Penumpukan Lendir Di Paru-Paru Jangan Diabaikan, Kenali Cara Mengatasinya

Human anatomy, lung muscle and skeletal, nervous system

Paru - paru. Foto: iStock/Just_Super

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Penumpukan lendir atau dahak di paru-paru dapat menyebabkan napas terasa lebih berat, dada penuh, hingga muncul suara “grok-grok” ketika bernapas. Kondisi ini umumnya terjadi akibat adanya peradangan atau iritasi pada saluran pernapasan yang memicu produksi lendir berlebih.

Menurut artikel kesehatan yang ditinjau oleh Redaksi Halodoc, tubuh manusia sebenarnya memproduksi lendir setiap hari sebagai bagian dari mekanisme pertahanan alami. Dalam kondisi normal, rambut-rambut halus atau silia yang terdapat di saluran pernapasan akan menggerakkan lendir menuju tenggorokan untuk kemudian ditelan atau dikeluarkan melalui batuk.

Proses tersebut dikenal sebagai pembersihan mukosiliar atau mucociliary clearance. Namun, ketika terjadi infeksi maupun iritasi kronis, produksi lendir meningkat dan teksturnya menjadi lebih kental sehingga sulit dikeluarkan. Akibatnya, lendir menumpuk di dalam paru-paru dan saluran napas.

Lendir Berlebih Berisiko Memperparah Infeksi

Halodoc menjelaskan bahwa kondisi ini tidak boleh dianggap sepele. Lendir kental yang terperangkap di paru-paru dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri.

“Jika tidak segera diatasi, lendir kental yang terperangkap di paru-paru dapat menjadi tempat berkembang biak yang ideal bagi bakteri patogen. Hal ini berisiko memperparah infeksi, memicu pneumonia, menurunkan fungsi paru secara drastis, hingga menyebabkan komplikasi pernapasan berat yang mengancam jiwa, terutama bagi individu dengan riwayat asma atau Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK),” tulis Halodoc.

Karena itu, membersihkan lendir dari saluran pernapasan dinilai penting untuk mempercepat proses pemulihan sekaligus menjaga fungsi paru tetap optimal.

Postural Drainage Memanfaatkan Gaya Gravitasi

Salah satu metode yang direkomendasikan adalah postural drainage atau fisioterapi dada. Teknik ini dilakukan dengan memanfaatkan gaya gravitasi untuk membantu lendir bergerak menuju saluran napas bagian atas sehingga lebih mudah dikeluarkan.

Baca juga:  Begini Siklus Haid Yang Normal pada Wanita Yang Perlu Diketahui

Menurut Halodoc, seseorang dapat melakukannya dengan berbaring tengkurap atau menyamping sambil menempatkan beberapa bantal di bawah pinggul sehingga posisi dada lebih rendah.

“Tahan posisi ini selama 10-15 menit sambil bernapas perlahan melalui hidung dan membuang napas lewat mulut. Teknik ini akan mempermudah lendir untuk mengalir keluar saat kamu batuk,” tulis Halodoc.

Metode ini kerap digunakan sebagai bagian dari fisioterapi pernapasan untuk membantu pasien dengan produksi dahak berlebih.

Menghirup Uap Hangat Dapat Membantu Mengencerkan Dahak

Cara lain yang dapat dilakukan adalah terapi uap hangat atau steam inhalation. Metode ini bertujuan melembapkan saluran pernapasan dan membantu melonggarkan lendir yang kental.

Halodoc menyebutkan bahwa terapi tersebut dapat dilakukan dengan menuangkan air panas ke dalam wadah besar, kemudian menghirup uapnya secara perlahan selama sekitar 10 menit.

“Kamu bisa meneteskan dua hingga tiga tetes minyak esensial seperti eucalyptus atau peppermint yang memiliki sifat antiinflamasi alami. Hirup uap hangat tersebut perlahan selama 10 menit dan lakukan dua hingga tiga kali sehari,” jelas Halodoc.

Hidrasi yang Cukup Membuat Lendir Lebih Encer

Asupan cairan yang memadai juga berperan penting dalam menjaga konsistensi lendir agar tidak terlalu kental.

Menurut Halodoc, dehidrasi justru membuat dahak menjadi lebih lengket sehingga semakin sulit dikeluarkan.

“Pastikan kamu minum air putih minimal 2 hingga 2,5 liter sehari. Sangat disarankan untuk mengonsumsi cairan hangat seperti air jahe, kaldu ayam bening, atau teh herbal hangat, karena suhu panasnya dapat membantu melunakkan tumpukan lendir di dada,” tulis Halodoc.

Selain air putih, minuman hangat diketahui dapat memberikan rasa nyaman pada tenggorokan yang mengalami iritasi akibat batuk berkepanjangan.

Teknik Huff Coughing Membantu Mengeluarkan Lendir

Batuk terus-menerus tanpa teknik yang tepat justru dapat membuat tenggorokan semakin sakit dan melelahkan tubuh. Oleh sebab itu, Halodoc merekomendasikan teknik huff coughing.

Caranya dimulai dengan duduk tegak, kemudian menarik napas dalam melalui hidung hingga perut mengembang. Setelah itu, tahan napas selama tiga detik sebelum mengembuskannya dengan kuat melalui mulut yang sedikit terbuka sambil mengeluarkan suara seperti “haaah”.

Baca juga:  Penyebab Kanker Usus Dan Gejala Awal Yang Harus Diwaspadai

Menurut Halodoc, teknik tersebut membantu mendorong lendir keluar dari saluran pernapasan dengan lebih efektif dibandingkan batuk biasa.

Penting Menjaga Kesehatan Paru-Paru

Penumpukan lendir pada paru-paru memang umum terjadi saat seseorang mengalami infeksi saluran pernapasan atau paparan iritan dalam jangka panjang. Namun, kondisi ini tidak boleh diabaikan apabila disertai sesak napas berat, demam tinggi, atau tidak kunjung membaik.

Dengan menerapkan berbagai metode alami seperti fisioterapi dada, terapi uap hangat, menjaga hidrasi, serta teknik batuk yang tepat, proses pembersihan saluran napas dapat berlangsung lebih optimal.

Halodoc menegaskan bahwa kombinasi antara pengobatan medis dan perawatan mandiri di rumah dapat membantu memulihkan fungsi paru-paru dan meningkatkan kualitas hidup penderita.

(DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement