Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Kesehatan

Waspada Campak! Ini Tanda Awal, Dampak, Dan Cara Mencegahnya

Foto: iStock/koto_feja

Newestindonesia.co.id, Penyakit campak masih menjadi salah satu penyakit menular yang sering menyerang anak-anak, namun juga dapat dialami orang dewasa. Meski sudah tersedia vaksin yang efektif, kasus campak masih terus muncul di berbagai daerah, terutama pada masyarakat dengan cakupan imunisasi rendah.

Campak bukan sekadar penyakit ringan dengan ruam kulit biasa. Dalam beberapa kasus, campak bisa menimbulkan komplikasi serius seperti pneumonia, diare berat, hingga radang otak yang berisiko fatal.

Lantas, apa sebenarnya penyakit campak itu? Bagaimana gejalanya, cara penularannya, serta bagaimana pengobatan dan pencegahannya? Berikut penjelasan lengkapnya.

Pengertian Penyakit Campak

Campak adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh virus measles (morbillivirus). Penyakit ini menyerang saluran pernapasan dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Campak sangat mudah menular, terutama melalui:

  • Percikan air liur saat penderita batuk atau bersin
  • Kontak langsung dengan cairan hidung atau tenggorokan penderita
  • Udara di ruangan tertutup yang terkontaminasi virus

Virus campak dapat bertahan di udara hingga dua jam setelah penderita batuk atau bersin. Inilah yang membuat campak cepat menyebar, khususnya di lingkungan padat seperti sekolah, rumah, dan tempat umum.

Siapa yang Paling Berisiko Terkena Campak?

Beberapa kelompok yang paling rentan terkena campak antara lain:

  • Anak-anak yang belum mendapat imunisasi
  • Bayi di bawah usia 1 tahun
  • Orang dewasa yang belum pernah vaksin campak
  • Orang dengan daya tahan tubuh lemah
  • Masyarakat dengan akses kesehatan terbatas

Walaupun lebih sering terjadi pada anak-anak, campak pada orang dewasa justru sering menimbulkan gejala yang lebih berat.

Gejala Penyakit Campak

Gejala campak biasanya muncul 7–14 hari setelah seseorang terpapar virus. Awalnya mirip flu biasa, kemudian berkembang menjadi ruam khas di seluruh tubuh.

Baca juga:  Kaki Keseleo Jangan Dipijat Sembarangan, Ini Penanganan yang Tepat

Tahapan gejala campak:

1. Gejala awal (prodromal)

Advertisement. Scroll to continue reading.
  • Demam tinggi (bisa mencapai 39–40°C)
  • Batuk kering
  • Pilek atau hidung berair
  • Mata merah dan berair (konjungtivitis)
  • Tubuh lemas

2. Muncul bercak putih di mulut

Beberapa hari kemudian muncul bercak kecil putih kebiruan di dalam mulut yang disebut bercak Koplik. Ini menjadi tanda khas campak.

3. Ruam kulit

  • Ruam merah muncul dari wajah dan leher
  • Menyebar ke dada, punggung, tangan, dan kaki
  • Disertai demam yang semakin tinggi

Ruam biasanya berlangsung 5–7 hari sebelum menghilang secara bertahap.

Penyebab dan Cara Penularan Campak

Penyebab utama campak adalah virus measles yang sangat menular. Penularan bisa terjadi hanya dengan berada di ruangan yang sama dengan penderita.

Satu orang penderita campak dapat menularkan virus kepada 9 dari 10 orang di sekitarnya jika belum kebal.

Penularan terjadi melalui:

  • Udara (droplet pernapasan)
  • Kontak langsung dengan lendir penderita
  • Permukaan benda yang terkontaminasi virus

Karena itulah, wabah campak sering muncul di daerah dengan tingkat imunisasi rendah.

Apakah Campak Berbahaya?

Dalam banyak kasus, campak bisa sembuh sendiri. Namun, risiko komplikasi tidak boleh dianggap sepele, terutama pada bayi dan orang dengan daya tahan tubuh rendah.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Komplikasi campak yang bisa terjadi:

  • Pneumonia (infeksi paru-paru)
  • Diare berat dan dehidrasi
  • Infeksi telinga
  • Radang otak (ensefalitis)
  • Kebutaan
  • Kematian (pada kasus berat)

Menurut data kesehatan global, campak masih menjadi penyebab kematian anak akibat penyakit menular di berbagai negara berkembang.

