Newestindonesia.co.id, Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai berencana menggelar program kelas pendidikan HAM khusus bagi jurnalis di seluruh Indonesia. Program ini disiapkan sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat peran media dalam membangun kesadaran dan peradaban hak asasi manusia di tanah air.
Selain pelatihan, Kementerian HAM juga akan menyelenggarakan kompetisi karya jurnalistik bertema hak asasi manusia, yang ditujukan bagi para wartawan yang mengangkat isu-isu kemanusiaan dan keadilan dalam pemberitaan mereka.
Pigai menjelaskan, program tersebut bertujuan memperluas pemahaman jurnalis mengenai konsep dan implementasi HAM sehingga dapat memperkaya perspektif dalam pemberitaan.
“Kami akan mengadakan kelas HAM untuk jurnalis. Semua jurnalis di Indonesia nantinya bisa mengikuti kelas khusus ini untuk meningkatkan pengetahuan mereka,” ujar Pigai.
Dorong Jurnalisme Berperspektif HAM
Menurut Pigai, karya jurnalistik yang mengangkat berbagai persoalan HAM akan menjadi bagian penting dalam kompetisi yang disiapkan pemerintah. Karya yang menyoroti penderitaan masyarakat, ketidakadilan, maupun upaya menghadirkan keadilan sosial akan mendapat perhatian khusus dalam penilaian.
“Karya wartawan yang mengungkap fakta penderitaan dan menghadirkan keadilan akan menjadi penilaian, dan akan ada penghargaan untuk itu,” kata Pigai.
Program ini diharapkan dapat mendorong lahirnya lebih banyak laporan jurnalistik yang sensitif terhadap isu-isu kemanusiaan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Jurnalis Berpeluang Mendapat Sertifikasi
Dalam program tersebut, jurnalis yang mengikuti pelatihan juga berpeluang memperoleh sertifikasi pendidikan HAM dari Kementerian HAM. Sertifikasi ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi wartawan untuk menyebarkan pemahaman HAM di lingkungan media maupun komunitas masyarakat.
Pigai mengatakan jurnalis yang telah mengikuti pelatihan nantinya dapat berperan sebagai penyebar pengetahuan HAM di komunitas masing-masing.
“Setelah mengikuti pendidikan, peserta bisa mendapatkan sertifikasi dan menyampaikan pengetahuan HAM kepada komunitas jurnalis maupun masyarakat,” jelasnya.
Kolaborasi Pemerintah dan Pers
Pigai menilai hubungan antara pemerintah dan media selama ini sering dianggap berjarak. Namun menurutnya, kedua pihak sebenarnya memiliki peran yang saling melengkapi dalam sistem demokrasi.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan pers sangat penting untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap isu-isu hak asasi manusia.
“Pers adalah salah satu kekuatan terbesar dalam membangun peradaban HAM di Indonesia,” ujar Pigai.
Melalui program pendidikan dan penghargaan jurnalistik tersebut, pemerintah berharap media dapat semakin aktif berkontribusi dalam membangun budaya penghormatan terhadap hak asasi manusia di Indonesia.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login