Newestindonesia.co.id, Parlemen Eropa resmi menangguhkan pekerjaan pada perjanjian perdagangan antara Uni Eropa (UE) dan Amerika Serikat setelah Presiden AS Donald Trump mengulang komentar kontroversialnya mengenai Greenland, termasuk seruan untuk “mengakuisisi” wilayah tersebut dan ancaman tarif terhadap sekutu Eropa yang menolak rencana itu.
Keputusan itu diumumkan pada Rabu (21/1) seperti dilansir melalui Reuters, ketika anggota parlemen UE tengah membahas proposal untuk menghapus banyak bea masuk UE atas barang-barang AS—bagian penting dari perjanjian dagang yang dibahas saat pertemuan puncak di Turnberry, Skotlandia, Juli lalu.
Namun, menurut Bernd Lange, Ketua Komite Perdagangan Parlemen Eropa, ancaman tarif baru dari AS terkait isu Greenland telah mengubah dinamika politik ratifikasi perjanjian tersebut. Lange menyatakan, tarif baru itu “telah mematahkan kesepakatan Turnberry” dan menunda lebih jauh proses suara di komite.
Beberapa anggota parlemen sebelumnya mengeluhkan bahwa kesepakatan itu tampak tidak seimbang, karena UE diminta memangkas sebagian besar bea impor sementara AS tetap mempertahankan tarif umum sekitar 15%. Namun, mereka sempat bersedia mendukungnya dengan syarat tertentu, seperti pemberlakuan klausul waktu dan perlindungan terhadap lonjakan impor.
Penangguhan ini dilakukan menjelang jadwal pemungutan suara penting yang semula direncanakan berlangsung pada akhir Januari.
Langkah Parlemen Eropa ini berpotensi menimbulkan reaksi balik dari Washington, termasuk kemungkinan kenaikan tarif lebih lanjut pada produk EU, karena administrasi AS telah menolak menawarkan konsesi tarif sebelum perjanjian disahkan.
(DAW)




You must be logged in to post a comment Login