Newestindonesia.co.id, Penyakit campak masih menjadi salah satu penyakit menular yang sering menyerang anak-anak, namun juga dapat dialami orang dewasa. Meski sudah tersedia vaksin yang efektif, kasus campak masih terus muncul di berbagai daerah, terutama pada masyarakat dengan cakupan imunisasi rendah.
Campak bukan sekadar penyakit ringan dengan ruam kulit biasa. Dalam beberapa kasus, campak bisa menimbulkan komplikasi serius seperti pneumonia, diare berat, hingga radang otak yang berisiko fatal.
Lantas, apa sebenarnya penyakit campak itu? Bagaimana gejalanya, cara penularannya, serta bagaimana pengobatan dan pencegahannya? Berikut penjelasan lengkapnya.
Pengertian Penyakit Campak
Campak adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh virus measles (morbillivirus). Penyakit ini menyerang saluran pernapasan dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah.
Campak sangat mudah menular, terutama melalui:
- Percikan air liur saat penderita batuk atau bersin
- Kontak langsung dengan cairan hidung atau tenggorokan penderita
- Udara di ruangan tertutup yang terkontaminasi virus
Virus campak dapat bertahan di udara hingga dua jam setelah penderita batuk atau bersin. Inilah yang membuat campak cepat menyebar, khususnya di lingkungan padat seperti sekolah, rumah, dan tempat umum.
Siapa yang Paling Berisiko Terkena Campak?
Beberapa kelompok yang paling rentan terkena campak antara lain:
- Anak-anak yang belum mendapat imunisasi
- Bayi di bawah usia 1 tahun
- Orang dewasa yang belum pernah vaksin campak
- Orang dengan daya tahan tubuh lemah
- Masyarakat dengan akses kesehatan terbatas
Walaupun lebih sering terjadi pada anak-anak, campak pada orang dewasa justru sering menimbulkan gejala yang lebih berat.
Gejala Penyakit Campak
Gejala campak biasanya muncul 7–14 hari setelah seseorang terpapar virus. Awalnya mirip flu biasa, kemudian berkembang menjadi ruam khas di seluruh tubuh.
Tahapan gejala campak:
1. Gejala awal (prodromal)
- Demam tinggi (bisa mencapai 39–40°C)
- Batuk kering
- Pilek atau hidung berair
- Mata merah dan berair (konjungtivitis)
- Tubuh lemas
2. Muncul bercak putih di mulut
Beberapa hari kemudian muncul bercak kecil putih kebiruan di dalam mulut yang disebut bercak Koplik. Ini menjadi tanda khas campak.
3. Ruam kulit
- Ruam merah muncul dari wajah dan leher
- Menyebar ke dada, punggung, tangan, dan kaki
- Disertai demam yang semakin tinggi
Ruam biasanya berlangsung 5–7 hari sebelum menghilang secara bertahap.
Penyebab dan Cara Penularan Campak
Penyebab utama campak adalah virus measles yang sangat menular. Penularan bisa terjadi hanya dengan berada di ruangan yang sama dengan penderita.
Satu orang penderita campak dapat menularkan virus kepada 9 dari 10 orang di sekitarnya jika belum kebal.
Penularan terjadi melalui:
- Udara (droplet pernapasan)
- Kontak langsung dengan lendir penderita
- Permukaan benda yang terkontaminasi virus
Karena itulah, wabah campak sering muncul di daerah dengan tingkat imunisasi rendah.
Apakah Campak Berbahaya?
Dalam banyak kasus, campak bisa sembuh sendiri. Namun, risiko komplikasi tidak boleh dianggap sepele, terutama pada bayi dan orang dengan daya tahan tubuh rendah.
Komplikasi campak yang bisa terjadi:
- Pneumonia (infeksi paru-paru)
- Diare berat dan dehidrasi
- Infeksi telinga
- Radang otak (ensefalitis)
- Kebutaan
- Kematian (pada kasus berat)
Menurut data kesehatan global, campak masih menjadi penyebab kematian anak akibat penyakit menular di berbagai negara berkembang.
Pengobatan Penyakit Campak
Hingga saat ini, tidak ada obat khusus yang bisa membunuh virus campak secara langsung. Pengobatan bertujuan untuk meredakan gejala dan mencegah komplikasi.
Perawatan yang biasanya dilakukan:
- Istirahat total
- Banyak minum cairan
- Obat penurun panas (seperti parasetamol)
- Vitamin A sesuai anjuran dokter
- Menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan
Jika muncul komplikasi seperti sesak napas atau dehidrasi, penderita perlu dirawat di rumah sakit.
Penting: Jangan memberikan antibiotik kecuali atas anjuran dokter, karena campak disebabkan oleh virus, bukan bakteri.
Cara Mencegah Penyakit Campak
Pencegahan paling efektif terhadap campak adalah imunisasi.
Vaksin campak biasanya diberikan:
- Usia 9 bulan
- Dosis lanjutan saat usia 18 bulan
- Booster saat usia sekolah
Vaksin ini sangat efektif dan aman, mampu mencegah lebih dari 95% kasus campak.
Selain vaksinasi:
- Hindari kontak dengan penderita campak
- Gunakan masker jika berada di lingkungan wabah
- Terapkan kebersihan tangan
- Jaga daya tahan tubuh
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan jika:
- Demam tinggi lebih dari 3 hari
- Ruam menyebar disertai lemas berat
- Anak sulit makan dan minum
- Sesak napas
- Kejang atau penurunan kesadaran
Penanganan cepat dapat mencegah komplikasi serius.
Penyakit campak adalah infeksi virus yang sangat menular dan tidak boleh dianggap sepele. Meski sering menyerang anak-anak, campak bisa berdampak serius bagi siapa saja, terutama yang belum mendapatkan imunisasi.
Gejala awal sering menyerupai flu biasa, namun diikuti demam tinggi dan ruam merah khas di seluruh tubuh. Hingga kini belum ada obat khusus untuk virus campak, sehingga pencegahan melalui vaksinasi menjadi langkah paling penting.
Dengan imunisasi lengkap, menjaga kebersihan, dan kewaspadaan dini, penyakit campak dapat dicegah dan tidak lagi menjadi ancaman serius bagi masyarakat.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login