Newestindonesia.co.id, Dalam merespons eskalasi konflik antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) di wilayah Yaman selatan, Republik Indonesia mendorong semua pihak untuk menahan diri dan menempuh jalur dialog politik inklusif sebagai solusi damai atas ketegangan yang meningkat.
Tingkat Ketegangan di Yaman Kian Memanas
Konflik bersenjata di Yaman bagian selatan kini memasuki fase yang memicu kekhawatiran lebih luas, khususnya setelah kelompok separatis yang didukung UEA semakin agresif dan memicu respons militer dari koalisi yang dipimpin Arab Saudi. Situasi ini berpotensi memperdalam instabilitas keamanan di kawasan.
Dalam sebuah pernyataan resmi yang dipublikasikan melalui akun media sosial Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta menyatakan:
“Indonesia mengikuti dengan saksama perkembangan terkini di Republik Yaman, khususnya dinamika di Yaman selatan, seraya mendorong semua pihak terkait untuk berpartisipasi secara konstruktif, menahan diri,” tulis Kemlu RI.
Seruan untuk Solusi Politik Inklusif
Pernyataan tersebut menekankan pentingnya dialog politik yang inklusif dan komprehensif sebagai upaya utama menyelesaikan konflik yang terus berlangsung.
“Kemlu meminta kedua belah pihak mengedepankan dialog politik yang inklusif dan komprehensif. Dialog sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan perbedaan,” tambah pernyataan resmi dari Kemlu.
Pemerintah Indonesia menyambut baik inisiatif Arab Saudi yang memfasilitasi konferensi dialog komprehensif di Riyadh, yang diharapkan mampu mempertemukan seluruh faksi yang terlibat di Yaman selatan demi meredakan bentrokan dan membuka jalan bagi penyelesaian damai.
Latar Belakang Terjadinya Eskalasi Konflik
Menurut laporan, konflik di Yaman selatan pecah setelah kelompok separatis berhasil merebut wilayah strategis, termasuk sebagian besar Provinsi Hadramawt dan memukul mundur pasukan pemerintah yang mendapat dukungan militer dari Arab Saudi.
Akibatnya, koalisi pimpinan Saudi melancarkan serangan udara yang bertujuan meredam perluasan konflik dan mencegah semakin kuatnya posisi kelompok separatis di wilayah Aldhale.
Perspek Diplomasi Internasional
Seruan Indonesia mencerminkan keprihatinan global yang juga disuarakan oleh beberapa pihak internasional lainnya. Negara-negara seperti Pakistan dan Arab League turut menyerukan penahanan diri, solusi dialog, serta pendekatan diplomasi yang menyeluruh untuk mencegah konflik meluas dan berdampak pada kehidupan rakyat sipil.
Editor: DAW




You must be logged in to post a comment Login