Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Finansial

Prabowo Dorong Energi Nabati: Sawit, Singkong, Hingga Jagung Bisa Kurangi Impor BBM

BRUSSELS BELGIA   13 Juli 2025 Presiden Indonesia Prabowo Subianto Djojohadikusumo dan Presiden Komisi Eropa Tidak Terlihat berbicara kepada media di akhir pertemuan bilateral di Berlaymont markas besar Komisi Uni Eropa pada 13 Juli 2025 di Brussels Belgia Diskusi tersebut berfokus pada Donald Trump yang mengumumkan biaya tambahan 30 untuk Uni Eropa dan Meksiko mulai 1 Agustus Foto oleh Thierry MonasseGetty Images
BRUSSELS, BELGIA - 13 Juli 2025: Presiden Indonesia Prabowo Subianto Djojohadikusumo dan Presiden Komisi Eropa (Tidak Terlihat) berbicara kepada media di akhir pertemuan bilateral di Berlaymont, markas besar Komisi Uni Eropa pada 13 Juli 2025 di Brussels, Belgia. Diskusi tersebut berfokus pada Donald Trump, yang mengumumkan biaya tambahan 30% untuk Uni Eropa dan Meksiko mulai 1 Agustus. (Foto oleh Thierry Monasse/Getty Images)

Newestindonesia.co.id, Kenaikan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik di Timur Tengah mendorong berbagai negara mencari alternatif energi yang lebih stabil. Presiden Prabowo Subianto menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM) dengan memanfaatkan sumber energi nabati yang berasal dari tanaman lokal.

Dalam konferensi video yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki sumber daya alam yang melimpah untuk memproduksi energi sendiri. Menurutnya, berbagai tanaman seperti kelapa sawit, singkong, jagung, hingga tebu dapat diolah menjadi bahan bakar alternatif.

“Kita memiliki karunia besar dari Yang Maha Kuasa bahwa kita nanti mampu kebutuhan BBM kita bukan dari impor luar negeri, bahkan dari tanaman-tanaman kita, dari kelapa sawit, dari singkong, dari jagung, dari tebu,” ujar Prabowo di kanal YouTube Sekretariat Presiden, dikutip melalui Warta Ekonomi.

Program Biodiesel Sudah Berjalan

Indonesia sebenarnya telah memulai langkah menuju kemandirian energi melalui program biodiesel berbasis kelapa sawit. Program tersebut berkembang dari mandatori campuran B20, kemudian B30, B35, hingga B40 yang mulai diterapkan penuh sejak awal 2025.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dalam skema ini, setiap liter solar yang beredar di Indonesia mengandung campuran 40 persen biodiesel berbahan sawit. Program tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mengurangi impor energi sekaligus memanfaatkan sumber daya domestik.

Pemerintah juga merencanakan peningkatan ke tahap B50 pada 2026. Namun hingga awal tahun ini, implementasinya masih dalam tahap kajian teknis dan mempertimbangkan kondisi pasar energi global.

Bioetanol dari Singkong dan Jagung

Selain biodiesel dari sawit, pemerintah juga melihat peluang pengembangan bioetanol sebagai campuran bensin. Bahan bakunya dapat berasal dari tanaman seperti singkong, jagung, dan tebu, yang selama ini telah masuk dalam peta jalan energi nasional.

Baca juga:  Asik! Garuda Indonesia Dapat Suntikan Dari Danantara Sebesar Rp6,65 Triliun

Bioetanol tersebut dapat menjadi padanan kebijakan biodiesel pada bensin, dengan skema campuran yang bertujuan menekan konsumsi bahan bakar fosil dan meningkatkan penggunaan energi terbarukan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Meski demikian, skala pengembangan bioetanol di Indonesia masih jauh lebih kecil dibandingkan program biodiesel sawit yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir.

Tantangan Infrastruktur dan Investasi

Walau potensinya besar, upaya menggantikan impor BBM dengan energi nabati bukan perkara mudah. Konsumsi energi Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 1,5 juta barel setara minyak per hari, sehingga membutuhkan lahan, teknologi pengolahan, dan infrastruktur distribusi yang sangat besar jika ingin beralih ke energi berbasis tanaman.

Selain itu, bahan baku seperti kelapa sawit juga memiliki kompetisi penggunaan dengan industri lain seperti pangan, oleokimia, dan ekspor. Ketika harga komoditas global tinggi, produsen cenderung memilih menjual ke pasar internasional daripada memasok kebutuhan biodiesel domestik dengan harga yang disubsidi pemerintah.

Beban Subsidi Energi

Program energi nabati juga membutuhkan dukungan fiskal dari pemerintah. Sebagai contoh, implementasi program B40 diperkirakan membutuhkan subsidi sekitar Rp35,5 triliun pada 2025 untuk menjaga keseimbangan harga di pasar domestik.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Sementara itu, pengembangan bioetanol dari singkong dan jagung menghadapi tantangan serupa karena biaya produksinya masih lebih tinggi dibandingkan bensin berbasis minyak bumi. Tanpa insentif atau subsidi, harga bioetanol belum sepenuhnya kompetitif di pasar.

Meski demikian, pengembangan energi nabati tetap dipandang sebagai langkah strategis jangka panjang untuk meningkatkan ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor BBM.

Dengan dukungan infrastruktur, kepastian harga bagi petani, serta investasi berkelanjutan di sektor pengolahan energi, gagasan pemanfaatan tanaman sebagai sumber energi diharapkan dapat menjadi salah satu pilar transisi energi Indonesia di masa depan.

Baca juga:  Obligasi Tidak Dijamin LPS, Ini Fakta Yang Jarang Dijelaskan Bank

(DAW)

Advertisement. Scroll to continue reading.
Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Finansial

Newestindonesia.co.id, Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) mengucurkan pembiayaan sebesar US$150 juta atau sekitar Rp2,53 triliun untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur internet...

Musik

Newestindonesia.co.id, Rumah penyanyi dunia Rihanna di kawasan Beverly Hills, Los Angeles, Amerika Serikat, menjadi sasaran penembakan oleh seorang wanita bersenjata senapan jenis AR-15 pada...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Emir Kuwait, Sheikh Meshal al-Ahmad al-Sabah, mengecam keras serangan yang dilancarkan Iran terhadap negaranya. Serangan tersebut dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 12 orang dan...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi sinyal bahwa konflik militer melawan Iran kemungkinan akan segera berakhir. Trump bahkan menyebut operasi militer yang...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Perusahaan media nasional di bawah naungan MNC Group, (RCTI, MNC TV, GTV / 3TV), membuka kesempatan karier bagi talenta muda yang memiliki minat...

Nasional

Newestindonesia.co.id, Presiden Prabowo Subianto menyatakan akan memberikan taklimat kepada seluruh masyarakat Indonesia dalam waktu dekat. Taklimat tersebut bertujuan menjelaskan kondisi geopolitik dunia yang saat...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Sebuah video baru yang muncul di media sosial memperkuat dugaan bahwa rudal Amerika Serikat menghantam kompleks dekat sebuah sekolah dasar di kota Minab,...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Iran resmi memiliki pemimpin tertinggi baru setelah Majelis Pakar menunjuk Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai pengganti ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei. Penunjukan tersebut...

Advertisement