Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Kesehatan

Kemenkes Keluarkan Imbauan Cegah Virus Nipah, Warga Diminta Hindari Nira Mentah

Foto: iStock/Manjurul

Newestindonesia.co.id – Jakarta, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap Virus Nipah, penyakit zoonotik yang memiliki tingkat fatalitas kasus atau case fatality rate (CFR) tinggi, berkisar antara 40 hingga 75 persen.

Meski hingga saat ini belum ditemukan kasus di Indonesia, potensi dampak serius terhadap kesehatan masyarakat dinilai memerlukan langkah pencegahan sejak dini.

Virus Nipah merupakan penyakit infeksi emerging yang menjadi perhatian dunia karena dapat menyebabkan gangguan pernapasan akut hingga peradangan otak berat. Penyakit ini pertama kali diidentifikasi pada akhir 1990-an dan kerap dikaitkan dengan penularan dari hewan ke manusia (zoonosis), khususnya melalui reservoir alami berupa kelelawar pemakan buah.

Virus Nipah diketahui dapat menular ke manusia melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi, seperti babi, konsumsi makanan yang terkontaminasi air liur atau kotoran kelelawar, serta melalui kontak erat dengan penderita. Penularan antar manusia juga dapat terjadi, terutama dalam lingkungan perawatan kesehatan atau keluarga, sehingga berpotensi memicu klaster penularan jika tidak diantisipasi dengan baik.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Kemenkes menjelaskan, gejala awal Virus Nipah sering kali menyerupai penyakit infeksi pernapasan dan gangguan saraf, sehingga kerap sulit dibedakan dengan penyakit lain pada fase awal. Gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam, batuk, pilek, sesak napas, hingga muntah dan kelelahan hebat.

Pada kondisi tertentu, infeksi dapat berkembang menjadi gangguan neurologis berat, seperti penurunan kesadaran, kejang, dan peradangan otak atau ensefalitis, yang berisiko menyebabkan kematian.

Sebagai langkah pencegahan, Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Murti Utami, melalui surat edaran pada Minggu (1/2/2026), mengimbau masyarakat untuk menerapkan upaya perlindungan mandiri.

Masyarakat diminta menghindari konsumsi nira atau aren yang diambil langsung dari pohon serta memastikan nira dimasak hingga matang sebelum dikonsumsi, guna mencegah kemungkinan kontaminasi dari hewan pembawa virus.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Selain itu, masyarakat dianjurkan mencuci dan mengupas buah sebelum dikonsumsi, serta membuang buah yang menunjukkan bekas gigitan kelelawar. Daging ternak juga harus dimasak hingga matang sempurna untuk menurunkan risiko penularan penyakit dari hewan ke manusia.

Baca juga:  Begini Siklus Haid Yang Normal pada Wanita Yang Perlu Diketahui

Kemenkes juga menekankan pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya pencegahan dasar. Langkah tersebut meliputi kebiasaan mencuci tangan dengan sabun secara rutin, menggunakan masker saat sakit, serta memakai alat pelindung diri ketika melakukan kontak dengan hewan ternak atau berada di lingkungan berisiko.

Di sisi pelayanan kesehatan, Kemenkes menginstruksikan seluruh dinas kesehatan daerah, rumah sakit, dan puskesmas di Indonesia untuk memperketat pemantauan terhadap pasien dengan gejala menyerupai meningitis atau pneumonia berat. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat deteksi dini, meningkatkan kewaspadaan tenaga kesehatan, serta memastikan respons cepat apabila ditemukan indikasi penyakit infeksi emerging yang berpotensi mengarah pada Virus Nipah.

Kemenkes menegaskan bahwa hingga saat ini situasi di Indonesia masih terkendali dan belum ditemukan kasus terkonfirmasi. Namun demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat mobilitas manusia, interaksi dengan hewan, serta dinamika penyakit zoonotik yang terus berkembang.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Kemenkes meminta publik selalu merujuk pada kanal resmi pemerintah untuk memperoleh informasi yang akurat dan terkini terkait perkembangan Virus Nipah, sekaligus mendukung upaya pencegahan melalui perilaku hidup sehat dan kesadaran bersama.

(DAW)

Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Banyak orang pernah mengalami sensasi aneh saat hampir tertidur: tubuh tiba-tiba tersentak, seperti terjatuh dari ketinggian, lalu langsung terbangun dengan rasa kaget. Fenomena...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Gigi berlubang merupakan salah satu masalah kesehatan gigi yang paling umum dialami masyarakat di seluruh dunia. Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja,...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Air kelapa dikenal sebagai minuman alami yang menyegarkan sekaligus kaya manfaat bagi kesehatan tubuh. Cairan yang terdapat di dalam buah kelapa ini mengandung...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Hoarding disorder atau gangguan menimbun barang merupakan salah satu kondisi kesehatan mental yang membuat seseorang memiliki dorongan kuat untuk menyimpan berbagai barang dan...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Penggunaan monosodium glutamate (MSG) sebagai penyedap rasa sudah menjadi bagian dari dapur banyak keluarga Indonesia. Dari tumisan sederhana hingga sup hangat, MSG kerap...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Camilan ringan seperti ciki atau snack kemasan sudah menjadi bagian dari keseharian banyak orang, terutama anak-anak dan remaja. Rasanya gurih, praktis, dan mudah...

Kesehatan

Newestindonesia.co.co.id, Impoten atau yang secara medis dikenal sebagai disfungsi ereksi merupakan kondisi ketika seorang pria mengalami kesulitan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi yang cukup...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Penyakit campak masih menjadi salah satu penyakit menular yang sering menyerang anak-anak, namun juga dapat dialami orang dewasa. Meski sudah tersedia vaksin yang...

Advertisement