Pengobatan Penyakit Campak

Hingga saat ini, tidak ada obat khusus yang bisa membunuh virus campak secara langsung. Pengobatan bertujuan untuk meredakan gejala dan mencegah komplikasi.

Baca juga:  Mandi Jam 12 Malam Apakah Baik Untuk Kesehatan? Ini Penjelasannya!

Perawatan yang biasanya dilakukan:

  • Istirahat total
  • Banyak minum cairan
  • Obat penurun panas (seperti parasetamol)
  • Vitamin A sesuai anjuran dokter
  • Menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan

Jika muncul komplikasi seperti sesak napas atau dehidrasi, penderita perlu dirawat di rumah sakit.

Penting: Jangan memberikan antibiotik kecuali atas anjuran dokter, karena campak disebabkan oleh virus, bukan bakteri.

Cara Mencegah Penyakit Campak

Pencegahan paling efektif terhadap campak adalah imunisasi.

Vaksin campak biasanya diberikan:

  • Usia 9 bulan
  • Dosis lanjutan saat usia 18 bulan
  • Booster saat usia sekolah

Vaksin ini sangat efektif dan aman, mampu mencegah lebih dari 95% kasus campak.

Selain vaksinasi:

Advertisement. Scroll to continue reading.
  • Hindari kontak dengan penderita campak
  • Gunakan masker jika berada di lingkungan wabah
  • Terapkan kebersihan tangan
  • Jaga daya tahan tubuh

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan jika:

  • Demam tinggi lebih dari 3 hari
  • Ruam menyebar disertai lemas berat
  • Anak sulit makan dan minum
  • Sesak napas
  • Kejang atau penurunan kesadaran

Penanganan cepat dapat mencegah komplikasi serius.

Penyakit campak adalah infeksi virus yang sangat menular dan tidak boleh dianggap sepele. Meski sering menyerang anak-anak, campak bisa berdampak serius bagi siapa saja, terutama yang belum mendapatkan imunisasi.

Gejala awal sering menyerupai flu biasa, namun diikuti demam tinggi dan ruam merah khas di seluruh tubuh. Hingga kini belum ada obat khusus untuk virus campak, sehingga pencegahan melalui vaksinasi menjadi langkah paling penting.

Dengan imunisasi lengkap, menjaga kebersihan, dan kewaspadaan dini, penyakit campak dapat dicegah dan tidak lagi menjadi ancaman serius bagi masyarakat.

(DAW)

Advertisement. Scroll to continue reading.
Baca juga:  Cara Alami Atasi Ketombe Di Kepala: Pakai Lidah Buaya Hingga Produk Khusus
Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Nasional

Newestindonesia.co.id – Jakarta, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menyatakan telah menerima notifikasi resmi dari otoritas kesehatan Australia mengenai dua kasus penyakit campak (measles)...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) merespons serius notifikasi resmi kasus campak yang dilaporkan otoritas kesehatan Australia pada seorang warga negara asing (WNA)...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Banyak perempuan merasa perubahan pada area kewanitaan setelah melahirkan, bertambah usia, atau karena aktivitas tertentu. Salah satu keluhan yang sering muncul adalah vagina...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Isu ukuran penis sering menjadi topik sensitif bagi banyak pria. Tidak sedikit yang merasa kurang percaya diri dan mencari cara memperbesar penis secara...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Bau tak sedap dari mulut sering kali membuat seseorang kehilangan rasa percaya diri. Banyak orang menyadari bau tersebut muncul setelah makan, terutama jika...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Puasa merupakan ibadah yang membawa banyak manfaat, baik secara spiritual maupun kesehatan. Namun, salah satu keluhan yang paling sering dialami banyak orang saat...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Program BPJS Kesehatan tetap menjadi pondasi utama dalam sistem jaminan layanan medis di Indonesia, namun aturan terbaru mempertegas sejumlah pengecualian yang perlu diketahui...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) kembali menemukan sembilan produk obat bahan alam (OBA) yang beredar tanpa izin dan positif...

Advertisement