Newestindonesia.co.id, Kemacetan panjang menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, memakan korban. Sebanyak 17 pemudik dilaporkan tumbang akibat kelelahan dan paparan cuaca panas ekstrem saat mengantre masuk kapal penyeberangan menuju Banyuwangi.
Antrean kendaraan dilaporkan mengular hingga sekitar 32 kilometer di jalur menuju pelabuhan pada Minggu (15/3/2026). Kondisi tersebut membuat ribuan pemudik terjebak kemacetan selama berjam-jam tanpa kepastian kapan dapat masuk ke kapal.
Sebagian pemudik bahkan sudah mengantre hingga sekitar 14 jam sebelum akhirnya mendapatkan penanganan medis akibat kondisi fisik yang menurun.
Mayoritas korban yang tumbang adalah pengendara sepeda motor yang harus bertahan di tengah debu dan terik matahari di sepanjang jalur utama Denpasar-Gilimanuk.
Tim medis dari Dokkes Polres Jembrana pun diterjunkan untuk memberikan pertolongan pertama di sejumlah titik kemacetan yang padat oleh kendaraan pemudik.
Kasi Dokkes Polres Jembrana Aiptu I Gusti Bagus Adi Sadnyana Putra mengonfirmasi pihaknya telah menangani belasan pemudik yang mengalami gangguan kesehatan akibat kondisi tersebut.
“Semua sudah ditangani dan seluruhnya karena kelelahan. Total ada 17 orang yang kami evakuasi medis,” ujar Adi dikutip melalui detikBali.
Dari jumlah tersebut, sebagian besar korban mengalami heat syncope, yaitu kondisi pingsan akibat paparan suhu panas tinggi yang memicu pelebaran pembuluh darah dan menurunkan aliran darah ke otak secara drastis.
Situasi kemacetan ini disebut sebagai salah satu yang terparah dalam arus mudik di jalur Denpasar-Gilimanuk. Antrean kendaraan bahkan dilaporkan memanjang hingga wilayah Kota Negara di Kabupaten Jembrana.
Lonjakan kendaraan pemudik yang hendak menyeberang dari Bali menuju Jawa menjadi faktor utama kepadatan tersebut. Jalur Denpasar-Gilimanuk memang merupakan jalur utama penghubung transportasi darat dan laut antara Bali dan Pulau Jawa.
Petugas di lapangan terus melakukan pengaturan arus kendaraan serta memberikan bantuan kepada pemudik yang mengalami kelelahan akibat terjebak kemacetan panjang.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login