Newestindonesia.co.id, Pemudik yang melintasi jalur Pantura, Jawa Timur Pasuruan diminta meningkatkan kewaspadaan setelah muncul titik-titik baru banjir yang sempat melumpuhkan arus lalu lintas pada puncak arus balik Lebaran 2026.
Banjir terjadi akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah Pasuruan sejak siang hingga malam hari, menyebabkan sejumlah sungai meluap dan merendam jalan utama, termasuk jalur strategis Pantura.
Sejumlah titik terdampak berada di kawasan Beji, yang merupakan jalur penghubung Gempol–Bangil. Genangan air yang cukup dalam membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas, sehingga memicu antrean panjang.
Selain itu, banjir juga dilaporkan merendam Jalan Raya Cangkringmalang, jalur Pandaan–Malang di Sukorejo, hingga ruas Pasuruan–Malang di depan Pasar Wonorejo.
Lalin Lumpuh, Kendaraan Dialihkan
Akibat genangan air, arus lalu lintas di jalur Pantura sempat lumpuh total. Petugas kepolisian dan dinas perhubungan langsung melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan kendaraan ke jalur alternatif, termasuk Jalur Lingkar Selatan dan jalan tol.
Kepala UPT P3 LLAJ Dinas Perhubungan Jawa Timur, Yulianto, mengatakan penutupan dilakukan demi keselamatan pengguna jalan.
“Dialihkan sejak pukul 21.30 sampai saat ini masih ditutup,” ujar Yulianto dikutip melalui detikJatim.
Petugas dari Satlantas Polres Pasuruan bersama instansi terkait juga disiagakan di lokasi untuk mengatur arus kendaraan dan mencegah pengendara menerobos banjir.
Banyak Kendaraan Mogok
Sejumlah pengendara, khususnya sepeda motor, dilaporkan nekat melintasi genangan air. Akibatnya, banyak kendaraan mogok di tengah jalan dan memperparah kemacetan.
Seorang warga, Anto, mengungkapkan kondisi di lapangan membuat banyak pemudik memilih berhenti atau berbalik arah.
“Banyak yang putar balik. Banyak juga yang berhenti karena takut mogok,” kata Anto.
Titik Baru Banjir Jadi Ancaman Pemudik
Kemunculan titik-titik banjir baru di jalur Pantura Pasuruan menjadi perhatian serius, terutama karena jalur ini merupakan salah satu rute utama pemudik dari arah Probolinggo menuju Surabaya.
Dengan meningkatnya volume kendaraan pada arus balik Lebaran, kondisi ini berpotensi menimbulkan kemacetan panjang dan risiko kecelakaan jika tidak diantisipasi dengan baik.
Kondisi Terbaru: Air Surut, Tapi Tetap Waspada
Pada Rabu (25/3/2026) pagi, banjir dilaporkan mulai surut dan jalur Pantura sudah bisa dilalui kembali. Namun, petugas masih melakukan pembersihan sisa lumpur yang berpotensi membahayakan pengendara.
“Jalur pantura sudah bisa dilalui,” kata Yulianto.
BPBD bersama petugas terkait juga masih membersihkan material lumpur di sejumlah titik, terutama di kawasan Jalan Ir Juanda dan sekitar Jembatan Buk Wedi.
Meski kondisi mulai normal, pemudik tetap diimbau berhati-hati, terutama saat melintasi titik rawan genangan dan jalan licin.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login