Newestindonesia.co.id, Perilaku seorang anggota DPRD Kabupaten Jember menjadi sorotan publik usai videonya bermain game sambil merokok saat rapat paripurna viral di media sosial. Anggota dewan dari Fraksi Gerindra, Achmad Syahri As Siddiqi, menjadi perhatian setelah aksinya dinilai tidak mencerminkan etika sebagai wakil rakyat dalam forum resmi pemerintahan.
Peristiwa tersebut memicu kritik dari berbagai pihak karena rapat paripurna merupakan agenda penting yang membahas kepentingan masyarakat. Dalam video yang beredar, Achmad Syahri tampak memainkan gim di telepon genggam sambil merokok di ruang rapat.
Menanggapi polemik yang berkembang, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jember Hanan Kukuh Ratmono mengungkapkan bahwa pihaknya telah meminta klarifikasi langsung kepada yang bersangkutan.
“Saya sempat menanyakan alasan yang bersangkutan bermain gim, katanya lupa belum memberi makan sapi-sapi dalam permainan gim pertanian,” ujar Hanan Kukuh Ratmono usai rapat fraksi di DPRD Jember, Jawa Timur dikutip melalui Liputan6.
Pernyataan tersebut langsung menjadi perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak warganet menilai alasan tersebut tidak pantas disampaikan dalam konteks rapat resmi lembaga legislatif.
Fraksi Gerindra DPRD Jember pun mengambil langkah internal dengan memberikan pembinaan terhadap Achmad Syahri. Hanan menegaskan partainya akan mengikuti keputusan Majelis Kehormatan Partai Gerindra terkait kasus tersebut.
“Kami akan tegak lurus terhadap hasil keputusan tersebut. Kalau ada kesalahan yang serupa dilakukan oleh Syahri tentu sanksi yang lebih berat yakni pemberhentian sebagai anggota DPRD Jember,” katanya.
Tak hanya kepada Achmad Syahri, pembinaan juga disebut akan diterapkan kepada seluruh anggota Fraksi Gerindra di DPRD Jember agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Kasus ini bermula ketika video Achmad Syahri bermain gim dan merokok saat rapat paripurna menyebar luas di media sosial. Publik menilai tindakan tersebut mencoreng citra lembaga legislatif karena rapat paripurna merupakan forum formal yang berkaitan dengan kebijakan daerah dan kepentingan masyarakat.
Dalam perkembangan selanjutnya, Achmad Syahri dipanggil Majelis Kehormatan Partai Gerindra untuk menjalani sidang etik di kantor DPP Partai Gerindra.
Usai menjalani sidang etik, Achmad Syahri mengaku menyesal atas tindakannya. Ia menyebut perbuatannya dilakukan karena khilaf.
“Khilaf saja saya sebagai manusia biasa,” kata Syahri usai sidang Majelis Kehormatan Partai Gerindra di kantor DPP Partai Gerindra, Jumat (15/5/2026).
Ia juga menyatakan baru pertama kali melakukan tindakan tersebut dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
“Baru pertama kali. Saya menyesal, mungkin ada salah saya mohon maaf,” ujarnya.
Majelis Kehormatan Partai Gerindra akhirnya memutuskan bahwa Achmad Syahri terbukti melanggar AD/ART partai. Dalam sidang tersebut, ia dijatuhi sanksi berupa teguran keras dan terakhir.
Pimpinan sidang etik, Fikrah Auliurrahman, menyatakan bahwa pelanggaran serupa di kemudian hari dapat berujung pada pemberhentian dari jabatan anggota DPRD Jember.
“Apabila di kemudian hari saudara Ahmad Syahri As-Siddiq kembali melakukan pelanggaran, maka akan langsung dikenakan sanksi pemberhentian sebagai anggota DPRD Kabupaten Jember,” tegas Fikrah.
Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait juga ikut menyoroti kejadian tersebut. Ia mengaku terkejut dengan viralnya video anggota DPRD yang bermain gim sambil merokok saat rapat berlangsung.
“Saya cuma berharap saat sidang paripurna atau rapat komisi ada larangan merokok di DPRD Jember,” kata Muhammad Fawait.
Menurutnya, selama ini aturan internal DPRD Jember memang belum melarang aktivitas merokok di ruang rapat. Karena itu, ia berharap ada evaluasi tata tertib agar suasana rapat lebih tertib dan profesional.
“Karena selama ini walaupun sidang paripurna, semua orang bisa merokok di ruangan dengan bebas,” ujarnya.
Kasus ini pun menjadi pelajaran penting mengenai etika pejabat publik saat menjalankan tugas negara. Banyak masyarakat berharap anggota dewan dapat menunjukkan sikap profesional dan memberi contoh yang baik kepada publik, terutama dalam forum resmi pemerintahan.
Viralnya video tersebut juga kembali membuka diskusi mengenai disiplin, tata tertib, dan etika dalam lingkungan legislatif daerah. Publik menilai wakil rakyat seharusnya fokus menjalankan tugas dan menjaga marwah lembaga, terutama ketika membahas kepentingan masyarakat luas.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp


