Investor Beralih Ke Emas Saat Ketegangan Perdagangan AS-Eropa Meningkat

0
Orang-orang berjalan di depan papan saham elektronik yang menampilkan indeks Nikkei Jepang di sebuah perusahaan sekuritas pada hari Senin, 19 Januari 2026, di Tokyo. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Orang-orang berjalan di depan papan saham elektronik yang menampilkan indeks Nikkei Jepang di sebuah perusahaan sekuritas pada hari Senin, 19 Januari 2026, di Tokyo. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Newestindonesia.co.id, Pasar saham global melemah pada Senin 19 Januari 2026 setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif tambahan 10% terhadap impor dari delapan negara Eropa sebagai respons atas penolakan mereka terhadap keinginan AS mengambil alih kendali atas Greenland.

Ancaman tarif ini memicu kekhawatiran investor akan eskalasi ketegangan perdagangan yang dapat berdampak luas pada pertumbuhan ekonomi global.

Indeks saham utama di Eropa melemah tajam. Jerman’s DAX turun 1,1% ke 25.020,35 dan CAC 40 di Paris turun 1,3% ke 8.150,78, sementara FTSE 100 Inggris turun 0,3% ke 10.206,12. Di pasar berjangka AS, futures untuk S&P 500 turun 0,8% dan futures untuk Dow Jones Industrial Average turun 0,7%, mencerminkan sentimen hati-hati sebelum pembukaan pasar setelah libur Martin Luther King Jr. Day.

Ancaman ini memicu reaksi keras dari negara-negara Eropa yang menjadi target tarif termasuk Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia. Mereka menyatakan bahwa langkah tersebut dapat menggerus kepercayaan strategis dalam hubungan transatlantik dan memicu spiral penurunan yang berbahaya.

Baca juga:  Rafah Dibuka Lagi: Langkah Baru Dalam Rencana Gencatan Senjata Israel-Hamas

Tinggalkan Balasan