Pesan itu menyiratkan tekanan batin yang dirasakan Ressa selama bertahun-tahun. Dia menuturkan bahwa ketidakjelasan status membuatnya sulit menjalani kehidupan yang tenang.
Tak Hanya Sekadar Gugatan: Rindu, Iri, dan Kesakitan
Selain harapannya terhadap pengakuan, Ressa juga mengungkapkan perasaan lain yang lebih dalam. Ia merasa pernah mengalami “masa terpuruk” dan sempat menyimpan rasa iri ketika melihat perjuangan Denada merawat putrinya, Aisha Aurum, yang dulu mengalami penyakit serius dan kini telah sembuh total.
“Kenapa kok ada aku yang sehat, maksudnya kenapa kok sampai diginiin? Padahal anaknya yang itu (Aisha) sakit sampai Mbak Denadanya jatuh bangun begitu. Ya iri ada sedikit,” ungkap Ressa dalam pernyataannya kepada media.
Di sisi lain, Ressa menyatakan bahwa rasa benci bukanlah pilihannya. Ia berpegang pada ajaran ibu angkatnya, Ratih, yang menanamkan nilai ketulusan dan pengampunan.
“Bagaimanapun itu tetap ibu saya. Jelek buruknya kan tetap yang melahirkan. Ibu (Ratih) mengajarkan saya untuk punya hati yang tulus… enggak boleh benci sama orang, harus baik,” katanya.
Baca di halaman selanjutnya >>>
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti Sekarang



You must be logged in to post a comment Login