Newestindonesia.co.id, Perusahaan teknologi raksasa Meta Platforms dilaporkan tengah mempertimbangkan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran yang berpotensi memangkas hingga 20 persen dari total tenaga kerja perusahaan. Langkah ini disebut berkaitan dengan meningkatnya biaya investasi Meta dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Menurut laporan Reuters, rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan internal dan belum diputuskan secara final. Namun, tiga sumber yang mengetahui rencana tersebut menyebut pemangkasan karyawan bisa menjadi bagian dari strategi efisiensi perusahaan di tengah ekspansi agresif Meta di sektor AI.
Jika rencana tersebut terealisasi, jumlah pekerja yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 15.000 hingga 16.000 karyawan, mengingat jumlah tenaga kerja Meta pada akhir 2025 tercatat sekitar 79.000 orang.
AI Jadi Fokus Baru Meta
Meta dalam beberapa tahun terakhir semakin agresif berinvestasi pada teknologi kecerdasan buatan. Perusahaan bahkan menyiapkan investasi besar untuk pembangunan pusat data AI hingga ratusan miliar dolar dalam beberapa tahun ke depan guna memperkuat infrastrukturnya.
Selain itu, Meta juga dilaporkan menawarkan paket kompensasi besar kepada peneliti AI guna memperkuat tim yang fokus pada pengembangan teknologi superintelligence.
CEO Meta, Mark Zuckerberg, sebelumnya menyinggung bahwa kemajuan AI memungkinkan perusahaan bekerja dengan tim yang lebih kecil. Ia mengatakan proyek yang sebelumnya membutuhkan banyak orang kini bisa diselesaikan oleh satu individu yang sangat terampil dengan bantuan teknologi AI.
Belum Ada Keputusan Final
Meski demikian, sumber Reuters menegaskan bahwa belum ada jadwal resmi terkait pelaksanaan PHK tersebut, dan skala pemangkasan tenaga kerja masih dapat berubah.
Seorang juru bicara Meta juga menanggapi laporan tersebut dengan menyebut bahwa kabar yang beredar masih bersifat spekulatif.
Jika benar terjadi, langkah ini akan menjadi salah satu restrukturisasi terbesar Meta sejak program “year of efficiency” pada 2022–2023, ketika perusahaan memangkas sekitar 21.000 pekerja untuk menekan biaya operasional.
Tren Global PHK di Era AI
Fenomena pemangkasan tenaga kerja juga terjadi di sejumlah perusahaan teknologi global yang sedang beralih ke teknologi AI. Banyak perusahaan melakukan restrukturisasi untuk meningkatkan efisiensi dan menyesuaikan kebutuhan tenaga kerja di era otomatisasi.
Langkah tersebut menunjukkan bagaimana teknologi AI mulai mengubah struktur organisasi perusahaan teknologi besar, termasuk kebutuhan terhadap jumlah karyawan di berbagai divisi.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login