertolongan kepada warga sekitar. Teriakan Dewi mengundang perhatian warga yang kemudian berdatangan ke lokasi untuk melihat kondisi korban.

Warga yang mengetahui kejadian itu segera melaporkannya kepada perangkat desa dan kepolisian. Aparat kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus mengumpulkan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut.

Baca juga:  Terekam CCTV Mesum Dan Viral, Dua Pegawai RSUD Kudus Dibebastugaskan

Berdasarkan informasi awal, korban mengalami sejumlah luka serius di bagian tubuhnya. Luka-luka tersebut diduga menjadi penyebab meninggalnya korban.

Kasus ini pun menjadi perhatian masyarakat karena korban masih berusia sangat muda dan diduga menjadi sasaran pelaku perampokan saat berada seorang diri di rumah.

Kesaksian Kepala Desa

Kepala Desa Dawung, Aris Sudaryanto, membenarkan bahwa korban pertama kali ditemukan oleh ibu kandungnya sendiri yang baru pulang bekerja dari sebuah pabrik rokok pada sore hari.

Menurut Aris, situasi di lokasi langsung berubah menjadi panik setelah ibu korban berteriak histeris melihat kondisi anaknya.

“Ibunya pulang kerja sekitar jam 4 sore, lalu histeris (melihat kondisi anaknya). Mendengar itu, Mbah Wadi (warga sekitar) datang melihat, lalu langsung melapor ke RT dan diteruskan ke saya,” ujar Aris.

Pemerintah desa bersama warga setempat turut membantu proses penanganan kejadian tersebut dan memberikan dukungan kepada keluarga korban yang tengah berduka.

Polisi Terus Kejar Pelaku

Sementara itu, jajaran Polres Sragen masih terus melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku di balik pembunuhan sadis tersebut.

Kapolres Sragen, Dewiana Syamsu Indiyasari, mengatakan pihaknya belum dapat mengungkap identitas terduga pelaku kepada publik karena proses penyelidikan masih berlangsung.

Menurutnya, tim penyidik masih mendalami berbagai petunjuk yang ditemukan di lokasi kejadian guna mengungkap pelaku dan motif pasti dari tindak kejahatan tersebut.

“Namun demikian, kami masih terus mendalami petunjuk-petunjuk yang ada di TKP. Dan sampai saat ini tim kami masih terus bergerak di lapangan,” kata Dewiana.

Polisi juga mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian serta melakukan analisis terhadap barang bukti yang ditemukan.

Duka Mendalam Keluarga Korban

Kepergian Bilqis meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Korban dikenal sebagai siswi kelas 5 sekolah dasar yang masih aktif belajar dan bergaul dengan teman-temannya.

Baca juga:  Dulu Bunuh Istri Dan Menantu, Kini Residivis Ini Habisi Sepasang Kekasih Di Sorong

Warga Desa Dawung mengaku terkejut atas kejadian tersebut karena lingkungan tempat tinggal korban selama ini dikenal relatif aman dan kondusif.

Kasus pembunuhan yang menimpa Bilqis kini menjadi perhatian luas masyarakat Sragen. Banyak pihak berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap pelaku dan memberikan keadilan bagi korban serta keluarganya.

Hingga saat ini, penyelidikan masih terus berlangsung dan polisi belum mengumumkan secara resmi identitas maupun jumlah pelaku yang diduga terlibat dalam aksi perampokan yang berujung pada hilangnya nyawa bocah 11 tahun tersebut.

(DAW)