Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Kesehatan

Penyebab Sebenarnya Bau Dari Sisa Makanan di Gigi, Ternyata Karena Ini

Foto: iStock/Tigercat_LPG

Newestindonesia.co.id, Bau tak sedap dari mulut sering kali membuat seseorang kehilangan rasa percaya diri. Banyak orang menyadari bau tersebut muncul setelah makan, terutama jika ada makanan yang terselip di sela-sela gigi. Pertanyaannya, kenapa makanan sisa di gigi bisa menimbulkan bau yang tidak sedap?

Masalah ini bukan sekadar persoalan kebersihan biasa. Ada proses biologis dan kimiawi yang terjadi di dalam rongga mulut ketika sisa makanan dibiarkan terlalu lama. Artikel ini akan membahas secara lengkap penyebab, proses terjadinya bau, dampaknya bagi kesehatan, hingga cara efektif untuk mencegah dan mengatasinya.

Proses Terjadinya Bau pada Sisa Makanan di Gigi

Secara alami, mulut manusia dihuni oleh jutaan bakteri. Sebagian besar bakteri ini sebenarnya tidak berbahaya. Namun, ketika ada sisa makanan yang tertinggal di sela-sela gigi atau gusi, bakteri akan memecah partikel makanan tersebut.

Proses pemecahan ini menghasilkan senyawa yang disebut volatile sulfur compounds (VSCs) atau senyawa sulfur mudah menguap. Senyawa inilah yang menjadi penyebab utama bau tidak sedap.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Beberapa jenis gas yang dihasilkan antara lain:

  • Hidrogen sulfida (berbau seperti telur busuk)
  • Metil merkaptan (berbau tajam dan menyengat)
  • Dimetil sulfida

Semakin lama sisa makanan menempel, semakin banyak bakteri berkembang biak dan semakin kuat bau yang dihasilkan.

Mengapa Sisa Makanan Mudah Menimbulkan Bau?

Ada beberapa faktor yang membuat sisa makanan di gigi cepat menimbulkan aroma tidak sedap:

1. Lingkungan Mulut yang Lembap

Mulut adalah tempat yang hangat dan lembap—kondisi ideal untuk pertumbuhan bakteri.

2. Kandungan Protein Tinggi

Makanan berprotein seperti daging, susu, dan telur lebih mudah menghasilkan senyawa sulfur saat diurai bakteri.

Advertisement. Scroll to continue reading.

3. Sisa Karbohidrat Lengket

Makanan seperti roti, permen, dan nasi mudah menempel di sela-sela gigi dan sulit dibersihkan tanpa flossing.

Baca juga:  Mandi Jam 12 Malam Apakah Baik Untuk Kesehatan? Ini Penjelasannya!

4. Kurangnya Produksi Air Liur

Air liur berfungsi membersihkan mulut secara alami. Jika produksi air liur berkurang (misalnya saat dehidrasi atau saat tidur), bau akan lebih mudah muncul.

Peran Plak dan Karang Gigi

Ketika sisa makanan tidak dibersihkan, bakteri membentuk lapisan lengket yang disebut plak. Jika plak dibiarkan, ia akan mengeras menjadi karang gigi.

Plak dan karang gigi menjadi tempat favorit bakteri berkembang. Selain menyebabkan bau, kondisi ini juga bisa memicu:

Advertisement. Scroll to continue reading.
  • Radang gusi (gingivitis)
  • Gigi berlubang
  • Penyakit periodontal
  • Gusi berdarah

Bau yang berasal dari plak biasanya lebih menyengat karena bakteri berkembang dalam jumlah besar.

Apakah Semua Bau Mulut Berasal dari Sisa Makanan?

Tidak selalu. Bau mulut atau halitosis bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Namun, sekitar 80–90 persen kasus bau mulut memang berasal dari masalah dalam rongga mulut, termasuk sisa makanan.

Beberapa penyebab lainnya meliputi:

  • Lidah yang kotor
  • Infeksi gusi
  • Gigi berlubang
  • Mulut kering kronis
  • Kebiasaan merokok

Dalam beberapa kasus, bau mulut juga bisa terkait dengan gangguan pencernaan atau penyakit tertentu seperti diabetes dan infeksi saluran pernapasan.

Namun, jika bau muncul setelah makan dan hilang setelah menyikat gigi, besar kemungkinan penyebabnya adalah sisa makanan.

Mengapa Bau Terasa Lebih Parah di Pagi Hari?

Banyak orang mengalami bau mulut yang lebih kuat saat bangun tidur. Ini terjadi karena produksi air liur menurun drastis saat tidur.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Air liur berfungsi sebagai “pembersih alami” yang membantu menghilangkan partikel makanan dan mengontrol populasi bakteri. Tanpa air liur yang cukup, bakteri berkembang lebih cepat dan menghasilkan lebih banyak gas berbau.

Jika sebelum tidur masih ada sisa makanan di gigi, maka baunya akan semakin kuat saat pagi hari.

Baca juga:  Ini Bahaya Fatal Ekstasi Yang Harus Diketahui Agar Tidak Tergoda Mengonsumsi

Jenis Makanan yang Paling Sering Menyebabkan Bau

Beberapa makanan memang lebih berisiko menyebabkan bau ketika terselip di gigi:

  1. Daging merah
  2. Produk susu
  3. Bawang putih dan bawang merah
  4. Makanan manis dan lengket
  5. Makanan tinggi karbohidrat sederhana

Selain karena sisa yang membusuk, beberapa makanan seperti bawang juga mengandung senyawa sulfur alami yang dapat terserap ke aliran darah dan keluar melalui napas.

