Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Internasional

Iran Ancam Kejar Dan Bunuh Netanyahu Jika Masih Hidup, IRGC: Kami Akan Memburunya

WASHINGTON, DC - 8 Juli 2025: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersiap bertemu dengan Ketua DPR Mike Johnson (R-LA) di Gedung Capitol AS pada 8 Juli 2025 di Washington, DC. Setelah bertemu dengan Presiden Donald Trump di Gedung Putih pada hari Senin, Netanyahu duduk bersama para pemimpin Kongres di Capitol Hill dan dijadwalkan bertemu dengan Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth di akhir pekan ini. (Foto oleh Chip Somodevilla/Getty Images)
WASHINGTON, DC - 8 Juli 2025: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersiap bertemu dengan Ketua DPR Mike Johnson (R-LA) di Gedung Capitol AS pada 8 Juli 2025 di Washington, DC. Setelah bertemu dengan Presiden Donald Trump di Gedung Putih pada hari Senin, Netanyahu duduk bersama para pemimpin Kongres di Capitol Hill dan dijadwalkan bertemu dengan Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth di akhir pekan ini. (Foto oleh Chip Somodevilla/Getty Images)

Newestindonesia.co.id, Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Garda Revolusi Iran (IRGC) melontarkan ancaman langsung terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di tengah konflik yang terus memanas antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

IRGC menyatakan akan terus memburu Netanyahu jika pemimpin Israel tersebut masih hidup. Pernyataan keras itu disampaikan melalui situs resmi mereka, Sepah News.

“Jika penjahat pembunuh anak ini masih hidup, kami akan terus mengejar dan membunuhnya dengan kekuatan penuh,” demikian pernyataan Garda Revolusi Iran yang dikutip dari kantor berita AFP, Minggu (15/3/2026).

Ancaman tersebut muncul di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat, yang telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Spekulasi Soal Keberadaan Netanyahu

Pernyataan IRGC juga muncul setelah muncul berbagai spekulasi mengenai keberadaan Netanyahu di tengah serangan balasan Iran.

Beberapa pengguna media sosial menyoroti sebuah video Netanyahu yang dirilis pada 13 Maret 2026. Dalam video tersebut, tangan Netanyahu terlihat memiliki enam jari, sehingga memicu dugaan bahwa video tersebut telah dimodifikasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Spekulasi tersebut memicu rumor bahwa Netanyahu mungkin terluka atau bahkan tewas akibat serangan Iran.

Namun, pihak pemerintah Israel membantah kabar tersebut dan menegaskan bahwa Netanyahu dalam kondisi baik.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Netanyahu Kembali Muncul ke Publik

Di tengah rumor yang berkembang, Netanyahu akhirnya muncul kembali ke publik melalui sambungan video pada Jumat (13/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, ia terlihat berdiri di antara dua bendera Israel dan menjawab sejumlah pertanyaan dari wartawan.

Netanyahu menyatakan bahwa Iran telah mengalami kerugian besar setelah hampir dua pekan menjadi sasaran serangan militer Israel dan Amerika Serikat.

Baca juga:  Trump Sebut Militer Iran Lumpuh, Perang Disebut Hampir Selesai

“Iran tidak lagi sama setelah hampir dua minggu pemboman,” kata Netanyahu dalam pernyataannya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ia juga menegaskan Israel akan terus melanjutkan operasi militernya terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon yang disebut telah melancarkan serangan terhadap Israel.

Latar Belakang Konflik

Konflik terbaru di kawasan Timur Tengah ini meningkat tajam setelah Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pejabat tinggi lainnya.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan terhadap Israel serta sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk, bahkan sempat menutup jalur strategis Selat Hormuz.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Situasi ini memicu kekhawatiran global karena konflik berpotensi meluas dan mengganggu stabilitas kawasan serta jalur perdagangan energi dunia.

Ancaman terbaru dari Garda Revolusi Iran terhadap Netanyahu semakin menegaskan bahwa ketegangan antara Iran dan Israel masih jauh dari mereda.

(DAW)

Advertisement. Scroll to continue reading.
Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Internasional

Newestindonesia.co.id, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan kritik keras kepada Kanselir Jerman Friedrich Merz setelah pemimpin Jerman itu dianggap ikut campur dalam konflik...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran mengklaim sebanyak 52 kapal miliknya berhasil menerobos blokade laut yang diterapkan Amerika Serikat (AS)...

Nasional

Newestindonesia.co.id, Partai Golkar meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional taksi Green SM Indonesia setelah kecelakaan kereta api di kawasan Bekasi Timur,...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Aparat patroli keamanan di Kota Makkah, Arab Saudi, menangkap tiga warga negara Indonesia (WNI) yang diduga terlibat dalam promosi layanan haji ilegal melalui...

Nasional

Newestindonesia.co.id, Kecelakaan maut yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur menuai sorotan dari Fraksi Partai Golkar DPR...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Hubungan antara Amerika Serikat dan India dilaporkan mulai mengalami ketegangan di tengah dampak geopolitik konflik Iran. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menjadi sorotan...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Harga bahan bakar minyak (BBM) kembali mengalami kenaikan per 28 April 2026. Kenaikan ini terutama terjadi pada BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite,...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Dua mantan Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett dan Yair Lapid, resmi membentuk koalisi politik untuk menantang pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam pemilu...

Advertisement