Newestindonesia.co.id, Ledakan mercon terjadi di sebuah rumah warga di Dusun Tanggul Angin, Desa Tasik Madu, Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Jumat (20/3/2026). Insiden tersebut menyebabkan satu rumah mengalami kerusakan serta lima orang mengalami luka-luka.
Peristiwa ini bermula saat seorang remaja bernama Muhammad Rizki Pratama (18) diduga tengah meracik mercon di teras rumah. Saat itu, sejumlah orang berada di lokasi dan menyaksikan proses perakitan bahan peledak tersebut.
Kasat Reskrim Polres Purworejo, AKP Dwiyono, mengungkapkan total terdapat lima korban dalam kejadian tersebut.
“Korban ada lima orang. Satu mengalami luka bakar cukup parah, sementara lainnya luka ringan,” kata AKP Dwiyono saat dikonfirmasi, Sabtu (21/3/2026).
Korban yang mengalami luka parah diketahui adalah Muhammad Rizki Pratama. Ia langsung dilarikan ke RS Palang Biru Kutoarjo untuk mendapatkan penanganan intensif. Sementara empat korban lainnya, yakni Fatir (18), Kevin (16), Bima (15), dan Aqila (9), mengalami luka ringan dan sempat mendapatkan perawatan medis.
Kronologi Ledakan
Berdasarkan keterangan kepolisian, ledakan terjadi saat korban memasukkan bubuk bahan peledak ke dalam selongsong mercon dan memasang sumbu. Ketika lubang mercon ditutup dengan tekanan, tiba-tiba terjadi ledakan.
“Setelah bubuk dimasukkan dan ditutup, mercon tersebut meledak dan memicu ledakan lainnya di sekitar lokasi,” ujar AKP Dwiyono.
Ledakan keras bahkan terdengar hingga dua kali dan sempat membuat warga sekitar panik. Seorang saksi mata, Erik (47), mengaku langsung menuju sumber suara setelah mendengar ledakan.
“Saya dengar ledakan keras, langsung ke depan. Korban sudah tergeletak, warga kemudian berdatangan membantu,” ujarnya.
Rumah Rusak dan Warga Panik
Akibat ledakan tersebut, rumah milik korban mengalami kerusakan pada bagian atap teras. Kaca jendela pecah dan lantai rumah berlubang dengan diameter sekitar 40 sentimeter.
Kakek korban, Pujianto (68), mengaku kaget saat mendengar suara ledakan saat hendak beristirahat.
“Saya kaget ada ledakan. Ternyata cucu saya yang kena. Sudah sering dilarang main petasan, tapi tetap saja,” tuturnya.
Warga sekitar pun langsung melakukan evakuasi korban dan berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Api berhasil dikendalikan sebelum merembet ke bangunan lain.
Polisi Selidiki Asal Bahan Peledak
Petugas dari Polres Purworejo yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah barang bukti berupa selongsong dan serpihan mercon telah diamankan.
“Dari hasil olah TKP, kami menemukan sisa selongsong dan serpihan mercon. Saat ini masih dalam tahap penyelidikan,” kata AKP Dwiyono.
Polisi juga tengah menelusuri asal bahan peledak yang digunakan dalam peristiwa tersebut. Sebelumnya, aparat telah melakukan Operasi Pekat sebagai langkah pencegahan terhadap peredaran bahan peledak ilegal di wilayah tersebut.
“Operasi Pekat sudah kami lakukan sebagai upaya preventif, termasuk memberikan imbauan kepada masyarakat,” ujarnya.
Insiden ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk tidak membuat maupun menggunakan bahan peledak secara ilegal karena berbahaya dan berpotensi menimbulkan korban jiwa.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login