Newestindonesia.co.id, Grup musik legendaris Indonesia, Slank, sukses menghadirkan warna berbeda saat tampil pada hari ketiga Java Jazz Festival 2026. Band yang identik dengan musik rock and roll itu tampil lebih elegan dengan aransemen jazz yang segar, namun tetap mempertahankan identitas khas mereka di atas panggung.
Penampilan Slank menjadi salah satu momen yang paling dinantikan dalam gelaran festival musik jazz terbesar di Indonesia tersebut. Kehadiran mereka terasa spesial karena menjadi penampilan perdana di Java Jazz Festival setelah terakhir kali tampil pada 2009, atau sekitar 17 tahun lalu.
Aksi panggung Slank dibuka melalui lagu “Bang Bang Tut” yang dibawakan dengan sentuhan aransemen baru. Sejak lagu pertama dimainkan, penonton langsung larut dalam suasana dan ikut bernyanyi bersama.
Energi pertunjukan terus meningkat saat Slank membawakan sejumlah lagu andalan mereka seperti “Tong Kosong” dan “Mawar Merah”. Aransemen bernuansa jazz membuat lagu-lagu tersebut terdengar berbeda, namun tetap mempertahankan karakter yang sudah melekat di telinga para penggemarnya.
Tak berhenti di situ, lagu-lagu legendaris seperti “Poppies Lane Memory” dan “Sympathy Blue” juga masuk dalam daftar penampilan. Ribuan penonton yang memadati area festival tampak ikut bernyanyi dari awal hingga akhir lagu, menciptakan suasana nostalgia yang hangat.
Salah satu momen yang paling menyita perhatian terjadi ketika drummer sekaligus pendiri Slank, Bimbim, maju ke depan panggung dan mengambil alih posisi vokal utama.
Dalam kesempatan itu, Bimbim membawakan lagu “Esok Kan Masih Ada”. Penampilan tersebut menghadirkan nuansa yang lebih intim di tengah megahnya panggung festival dan mendapat sambutan meriah dari penonton yang hadir.
Slank juga memperkenalkan lagu terbaru mereka berjudul “Republik FUFUFAFA”. Lagu tersebut menjadi salah satu materi baru yang dibawakan di hadapan ribuan penonton Java Jazz Festival 2026.
Puncak kejutan hadir ketika Slank mewujudkan salah satu mimpi lama mereka, yakni tampil satu panggung bersama penyanyi jazz senior Margie Segers.
Sebelum kolaborasi dimulai, vokalis Slank, Kaka, mengungkapkan kebahagiaannya kepada penonton.
“Ada mimpi, beberapa mimpi yang belum kesampaian. Alhamdulillah di Java Jazz Festival 2026 ini ada mimpi kita yang akan kesampaian. Kita mau duet sama the one and only, Margie Segers,” ujar Kaka saat memperkenalkan sang penyanyi ke atas panggung, dikutip melalui detikPop, Senin (1 Juni 2026).
Kolaborasi tersebut menjadi salah satu momen yang sebelumnya sudah dijanjikan Slank kepada para penggemar. Sejak konferensi pers menjelang festival, Bimbim memang mengisyaratkan adanya kolaborasi spesial yang akan membuat penampilan mereka berbeda dari biasanya.
Meski tampil dalam festival jazz dan membawakan aransemen yang lebih lembut, Slank tetap tidak meninggalkan karakter rock and roll yang selama ini menjadi identitas mereka.
Hal itu terlihat dari aksi panggung khas Kaka yang tetap tampil topless di atas panggung. Kehadiran elemen rock tersebut menjadi penanda bahwa Slank tetap membawa semangat yang sama meskipun berada dalam lingkungan festival jazz.
Kembalinya Slank ke Java Jazz Festival setelah 17 tahun pun dinilai bukan sekadar pelengkap line-up acara. Penampilan mereka menjadi catatan penting dalam sejarah festival karena berhasil menghadirkan perpaduan unik antara jazz dan rock yang diterima hangat oleh penonton lintas generasi.
Dengan aransemen baru, kolaborasi impian bersama Margie Segers, serta energi panggung yang tetap khas, Slank membuktikan bahwa mereka masih memiliki tempat istimewa di hati pencinta musik Indonesia dan mampu beradaptasi dengan berbagai genre tanpa kehilangan jati diri.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp


