Newestindonesia.co.id, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi sinyal bahwa konflik militer melawan Iran kemungkinan akan segera berakhir. Trump bahkan menyebut operasi militer yang berlangsung saat ini hampir mencapai tujuan utamanya.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara telepon dengan CBS News pada Senin (9/3) waktu setempat. Wawancara itu dilakukan dari klub golf miliknya di Doral, Florida.
Trump mengatakan operasi militer terhadap Iran telah berjalan jauh lebih cepat dibandingkan perkiraan awal.
“Saya pikir perang ini sudah sangat tuntas, hampir sepenuhnya,” kata Trump dalam wawancara tersebut.
Konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah meningkat sejak Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut memicu eskalasi ketegangan yang luas di kawasan tersebut.
Klaim Iran Kehilangan Banyak Kekuatan Militer
Trump juga mengklaim bahwa kemampuan militer Iran telah melemah secara signifikan akibat serangan yang dilakukan oleh AS dan sekutunya.
Menurutnya, sejumlah kekuatan utama militer Iran telah lumpuh akibat operasi militer tersebut.
“Mereka (Iran) tidak memiliki angkatan laut, tidak ada komunikasi, mereka tidak memiliki angkatan udara. Rudal-rudal mereka tinggal sedikit. Drone-drone mereka dihancurkan di mana-mana, termasuk pabrik pembuatan drone mereka,” kata Trump.
Militer Amerika Serikat sebelumnya menyatakan bahwa pasukannya telah menyerang lebih dari 3.000 target di wilayah Iran pada minggu pertama operasi militer tersebut. Operasi ini dikenal dengan nama Operation Epic Fury.
Trump juga menegaskan bahwa kekuatan militer Iran saat ini hampir tidak tersisa.
“Jika Anda lihat, mereka tidak memiliki apa pun yang tersisa. Tidak ada yang tersisa dalam artian militernya,” ujarnya.
Perang Disebut Lebih Cepat dari Jadwal
Trump sebelumnya memperkirakan konflik dengan Iran dapat berlangsung selama empat hingga lima pekan. Namun, menurutnya perkembangan di lapangan menunjukkan bahwa operasi militer berlangsung lebih cepat dari jadwal.
“Kita sangat jauh lebih cepat dari jadwal,” kata Trump.
Meski demikian, ketika ditanya apakah perang tersebut benar-benar akan segera berakhir, Trump memberikan jawaban yang lebih hati-hati.
“Berakhirnya perang itu hanya ada di pikiran saya, bukan pikiran orang lain,” ujarnya.
Trump Enggan Komentari Pemimpin Baru Iran
Dalam kesempatan yang sama, Trump juga ditanya mengenai pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, yang disebut menggantikan mendiang Ayatollah Ali Khamenei.
Namun Trump menolak memberikan komentar lebih jauh mengenai hal tersebut.
“Saya tidak punya pesan untuknya. Sama sekali tidak,” kata Trump.
Trump juga menambahkan bahwa dirinya memiliki sosok lain dalam pikirannya untuk menggantikan Khamenei, namun ia tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai hal tersebut.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login