Newestindonesia.co.id, PT PLN (Persero) akhirnya mengungkap penyebab terjadinya blackout atau pemadaman listrik massal di sejumlah wilayah Sumatra yang terjadi pada Jumat (22/5) malam. Gangguan tersebut disebut dipicu cuaca buruk yang berdampak pada jaringan transmisi listrik di Pulau Sumatra.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan gangguan mulai terjadi sekitar pukul 18.44 WIB. Menurut dia, cuaca buruk menyebabkan gangguan pada ruas transmisi yang kemudian berdampak luas terhadap sistem kelistrikan interkoneksi Sumatra.
“Gangguan pada ruas transmisi berdampak meluas pada sebagian sistem transmisi Sumatera, mengakibatkan penurunan frekuensi akibat beban berat pembangkit dan memicu efek domino gangguan di sejumlah wilayah,” ujar Darmawan di Jakarta, Minggu (24 Mei 2026), dikutip melalui JPNN.
PLN menyebut indikasi awal gangguan berasal dari jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kilovolt antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Provinsi Jambi. Jalur tersebut merupakan salah satu tulang punggung sistem interkoneksi kelistrikan Sumatra.
Akibat gangguan tersebut, sistem kelistrikan Sumatra mengalami ketidakseimbangan beban. Sejumlah pembangkit mengalami tekanan berat sehingga memicu penurunan frekuensi listrik dan menyebabkan pemadaman meluas di berbagai daerah.
Darmawan mengatakan PLN langsung bergerak cepat melakukan pemeriksaan serta pemulihan sistem begitu gangguan terjadi. Dalam waktu sekitar dua jam, jaringan transmisi yang mengalami gangguan berhasil dipulihkan kembali.
“Alhamdulillah, berkat kerja keras tanpa henti seluruh personel di lapangan serta dukungan dari Kementerian ESDM dan berbagai pihak di daerah, sistem kelistrikan Sumatera kini telah kembali normal,” kata Darmawan.
PLN juga menjelaskan proses pemulihan dilakukan secara bertahap dan sistematis dengan mengutamakan keamanan sistem kelistrikan. Pembangkit berbasis hidro dan gas disebut menjadi tulang punggung percepatan pemulihan karena mampu merespons lebih cepat dibandingkan pembangkit thermal seperti PLTU.
“Pembangkit berbasis hidro dan gas dapat langsung membantu menyuplai sistem sebagai fast response untuk mempercepat recovery awal,” ujar Darmawan.
Sementara itu, pembangkit thermal membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali normal. PLN menyebut proses start-up hingga sinkronisasi penuh pembangkit thermal bisa memakan waktu 15 hingga 20 jam.
Untuk mempercepat penanganan, PLN menerjunkan ratusan personel ke berbagai wilayah terdampak, mulai dari Jambi, Sumatra Barat, Riau, Sumatra Utara hingga Aceh. Pemulihan dilakukan secara simultan pada jaringan transmisi, gardu induk, hingga pembangkit listrik.
Di sisi lain, kasus blackout tersebut juga mendapat perhatian aparat penegak hukum. Tim Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri turun melakukan penyelidikan terkait penyebab putusnya sambungan transmisi listrik di wilayah Jambi.
Direktur Tipidter Bareskrim Polri, Moh. Irhamni, mengatakan tim melakukan pengecekan langsung ke titik putus sambungan SUTET di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi.
“Tim polisi menyelidiki penyebab blackout yang terjadi di beberapa wilayah Sumatra,” kata Irhamni.
Ia menambahkan pemeriksaan dilakukan bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri dan PLN. Sejumlah barang bukti berupa konduktor yang putus dibawa untuk diperiksa lebih lanjut.
Meski demikian, hasil pemeriksaan awal belum menemukan indikasi unsur kesengajaan dalam insiden tersebut.
“Sejauh ini belum ditemukan indikasi kesengajaan manusia dalam putusnya konduktor itu,” ujar Irhamni.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, mengatakan pemerintah masih menunggu hasil investigasi lengkap dari PLN terkait blackout tersebut.
“Sebetulnya kita harus memastikan pelayanan publik yang paling mendasar, di antaranya listrik, juga selalu tersedia,” kata AHY.
Pemadaman listrik massal yang melanda sejumlah wilayah Sumatra sempat mengganggu aktivitas masyarakat. Di beberapa kota besar seperti Medan, lampu penerangan jalan dan lampu lalu lintas dilaporkan padam sehingga menyebabkan sejumlah ruas jalan menjadi gelap gulita.
PLN memastikan saat ini kondisi sistem kelistrikan Sumatra sudah kembali normal dan pasokan listrik secara bertahap telah pulih di seluruh wilayah terdampak.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp


