Newestindonesia.co.id – Jakarta, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menyatakan telah menerima notifikasi resmi dari otoritas kesehatan Australia mengenai dua kasus penyakit campak (measles) yang terkait dengan riwayat perjalanan dari wilayah Indonesia. Notifikasi ini diterima melalui mekanisme International Health Regulations (IHR), sistem koordinasi global untuk pemantauan penyakit menular internasional.
Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, menjelaskan bahwa dua kasus tersebut masing-masing memiliki latar belakang dan kronologi yang berbeda. Kasus pertama melibatkan seorang perempuan berusia 18 tahun yang telah menerima vaksin Measles, Mumps, Rubella (MMR) secara lengkap pada tahun 2009 dan 2012.
“Yang bersangkutan melakukan perjalanan menggunakan Batik Air rute Jakarta–Perth pada tanggal 7–8 Februari 2026. Gejala ruam muncul pada tanggal 8 Februari di Perth dan hasil pemeriksaan PCR kemudian dinyatakan positif campak,” ujar dr. Andi di Jakarta, Senin (23/2).
Sementara itu, kasus kedua adalah seorang anak perempuan berusia 6 tahun yang belum tercatat memiliki riwayat imunisasi campak. Ia melakukan perjalanan dengan rute Jakarta–Sydney menggunakan maskapai Garuda Indonesia pada 17 Februari 2026. Gejala awal berupa demam, batuk, dan pilek dilaporkan muncul sejak 11 Februari 2026, dan diagnosis campak dikonfirmasi melalui pemeriksaan PCR pada 18 Februari 2026.
Kemenkes memastikan tidak ada laporan kematian terkait kedua kasus tersebut. “Tidak ada kematian terhadap dua kasus tersebut,” tambah dr. Andi.
Koordinasi Internasional dan Tindakan Respons
Untuk memastikan respons yang tepat sesuai standar kesehatan internasional, Kemenkes telah melakukan koordinasi lintas negara dengan otoritas kesehatan Australia dan juga dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Indonesia. Koordinasi ini termasuk pertukaran informasi epidemiologis dan langkah tindak lanjut untuk mencegah kemungkinan penularan lanjutan.
Selain itu, Kemenkes bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat telah mengaktifkan penyelidikan epidemiologi dan memperkuat surveilans nasional untuk mengidentifikasi potensi kasus tambahan di dalam negeri. Hingga saat ini, belum ada laporan kasus lanjut yang berkaitan dengan kedua individu tersebut.
Masyarakat pun diimbau untuk terus waspada dan memastikan status imunisasi campak lengkap sesuai jadwal, terutama bagi mereka yang akan melakukan perjalanan internasional. Petugas kesehatan juga diminta untuk meningkatkan deteksi dini kasus suspek guna mencegah transmisi lebih luas.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login