Newestindonesia.co.id, Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan investigasi internal terkait polemik pengadaan sepatu untuk siswa Sekolah Rakyat yang ramai diperbincangkan publik. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul telah memberikan mandat khusus kepada Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono bersama Pelaksana Tugas Inspektur Jenderal Kemensos Dody Sukmono untuk mengumpulkan seluruh informasi terkait proses pengadaan tersebut.
Langkah itu diambil menyusul munculnya isu dugaan markup anggaran sepatu siswa Sekolah Rakyat yang disebut mencapai Rp700 ribu per pasang. Kemensos menegaskan investigasi dilakukan untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan dan prinsip transparansi.
Agus Jabo mengatakan dirinya bersama Menteri Sosial tidak akan menoleransi segala bentuk penyimpangan dalam program pengadaan barang di lingkungan Kemensos.
“Karena saya sudah berkomitmen kalau ada penyelewengan, saya sama Pak Menteri yang akan bertindak duluan melaporkan ke Aparat Penegak Hukum,” tegas Agus Jabo dalam keterangan resminya, Kamis (7/5/2026).
Ia menyebut hasil investigasi internal ditargetkan rampung dalam waktu sepekan. Selain itu, Kemensos juga akan berkonsultasi langsung dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk meminta arahan terkait tata kelola pengadaan program Sekolah Rakyat.
“Setiap langkah atau program yang kita lakukan, kita selalu berkonsultasi, berkolaborasi dengan pihak-pihak yang lain. Jadi rencananya memang besok kita mau ke KPK untuk meminta saran, meminta masukan supaya dalam program pengadaan itu tidak akan menimbulkan masalah-masalah,” ujar Agus Jabo.
Polemik pengadaan sepatu ini bermula dari beredarnya foto Menteri Sosial Gus Ipul bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memberikan sepatu kepada siswa Sekolah Rakyat. Foto tersebut kemudian dikaitkan dengan anggaran pengadaan sepatu Kemensos senilai Rp700 ribu per pasang.
Menanggapi hal itu, Gus Ipul menegaskan sepatu yang terlihat dalam foto viral tersebut bukan bagian dari pengadaan Kemensos. Ia menjelaskan sepatu itu merupakan bantuan pribadi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Gubernur Khofifah.
“Beda jauh, bukan standar dari sekolah rakyat. Itu pemberian khusus dari Gubernur Jawa Timur,” kata Gus Ipul di kantor Kemensos, Jakarta.
Menurutnya, jenis sepatu yang masuk dalam pengadaan Kemensos memiliki spesifikasi berbeda karena digunakan sebagai perlengkapan Pakaian Dinas Lapangan (PDL). Model sepatu tersebut berupa sepatu bot berwarna hitam dan berbeda dari sepatu harian yang digunakan siswa dalam foto yang beredar di media sosial.
Agus Jabo juga menjelaskan bahwa angka Rp700 ribu yang ramai dipersoalkan merupakan pagu anggaran atau batas maksimal pengadaan, bukan harga pembelian final. Ia memastikan harga realisasi nantinya bisa lebih rendah setelah proses tender berlangsung.
“Tetapi kemudian di dalam pagu ya, rencana anggaran Kemensos untuk pengadaan sepatu ada yang nilainya Rp700 ribu, sepatu apa itu? Yaitu sepatu PDL yang tentunya spesifikasinya berbeda dengan sepatu harian,” ujarnya.
Ia menambahkan siswa Sekolah Rakyat nantinya akan menerima beberapa jenis sepatu sesuai kebutuhan kegiatan sekolah, mulai dari sepatu PDL, sepatu PDH, sepatu olahraga hingga sepatu harian.
“Seperti jenis sepatu harian itu dalam proses pengadaan dianggarkan sekitar Rp200 ribu sampai Rp250 ribu,” jelas Agus Jabo.
Gus Ipul menilai sorotan publik terhadap pengadaan tersebut merupakan bagian dari pengawasan masyarakat terhadap penggunaan anggaran negara. Karena itu, Kemensos mengaku terbuka terhadap kritik maupun masukan yang disampaikan publik.
“Mungkin ini bagian dari upaya untuk mengawasi, untuk memastikan bahwa apakah pengadaan di sekolah rakyat itu ada penyimpangan atau tidak. Jadi saya sama Pak Wamen berpikir positif,” kata Gus Ipul.
Kemensos memastikan seluruh proses pengadaan untuk program Sekolah Rakyat akan dijalankan secara transparan dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp


