Danantara Siapkan 15 Ribu Hunian Untuk Korban Bencana Di Sumatera, Target Rampung 3 Bulan

0
Danantara Siapkan Hunia Bencana Sumatera

Pekerja melintas di hunian Danantara untuk korban bencana di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026). (Foto: Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara Indonesia) bersama pemerintah menyiapkan 15.000 unit hunian sementara (huntara) untuk masyarakat terdampak banjir bandang dan longsor di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Program ini merupakan bagian dari respons cepat terhadap krisis pascabencana yang terjadi akhir 2025 lalu.

CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menegaskan target penyelesaian pembangunan seluruh hunian dalam waktu tiga bulan mendatang.

“Dalam waktu 3 bulan ke depan kita bisa menyelesaikan 15 ribu rumah,” ujar Rosan saat Rapat Koordinasi di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026).

Rincian Distribusi Hunian

Menurut keterangan resmi Rosan, 15.000 unit hunian sementara akan dibangun di tiga provinsi dengan distribusi:

  • Aceh: ±12.000 unit
  • Sumatera Utara: ±2.000 unit di wilayah Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah
  • Sumatera Barat: ±500 unit
    Rencana ini dirancang agar warga terdampak dapat memiliki tempat tinggal layak sambil menunggu rumah tetap dibangun.

Pembangunan dan Tenaga Kerja

Proyek ini telah dimulai sejak akhir Desember 2025 di lahan milik PTPN di Aceh Tamiang, dengan lebih dari 1.600 pekerja yang bekerja selama 24 jam penuh untuk mempercepat pembangunan.

Setiap unit hunian dirancang dengan ukuran sekitar 22 meter persegi (±4,5 x 4,5 meter), menyediakan ruang hidup minimal namun layak bagi keluarga korban bencana.

Penyerahan Tahap Awal

Sebanyak 600 unit hunian sementara telah selesai dibangun dan akan diserahterimakan kepada pemerintah daerah setempat pada 8 Januari 2026. Hunian ini nantinya akan langsung ditempati warga terdampak.

Dukungan Lintas Sektor

Program ini juga mendapat dukungan dari beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk partisipasi PT Bank Negara Indonesia (BNI) yang menyumbang ±120 unit dari 600 unit awal. Fasilitas dasar seperti taman bermain, jaringan Wi-Fi, musala, fasilitas umum, serta kamar mandi telah disiapkan dalam kompleks hunian untuk menunjang kebutuhan warga.

Baca juga:  Erick Thohir Sebut Dividen Senilai Rp13,95 Triliun Dibagikan BNI Kontribusi Nyata Ke Ekonomi Nasional

Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung progres pembangunan huntara ini dan mendorong koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah agar pelaksanaan target dapat tercapai sesuai rencana.

“Kita harus memastikan semua sumber daya memberikan manfaat nyata kepada masyarakat,” ujar Presiden dalam pertemuan yang digelar di lokasi pembangunan.

Dampak Sosial dan Pemulihan

Langkah cepat penyediaan hunian ini dinilai penting untuk mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat pascabencana. Hunian sementara Dirancang sebagai tempat tinggal layak yang aman dan nyaman selama proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan.

Dengan pendekatan kolaboratif lintas kementerian dan BUMN, program hunian ini diharapkan memberikan solusi nyata dan mendesak bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana hidrometeorologi akhir tahun 2025 di Sumatera.

Sumber: Berbagai Sumber, Editor: DAW

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement

Tinggalkan Balasan