Newestindonesia.co.id, Seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) gugur setelah pos pengamanan milik perusahaan tambang di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, diserang dan dibakar oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Korban tewas itu ternyata merupakan prajurit asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Insiden terjadi di pos keamanan milik PT Kristalin Ekalestari, yang berada di Jalan Musairo, Kampung Biha, Distrik Makimi. Selain prajurit TNI, satu korban lainnya adalah seorang warga sipil yang bertugas sebagai petugas keamanan perusahaan.
Identitas dan Kronologi Kematian
Korban adalah Serda Hamdani, anggota Deninteldam XVII/Cenderawasih. Berdasarkan keterangan orang tua almarhum, Hamka, Serda Hamdani baru satu tahun lebih bertugas di Papua dan komunikasi terakhir dengan keluarga dilakukan pada 15 Februari 2026 melalui pesan elektronik.
“Saya dapat informasi korban atas nama Hamdani dengan tanggal kelahirannya tanggal 30 Agustus 1990, makanya langsung saya tahu, oh ini anak saya,” kata Hamka saat ditemui di kediamannya di Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Maros dikutip melalui detikSulsel.
Hamka mengenang putranya sebagai sosok yang tidak pernah memiliki musuh dan taat beragama. Ia mengatakan anaknya sering membaca Al-Qur’an bahkan di luar bulan Ramadan.
Upacara Militer dan Pemakaman
Jenazah Serda Hamdani diterbangkan ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, pada Senin (23/2) sore dan langsung disambut upacara militer oleh sekitar 50 personel TNI AD dari Kodim 1422/Maros. Upacara dilakukan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi serta pengabdian almarhum.
Pasi Pers Kodim 1422/Maros, Lettu Inf Mustamin, mengatakan jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga dan langsung dibawa ke rumah duka di Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, untuk dimakamkan.
Kejadian Serangan
Serangan KKB di Nabire bermula saat kelompok bersenjata menembak kendaraan subkontraktor yang melintas di sekitar lokasi pos pengamanan, kemudian menyerang langsung pos PT Kristalin Ekalestari sekitar pukul 13.30 – 15.00 WIT. Bangunan pos dibakar oleh pelaku.
Berdasarkan laporan kepolisian, dua orang meninggal dunia dalam peristiwa ini dalam kondisi luka bakar berat. Korban sempat dievakuasi ke RSUD Nabire untuk identifikasi medis karena kondisi jenazah yang hangus terbakar.
Selain itu, aparat gabungan telah mengevakuasi puluhan pekerja dari area kejadian sebagai langkah antisipatif atas ancaman lanjutan dari kelompok bersenjata tersebut.
Reaksi Keluarga
Meski duka mendalam menyelimuti, keluarga Serda Hamdani menyatakan telah ikhlas menerima kepergian putra mereka. “Sama istri saya, saya bilang sabar. Mungkin inilah yang terbaik yang diberikan oleh Allah SWT,” ujar Hamka.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login