Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Kesehatan

Ciri-Ciri Terkena Dermatitis Dan HIV: Kenali Gejala Sejak Dini

Foto: iStock/AlxeyPnferov (Ilustrasi)

Newestindonesia.co.id, Dermatitis dan HIV merupakan dua kondisi medis yang berbeda, namun keduanya bisa mempengaruhi kulit dan sistem kekebalan tubuh. Mengenali gejala sejak dini sangat penting agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat. Artikel ini akan membahas ciri-ciri umum dari dermatitis dan HIV, serta hubungan antara keduanya.

Apa Itu Dermatitis?

Dermatitis adalah peradangan pada kulit yang menyebabkan gatal, ruam, kemerahan, dan terkadang bersisik atau melepuh. Kondisi ini bisa dipicu oleh alergi, iritasi, stres, atau faktor genetik.

Ciri-Ciri Umum Dermatitis:

  1. Ruam merah pada kulit.
  2. Gatal hebat, terutama pada malam hari.
  3. Kulit kering, bersisik, atau pecah-pecah.
  4. Muncul lepuhan kecil berisi cairan.
  5. Penebalan kulit bila digaruk terus-menerus.
  6. Sering kambuh, terutama jika terkena pemicu (sabun, deterjen, debu).

Jenis-jenis dermatitis yang paling umum:

  • Dermatitis atopik (eksim)
  • Dermatitis kontak (reaksi alergi atau iritasi)
  • Seborrheic dermatitis (berminyak dan bersisik, sering di kulit kepala)
  • Nummular dermatitis (bercak bulat)

Apa Itu HIV?

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, khususnya sel CD4. Jika tidak diobati, HIV dapat berkembang menjadi AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome), tahap akhir infeksi HIV.

Ciri-Ciri Awal Terkena HIV:

  1. Demam ringan yang tak kunjung sembuh.
  2. Ruam kulit atau bercak kemerahan.
  3. Sariawan atau infeksi jamur di mulut.
  4. Pembengkakan kelenjar getah bening (leher, ketiak, selangkangan).
  5. Nyeri otot dan sendi.
  6. Keringat malam berlebih.
  7. Penurunan berat badan drastis.
  8. Kelelahan ekstrem meskipun tidak banyak beraktivitas.

Ciri HIV Lanjut (AIDS):

  • Infeksi oportunistik (misalnya TBC, pneumonia).
  • Luka atau lesi di kulit dan mulut.
  • Sistem imun sangat lemah.

Apakah Dermatitis Bisa Menjadi Ciri HIV?

Ya, pada beberapa kasus, orang dengan HIV mengalami masalah kulit seperti dermatitis. Ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh mereka melemah, sehingga kulit menjadi lebih sensitif terhadap infeksi, alergi, dan iritasi.

Baca juga:  Hair Transplant Solusi Untuk Atasi Kebotakan Ketika Usia Muda, Apakah Aman?

Jenis masalah kulit yang sering terjadi pada penderita HIV:

  • Dermatitis seboroik parah.
  • Psoriasis yang memburuk.
  • Infeksi jamur kulit.
  • Eksim yang tak kunjung sembuh.

Namun, tidak semua dermatitis berarti HIV. Jika Anda mengalami gejala dermatitis bersamaan dengan tanda-tanda lain seperti demam berkepanjangan, penurunan berat badan, dan pembengkakan kelenjar, sebaiknya segera periksa ke dokter.

Apakah HIV Bisa Menular Lewat Dermatitis?

Tidak. HIV tidak menular lewat kulit yang terkena dermatitis atau kontak biasa. Penularan HIV hanya terjadi melalui:

Advertisement. Scroll to continue reading.
  • Hubungan seksual tanpa kondom.
  • Jarum suntik bergantian.
  • Transfusi darah yang terkontaminasi.
  • Dari ibu ke anak saat melahirkan atau menyusui.

Kesimpulan

Memahami perbedaan dan keterkaitan antara dermatitis dan HIV sangat penting untuk menjaga kesehatan kulit dan sistem imun. Bila Anda mengalami gejala yang mencurigakan, jangan tunda untuk melakukan pemeriksaan medis. Diagnosis dan penanganan dini bisa menyelamatkan hidup Anda.

Sumber: Berbagai sumber, Editor: DAW

Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Berita Lainnya

Kesehatan

Newestindonesia.co.id – Jakarta, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/D/539/2026 pada Rabu, 11 Februari 2026, yang menegaskan bahwa rumah...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Epilepsi adalah gangguan sistem saraf pusat yang ditandai dengan kejang berulang akibat aktivitas listrik otak yang tidak normal. Kejang ini bisa muncul dalam...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Kondisi penglihatan yang umum pada pria dan wanita di seluruh dunia, yaitu buta warna, ternyata bukan sekadar gangguan visual biasa. Dalam studi terbaru,...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Di dalam rongga mulut manusia terdapat sebuah jaringan kecil namun memiliki peran penting yang sering luput dari perhatian, yaitu frenulum. Frenulum adalah lipatan...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Penyakit jantung bawaan pada anak di Indonesia terus menjadi tantangan serius bagi sistem kesehatan nasional. Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, mengungkapkan bahwa...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Radang amandel atau tonsilitis menjadi salah satu gangguan kesehatan yang sering dialami anak-anak hingga orang dewasa. Kondisi ini menyebabkan sakit tenggorokan, sulit menelan,...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Kebiasaan duduk terlalu lama kini semakin umum, terutama pada pekerja kantoran, gamer, sopir, hingga pelajar yang belajar daring berjam-jam. Namun, di balik kenyamanan...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id – Jakarta, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap Virus Nipah, penyakit zoonotik yang memiliki tingkat fatalitas kasus atau...

Advertisement