Newestindonesia.co.id, Pemerintah tengah menyiapkan terobosan baru dalam sistem layanan kesehatan nasional. Ke depan, setiap warga negara Indonesia (WNI) yang lahir di Tanah Air akan langsung terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Kesehatan.
Kebijakan ini menjadi bagian dari percepatan integrasi layanan publik berbasis digital melalui portal INAku, yang menghubungkan berbagai layanan lintas instansi dalam satu sistem terpadu.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, menjelaskan bahwa integrasi ini akan menyatukan layanan dari Kementerian Kesehatan, Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, serta BPJS Kesehatan yang sebelumnya berjalan secara terpisah.
“Melalui pendekatan Digital Public Infrastructure (DPI), layanan ini dapat disatukan dalam satu alur yang lebih sederhana,” ujar Rini dalam keterangan resminya.
Proses Dipangkas Drastis
Dalam skema baru ini, Nomor Induk Kependudukan (NIK) menjadi kunci utama integrasi data antarinstansi. Sistem akan bekerja secara real-time, sehingga proses administrasi yang sebelumnya panjang dapat disederhanakan secara signifikan.
Jika sebelumnya proses pendaftaran bisa mencapai 11 tahapan, kini dipangkas menjadi hanya empat tahap utama.
Dengan demikian, bayi yang baru lahir tidak perlu lagi melalui prosedur administrasi berbelit untuk mendapatkan akses layanan kesehatan.
Otomatis Jadi Peserta JKN Sejak Lahir
Melalui sistem ini, setiap kelahiran akan langsung menjadi pintu masuk kepesertaan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Artinya, bayi yang lahir otomatis langsung aktif sebagai peserta BPJS Kesehatan.
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi jumlah masyarakat yang belum terdaftar dalam sistem jaminan kesehatan nasional sekaligus meningkatkan cakupan layanan secara menyeluruh.
“Setiap peristiwa kelahiran akan otomatis menjadi entry point kepesertaan,” jelas Rini.
Target Jangkauan 200 Juta Penduduk
Melalui integrasi digital INAku, pemerintah menargetkan perluasan layanan yang mampu menjangkau lebih dari 200 juta penduduk yang telah tervalidasi melalui NIK dan Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Selain mempermudah proses administrasi, sistem ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan publik yang lebih cepat, sederhana, dan terintegrasi.
INAku Jadi Pusat Layanan Publik Digital
Portal INAku akan berfungsi sebagai pintu utama (front door) berbagai layanan publik digital, termasuk layanan kesehatan dan administrasi kependudukan.
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa INAku tidak menggantikan sistem yang sudah ada, melainkan mengintegrasikan berbagai layanan agar lebih efisien dan mudah diakses masyarakat.
“Integrasi dilakukan bertahap, mulai dari informasi, interaksi, hingga layanan penuh,” kata Rini.
Dorong Akses Kesehatan Lebih Merata
Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam reformasi layanan kesehatan nasional. Dengan sistem otomatis sejak lahir, masyarakat tidak lagi terbebani proses pendaftaran BPJS yang panjang.
Selain meningkatkan kepuasan layanan publik, kebijakan ini juga memperkuat upaya pemerintah dalam mencapai cakupan kesehatan semesta (universal health coverage) di Indonesia.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login