Dampak Jika Sisa Makanan Tidak Dibersihkan

Masalah bau hanyalah awal dari risiko yang lebih besar. Jika kebiasaan ini terus berlanjut, dampaknya bisa serius:

Advertisement. Scroll to continue reading.
  • Kerusakan enamel gigi
  • Gigi berlubang permanen
  • Infeksi akar gigi
  • Gusi turun
  • Risiko kehilangan gigi

Bakteri dari mulut juga dapat masuk ke aliran darah dan berkontribusi pada masalah kesehatan lain, termasuk gangguan jantung dalam kasus tertentu.

Karena itu, menjaga kebersihan mulut bukan hanya soal estetika, tetapi juga kesehatan jangka panjang.

Cara Efektif Mengatasi Bau Akibat Sisa Makanan

Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:

1. Sikat Gigi dengan Teknik yang Benar

Sikat minimal dua kali sehari selama dua menit menggunakan pasta gigi berfluoride.

2. Gunakan Benang Gigi (Flossing)

Flossing membantu membersihkan sela-sela gigi yang tidak terjangkau sikat.

Advertisement. Scroll to continue reading.

3. Bersihkan Lidah

Lidah adalah tempat bakteri menumpuk. Gunakan tongue scraper atau bagian belakang sikat gigi.

4. Berkumur dengan Obat Kumur Antibakteri

Pilih obat kumur yang mengandung antiseptik ringan untuk membunuh bakteri penyebab bau.

5. Perbanyak Minum Air Putih

Air membantu menjaga produksi air liur dan membersihkan sisa makanan.

6. Rutin Periksa ke Dokter Gigi

Pemeriksaan setiap enam bulan sekali membantu mendeteksi masalah sejak dini.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Tanda Bau Sudah Perlu Penanganan Medis

Jika Anda mengalami kondisi berikut, sebaiknya berkonsultasi ke dokter gigi:

Baca juga:  Benarkah Membaca Novel Bikin Cerdas? Ini Penjelasan Lengkap Dari Pakar Neurosains
  • Bau tidak hilang meski sudah sikat gigi
  • Gusi sering berdarah
  • Nyeri pada gigi atau gusi
  • Gigi terasa goyang
  • Ada rasa pahit atau asam di mulut

Bau kronis bisa menjadi tanda penyakit periodontal yang membutuhkan perawatan profesional.

Apakah Permen dan Mouth Spray Cukup?

Banyak orang mengandalkan permen mint atau mouth spray untuk mengatasi bau. Namun, ini hanya solusi sementara.

Permen hanya menutupi bau, bukan menghilangkan penyebabnya. Bahkan, jika permen mengandung gula, justru bisa memperburuk kondisi karena memberi “makanan baru” bagi bakteri.

Solusi terbaik tetaplah membersihkan sumber masalahnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Tips Mencegah Sisa Makanan Terselip

Beberapa kebiasaan sederhana bisa membantu:

  • Kunyah makanan dengan baik
  • Hindari makan terburu-buru
  • Gunakan tusuk gigi khusus dental (bukan benda tajam sembarangan)
  • Konsumsi buah berserat seperti apel setelah makan
  • Batasi makanan lengket

Buah berserat membantu “membersihkan” gigi secara alami melalui gesekan saat mengunyah.

Kesimpulan

Sisa makanan di gigi bisa menimbulkan bau karena proses penguraian oleh bakteri yang menghasilkan gas sulfur beraroma tajam. Lingkungan mulut yang lembap dan hangat membuat bakteri berkembang dengan cepat, terutama jika kebersihan tidak terjaga.

Bau akibat sisa makanan bukan hanya masalah kepercayaan diri, tetapi juga tanda potensi gangguan kesehatan gigi dan gusi. Dengan menjaga kebersihan mulut secara rutin dan benar, risiko bau dapat dikendalikan secara efektif.

Kesehatan mulut adalah cerminan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Jangan tunggu bau menjadi parah—mulailah dari kebiasaan sederhana hari ini.

Advertisement. Scroll to continue reading.

(DAW)

Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Penyakit campak masih menjadi salah satu penyakit menular yang sering menyerang anak-anak, namun juga dapat dialami orang dewasa. Meski sudah tersedia vaksin yang...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) merespons serius notifikasi resmi kasus campak yang dilaporkan otoritas kesehatan Australia pada seorang warga negara asing (WNA)...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Banyak perempuan merasa perubahan pada area kewanitaan setelah melahirkan, bertambah usia, atau karena aktivitas tertentu. Salah satu keluhan yang sering muncul adalah vagina...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Isu ukuran penis sering menjadi topik sensitif bagi banyak pria. Tidak sedikit yang merasa kurang percaya diri dan mencari cara memperbesar penis secara...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Puasa merupakan ibadah yang membawa banyak manfaat, baik secara spiritual maupun kesehatan. Namun, salah satu keluhan yang paling sering dialami banyak orang saat...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Program BPJS Kesehatan tetap menjadi pondasi utama dalam sistem jaminan layanan medis di Indonesia, namun aturan terbaru mempertegas sejumlah pengecualian yang perlu diketahui...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) kembali menemukan sembilan produk obat bahan alam (OBA) yang beredar tanpa izin dan positif...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id – Jakarta, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/D/539/2026 pada Rabu, 11 Februari 2026, yang menegaskan bahwa rumah...

Advertisement