Newestindonesia.co.id, Aparat gabungan TNI dan Polri kembali melakukan tindakan tegas terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. Seorang anggota KKB pimpinan Aibon Kogoya dilaporkan tewas ditembak dalam operasi yang berlangsung di wilayah Bukit Signal, Kabupaten Nabire, Papua Tengah.
Operasi tersebut dilakukan oleh Satgas gabungan yang terdiri dari Satgas Rajawali Mambri dan Satgas Operasi Damai Cartenz. Penindakan ini menjadi bagian dari upaya aparat dalam menekan aktivitas kelompok bersenjata yang selama ini kerap melakukan aksi kekerasan di wilayah Papua Tengah.
Korban yang tewas diketahui bernama Hurbianus Mirip, yang merupakan anggota KKB Kodap III D Dulla dan termasuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak tahun 2025.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, mengungkapkan bahwa Hurbianus merupakan salah satu pelaku yang terlibat dalam berbagai aksi teror bersenjata di wilayah Nabire dan sekitarnya.
“Hurbianus Mirip merupakan anggota KKB Kodap III D Dulla yang telah masuk dalam daftar pencarian orang sejak 2025 karena diduga terlibat dalam berbagai aksi kekerasan bersenjata di wilayah Nabire dan Paniai,” ujar Yusuf dalam keterangannya, Rabu (18/3/2026).
Ditembak di Bukit Signal
Penindakan terhadap Hurbianus dilakukan pada Senin, 16 Maret 2026, di kawasan Bukit Signal, sekitar Kali Pepaya, Nabire. Dalam operasi tersebut, aparat mengambil tindakan tegas yang berujung pada tewasnya anggota KKB tersebut.
Menurut keterangan aparat, Hurbianus merupakan bagian dari kelompok yang dipimpin oleh Aibon Kogoya, salah satu tokoh KKB yang dikenal aktif dalam sejumlah aksi kekerasan di Papua.
“Pelaku ditembak mati di wilayah Bukit Signal sekitar Kali Pepaya, Nabire,” jelas Yusuf.
Operasi ini melibatkan koordinasi lintas satuan dalam rangka mempersempit ruang gerak kelompok bersenjata yang masih aktif di wilayah tersebut.
Terlibat Pembunuhan Anggota Brimob
Hurbianus Mirip diduga kuat terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan, termasuk pembunuhan terhadap aparat keamanan. Salah satu kasus yang menyeret namanya adalah penembakan terhadap dua anggota Brimob pada Agustus 2025.
Dalam kejadian tersebut, dua personel Brimob tewas setelah diserang kelompok KKB. Tidak hanya itu, kelompok tersebut juga merampas dua pucuk senjata api jenis AK-101 milik korban.
Selain itu, Hurbianus juga diduga terlibat dalam aksi penembakan terhadap masyarakat dan aparat di wilayah Kali Semen pada Oktober 2025.
Aksi kekerasan lainnya yang dikaitkan dengan kelompok ini antara lain:
- Pemalangan jalan Trans Nabire–Paniai KM 58
- Kontak tembak dengan aparat di kawasan Bukit Doa
- Penganiayaan terhadap anggota kepolisian di Paniai
Dalam insiden penganiayaan tersebut, seorang anggota polisi mengalami luka serius, termasuk luka di bagian dada, kepala, dan tangan.
Serangan ke Pos Pengamanan dan Korban Jiwa
Tidak hanya menyasar aparat, kelompok ini juga diduga terlibat dalam serangan terhadap fasilitas keamanan dan warga sipil.
Salah satu insiden yang menjadi sorotan adalah penyerangan terhadap pos pengamanan di area PT Kristalin pada 21 Februari 2026. Dalam kejadian tersebut, satu anggota TNI dan satu warga sipil dilaporkan meninggal dunia.
Selain menimbulkan korban jiwa, kelompok tersebut juga merampas tiga pucuk senjata api dari lokasi kejadian.
“Kelompok tersebut juga melakukan penyerangan terhadap pos pengamanan di area PT Kristalin pada 21 Februari 2026 yang menyebabkan satu personel TNI dan satu warga sipil meninggal dunia serta perampasan tiga pucuk senjata api,” ujar Yusuf.
Upaya Penegakan Hukum di Papua
Penindakan terhadap anggota KKB ini merupakan bagian dari operasi berkelanjutan yang dilakukan aparat keamanan di Papua, khususnya melalui Operasi Damai Cartenz.
Operasi ini melibatkan sinergi antara TNI dan Polri untuk menjaga stabilitas keamanan serta melindungi masyarakat dari ancaman kelompok bersenjata.
Dalam beberapa tahun terakhir, wilayah Papua Tengah, termasuk Nabire dan Paniai, menjadi salah satu daerah yang rawan konflik akibat aktivitas KKB.
Kelompok yang dipimpin Aibon Kogoya sendiri tercatat kerap melakukan berbagai aksi kekerasan, mulai dari penyerangan terhadap aparat hingga warga sipil serta fasilitas umum.
Penegakan hukum terhadap anggota KKB yang masuk dalam daftar buronan menjadi prioritas aparat guna menekan eskalasi konflik dan menciptakan situasi yang lebih kondusif.
Situasi Keamanan Masih Jadi Perhatian
Meski satu anggota KKB berhasil dilumpuhkan, aparat keamanan tetap meningkatkan kewaspadaan di wilayah Papua Tengah. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi aksi balasan maupun gangguan keamanan lainnya.
Operasi penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata di Papua dipastikan akan terus berlanjut, terutama terhadap anggota KKB yang masih aktif dan masuk dalam daftar pencarian orang.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta segera melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.
Dengan adanya tindakan tegas ini, diharapkan stabilitas keamanan di wilayah Nabire dan sekitarnya dapat semakin terjaga, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang selama ini terdampak konflik.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login