Newestindonesia.co.id, Diplomat senior Norwegia, Mona Juul, resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai duta besar setelah nama dan keterlibatannya dikaitkan dalam penyelidikan berdasarkan berkas kasus Jeffrey Epstein yang baru dirilis.
Keputusan Itu Disampaikan Langsung kepada Kementerian Luar Negeri Norwegia, yang menyebut bahwa hubungan Juul dengan mendiang financier asal Amerika itu menunjukkan “gagalnya penilaian yang serius” untuk seorang diplomat karier. Juul sebelumnya menjabat sebagai Duta Besar Norwegia untuk Yordania dan Irak serta memiliki rekam jejak panjang di Kementerian Luar Negeri.
“Hubungan yang terbentuk selama bertahun-tahun telah menunjukkan adanya kegagalan dalam menilai dampak dan risiko yang timbul terhadap reputasi layanan diplomatik kita,” kata seorang pejabat Kemenlu Norwegia dalam pernyataannya terkait pengunduran diri Juul dikutip melalui Reuters.
Skandal Epstein Mencuat di Eropa
Pengunduran diri Juul terjadi saat berkas internal Jeffrey Epstein — pelaku kejahatan seksual yang meninggal di penjara AS pada 2019 — dibuka dan dipublikasikan oleh otoritas Amerika Serikat, memicu gelombang reaksi politik luas di berbagai negara.
Kasus ini sebelumnya telah menyeret sejumlah tokoh publik, termasuk:
- Peter Mandelson, mantan duta besar Inggris untuk Amerika Serikat, yang mundur dari keanggotaan Partai Buruh setelah namanya muncul dalam dokumen berisi korespondensi dan transaksi finansial dengan Epstein.
- Morgan McSweeney, Kepala Staf Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, yang mengundurkan diri setelah mengakui kesalahan dalam menyarankan penunjukan Mandelson dan “mengambil penuh tanggung jawab” atas keputusan itu.
Pejabat Inggris menyatakan skandal tersebut telah menciptakan krisis politik besar, dengan tuduhan bahwa informasi sensitif dibagikan kepada Epstein saat Mandelson menjabat sebagai pejabat tinggi pemerintah pada masa lalu.
Reaksi dan Dampak Global
Pakar hubungan internasional menilai bahwa terungkapnya hubungan tokoh publik dengan Epstein memperlihatkan tantangan serius dalam proses vetting pejabat dan pengawasan etika di pemerintahan.
“Skandal ini bukan hanya soal individu, tetapi tentang bagaimana negara dan institusi menilai risiko reputasi dan keamanan,” ujar seorang analis politik Eropa.
Selain itu, berkas yang dipublikasikan oleh Departemen Kehakiman AS juga telah mengakibatkan penyelidikan polisi di Inggris terhadap Mandelson atas dugaan misconduct in public office.
Nasib Karier Mona Juul
Juul, yang pernah memegang posisi tinggi termasuk Presiden Dewan Ekonomi dan Sosial PBB, telah mengundurkan diri menjelang keputusan lebih lanjut dari kementerian yang juga menangguhkan status keamanannya. Pernyataan resmi pemerintah Norwegia menegaskan, kepercayaan publik dan integritas diplomatik harus dijaga di atas segalanya.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login