Newestindonesia.co.id, Google mengejutkan dunia teknologi dengan memperkenalkan fitur baru pada AI Mode di mesin pencari utamanya yang mampu memberikan jawaban lebih personal kepada pengguna dengan memanfaatkan data dari layanan Google seperti Gmail dan Google Photos.
Fitur bernama Personal Intelligence ini menawarkan pengalaman pencarian yang lebih kontekstual dengan menghubungkan informasi personal pengguna — termasuk minat, kebiasaan, itinerary perjalanan, dan konten foto — untuk menciptakan respons yang relevan dan disesuaikan dengan kebutuhan individu.
Bagaimana Fitur Ini Bekerja
Menurut laporan terbaru, AI Mode yang sudah diperkenalkan sebelumnya di Google Search kini memiliki opsi baru yang bisa diaktifkan oleh pengguna untuk mengambil data dari:
- Gmail (misalnya email tiket perjalanan, konfirmasi hotel)
- Google Photos (foto perjalanan atau kegiatan sehari-hari)
- Riwayat kegiatan lain di akun Google
Dengan mengaktifkan Personal Intelligence, Google Search dapat merangkai informasi ini untuk merespons pertanyaan dengan detail unik — seperti rekomendasi tempat makan berdasarkan foto yang pernah diambil, menyusun rencana liburan dari detail email, atau mengusulkan konten yang sesuai selera pengguna.
Dalam penjelasan yang dikutip, Google menyatakan bahwa fitur ini akan memanfaatkan teknologi terbaru dari model AI mereka, Gemini 3i (Generative AI Model), yang diluncurkan pada akhir 2025 dan kini menjadi tulang punggung layanan AI di Search serta aplikasi lain.
Meski demikian, Google menegaskan bahwa data pribadi dari Gmail dan Google Photos tidak digunakan untuk melatih model AI secara umum — melainkan hanya diakses ketika diminta secara jelas oleh pengguna untuk menjawab kueri tertentu.
Ketersediaan dan Syarat Penggunaan
Saat ini, fitur Personal Intelligence:
- Baru tersedia di Amerika Serikat
- Untuk pengguna yang berlangganan Google AI Pro dan AI Ultra
- Juga tersedia melalui platform Google Labs untuk akun Google pribadi
Google juga mengatakan rencana untuk memperluas kemampuan ini ke pengguna di negara lain dan akun gratis sebelum akhir 2026.
Privasi dan Kontrol Pengguna
Google menekankan bahwa fitur ini bersifat opsional (opt-in) — pengguna harus secara eksplisit memberi izin untuk menghubungkan layanan seperti Gmail dan Google Photos ke AI Mode. Selain itu, pengguna dapat memilih aplikasi mana saja yang ingin dihubungkan atau memutus akses kapan saja.
Langkah ini mencerminkan upaya Google untuk menyeimbangkan fungsi personal dengan perlindungan privasi pengguna, sekaligus menjaga transparansi dalam penggunaan data yang bersifat sensitif.
Mengapa Ini Penting di Dunia Tech Saat Ini
Peluncuran Personal Intelligence terjadi di tengah persaingan sengit antara penyedia teknologi besar dalam menghadirkan pengalaman AI yang lebih pintar dan intuitif. Model AI generatif seperti Gemini terus berkembang untuk bisa memahami konteks pengguna lebih dalam dibandingkan sekadar menjawab kueri dasar.
Pendekatan ini juga sejalan dengan arus inovasi dari perusahaan lain, termasuk integrasi AI dalam layanan besar seperti asisten Siri di Apple, yang kini memanfaatkan teknologi AI dari Google di beberapa fitur.
(DAW)




You must be logged in to post a comment Login