Newestindonesia.co.id, Seorang pemuda asal Tuban, Jawa Timur, bernama Edi Utomo (26), viral di media sosial setelah membagikan kisah perjuangannya melawan gagal ginjal kronis stadium 5 yang dideritanya sejak 2019. Kondisinya membuat Edi harus menjalani prosedur cuci darah rutin sebanyak dua kali setiap minggu.
Kisah Edi ramai diperbincangkan usai dirinya mengungkap dugaan penyebab penyakit yang dialaminya. Melalui akun media sosial pribadinya, Edi mengaku memiliki kebiasaan mengonsumsi mi instan hampir setiap hari sejak kecil hingga dewasa.
“Aku nggak merokok dan nggak ngopi. Jadi yang menyebabkan hipertensi aku itu kebanyakan makan mi instan,” ujar Edi seperti dikutip dari detikJatim.
Menurut Edi, kandungan natrium tinggi dalam bumbu mi instan diduga memicu hipertensi yang kemudian berdampak pada fungsi ginjalnya.
“Mi instan itu kan bumbunya asin banget. Nah, natrium itu bikin tensi naik, jadi hipertensi. Aku kalau makan mi instan itu hampir setiap hari dan itu biasanya lebih dari satu. Itu terjadi selama aku masih kecil sampai gede,” sambungnya.
Edi mengaku awal mula dirinya mengalami gangguan kesehatan terjadi pada 2019. Saat itu, ia mulai merasakan tubuh mudah lelah dan sering meriang ketika terkena angin kipas.
“Awal kena di tahun 2019,” ungkap Edi.
Beberapa bulan setelah gejala awal muncul, kondisinya semakin memburuk. Ia mengalami penurunan tenaga drastis, mual, hingga muntah yang sempat dikira hanya masuk angin biasa.
“Sekitar 2-3 bulan dari yang kayak berasa meriang, ini tenaga juga habis, beda kayak biasanya,” katanya.
“Terus selang 3 bulanan, aku pulang ya itu muncul rasa mual muntah. Mual muntah sama kayak orang mau masuk angin gitu. Mau muntah, tapi nggak keluar muntahnya,” lanjutnya.
Edi sempat mengira dirinya hanya mengalami gangguan lambung. Namun setelah kondisinya semakin drop dan tak mampu beraktivitas, ia akhirnya dibawa ke rumah sakit dan didiagnosis gagal ginjal kronis stadium 5.
“Aku udah drop banget nggak kuat ngapa-ngapain. Aku dibawa ke RS di daerah tempatku, jadi baru ketahuan kalau aku sakit gagal ginjal kronis udah langsung stage 5,” ungkapnya.
Saat diperiksa, tekanan darah Edi diketahui sudah mencapai angka di atas 200. Kondisi itu membuatnya harus segera menjalani hemodialisis atau cuci darah secara rutin.
“Tensi udah tinggi banget di 200-an, langsung stage 5 harus wajib cuci darah. Dan kalau gagal ginjal kronis karena hipertensi rata-rata nggak ada gejala, langsung drop gitu aja,” jelasnya.
Sejak didiagnosis pada 2019, Edi memperkirakan dirinya sudah menjalani hampir 700 kali prosedur cuci darah. Kini, ia aktif membagikan edukasi mengenai penyakit ginjal kronis melalui media sosial agar pengalaman serupa tidak dialami orang lain.
“Tujuan ngonten ya ingin membagikan pengalaman saya biar banyak orang yang nggak kena gagal ginjal seperti saya,” kata Edi.
Edi juga mengingatkan masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup sehat dengan memperbanyak konsumsi makanan segar atau real food dibanding makanan olahan yang tinggi garam dan pengawet.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp


