Newestindonesia.co.id, Operasi militer Israel di wilayah timur Lebanon untuk mencari petunjuk tentang navigator angkatan udara yang hilang hampir 40 tahun lalu berakhir dengan bentrokan sengit dan menewaskan puluhan orang.
Dilansir melalui laporan Associated Press, Minggu 08 Maret 2026, Militer Israel mengonfirmasi bahwa pasukan khusus mereka mendarat di wilayah Nabi Chit, Lembah Bekaa, dalam sebuah operasi rahasia yang bertujuan mencari informasi mengenai Ron Arad, seorang navigator Angkatan Udara Israel yang hilang sejak 1986. Namun operasi tersebut gagal menemukan sisa-sisa jasad Arad.
Serangan dan bentrokan yang terjadi selama operasi tersebut menyebabkan puluhan korban jiwa serta puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Menurut laporan otoritas kesehatan Lebanon, sedikitnya 41 orang tewas dan sekitar 40 orang lainnya terluka dalam serangkaian bentrokan dan serangan udara yang terjadi di kawasan tersebut.
Operasi Komando Berujung Bentrokan
Operasi militer itu dilakukan pada malam hari ketika pasukan komando Israel diterjunkan menggunakan helikopter ke kawasan desa Nabi Chit.
Pasukan tersebut dilaporkan menggali sebuah makam di pemakaman desa yang diyakini memiliki kaitan dengan hilangnya Ron Arad. Namun keberadaan mereka terdeteksi oleh militer Lebanon dan kelompok bersenjata di wilayah tersebut.
Situasi kemudian berubah menjadi baku tembak antara pasukan Israel, pejuang Hezbollah, serta warga bersenjata setempat.
Untuk melindungi pasukan yang sedang ditarik mundur, jet tempur Israel melancarkan sekitar 40 serangan udara ke sejumlah titik di wilayah tersebut.
Akibat serangan itu, sejumlah bangunan dilaporkan hancur dan beberapa korban sipil turut jatuh.
Kisah Pilot yang Hilang Sejak 1986
Ron Arad merupakan perwira Angkatan Udara Israel yang hilang pada Oktober 1986 setelah pesawat tempurnya mengalami kerusakan saat menjalankan misi di Lebanon selatan.
Arad berhasil keluar dari pesawat menggunakan parasut, namun kemudian ditangkap oleh kelompok bersenjata lokal. Sejak saat itu keberadaannya tidak pernah diketahui secara pasti.
Israel selama puluhan tahun melakukan berbagai upaya intelijen untuk mengetahui nasib Arad, termasuk operasi rahasia dan penculikan tokoh milisi yang diduga mengetahui keberadaannya.
Pemerintah Israel menyatakan bahwa menemukan nasib para prajurit yang hilang merupakan kewajiban nasional.
Keluarga Arad Minta Operasi Dihentikan
Di tengah operasi terbaru tersebut, Tami Arad, istri Ron Arad, menyampaikan kekhawatirannya terhadap risiko yang dihadapi tentara Israel.
Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas upaya pemerintah Israel selama bertahun-tahun, tetapi juga meminta agar keselamatan prajurit menjadi prioritas.
“Kami berterima kasih atas upaya yang dilakukan selama ini, tetapi tidak boleh mempertaruhkan nyawa tentara,” ujarnya.
Konflik Regional Memanas
Operasi militer ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan kelompok Hezbollah di Lebanon, yang merupakan bagian dari konflik regional yang lebih luas di Timur Tengah.
Dalam beberapa hari terakhir, serangan roket dan serangan udara terus terjadi di sepanjang perbatasan Israel–Lebanon, memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih besar di kawasan tersebut.
PBB dan sejumlah negara internasional mendesak semua pihak untuk menahan diri dan mencegah konflik semakin meluas.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login