Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Kesehatan

Ciri-Ciri Kanker Nasofaring: Gejala Awal Dan Hal Yang Harus Dihindari

Foto: Freepik

Newestindonesia.co.id, Kanker nasofaring adalah jenis kanker yang menyerang bagian atas tenggorokan, di belakang hidung. Penyakit ini cukup sering terjadi di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dan sering kali terlambat terdeteksi karena gejalanya mirip dengan penyakit ringan lainnya seperti flu atau infeksi tenggorokan.

Dalam artikel ini, kita akan membahas ciri-ciri kanker nasofaring dan hal-hal yang harus dihindari untuk mencegah serta memperlambat perkembangan penyakit ini.

Apa Itu Kanker Nasofaring?

Kanker nasofaring adalah kanker yang berkembang di nasofaring, yaitu bagian tenggorokan yang menghubungkan hidung dengan bagian belakang mulut. Kanker ini termasuk jenis kanker kepala dan leher, dan sering dikaitkan dengan infeksi virus Epstein-Barr (EBV), genetika, serta pola makan tertentu.


Ciri-Ciri Kanker Nasofaring

Berikut beberapa gejala awal kanker nasofaring yang perlu diwaspadai:

Advertisement. Scroll to continue reading.
  1. Hidung sering tersumbat atau mimisan
    • Terutama hanya di satu sisi hidung dan berlangsung lama.
  2. Benjolan di leher
    • Disebabkan oleh pembesaran kelenjar getah bening karena sel kanker menyebar.
  3. Gangguan pendengaran atau telinga berdengung (tinnitus)
    • Sering hanya di satu telinga, dan dapat menyebabkan gangguan keseimbangan.
  4. Sakit kepala yang berulang
    • Bisa terasa menekan di bagian wajah atau kepala bagian belakang.
  5. Sakit tenggorokan atau sulit menelan
    • Terutama bila berlangsung lama dan tak kunjung membaik.
  6. Penglihatan ganda atau mata juling
    • Menandakan kanker sudah menyebar ke saraf di sekitar otak.

Jika Anda mengalami satu atau lebih gejala di atas selama lebih dari dua minggu, sangat disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter THT.


Hal yang Harus Dihindari untuk Mencegah Kanker Nasofaring

Berikut adalah kebiasaan dan faktor risiko yang sebaiknya dihindari:

  1. Mengonsumsi makanan awetan berlebihan
    • Seperti ikan asin, makanan kaleng, atau makanan tinggi nitrosamin (zat pengawet yang bersifat karsinogenik).
  2. Paparan asap rokok dan polusi
    • Baik sebagai perokok aktif maupun pasif, meningkatkan risiko terkena kanker nasofaring.
  3. Kurangnya asupan buah dan sayur segar
    • Nutrisi yang kaya antioksidan sangat penting untuk melawan radikal bebas pemicu kanker.
  4. Kontak erat dengan penderita virus Epstein-Barr
    • EBV adalah salah satu pemicu utama kanker nasofaring.
  5. Menunda pemeriksaan saat mengalami gejala
    • Deteksi dini sangat penting untuk kesembuhan. Jangan abaikan gejala yang berlangsung lebih dari dua minggu.
Baca juga:  Ini Bahaya Fatal Ekstasi Yang Harus Diketahui Agar Tidak Tergoda Mengonsumsi

Pencegahan dan Deteksi Dini

  • Lakukan pemeriksaan rutin ke dokter THT jika Anda berada di kelompok risiko tinggi (misalnya, ada riwayat keluarga).
  • Jaga pola makan sehat dan hindari makanan tinggi pengawet.
  • Gunakan masker saat bekerja di lingkungan berdebu atau berpolusi.
  • Hindari merokok dan lingkungan yang terpapar asap rokok.

Jadi, Intinya Adalah…

Kanker nasofaring bisa menyerang siapa saja, tetapi dengan mengenali ciri-ciri awal dan menghindari faktor risikonya, kita dapat mencegah atau mendeteksi lebih dini penyakit ini. Jangan abaikan gejala ringan yang terus berulang, karena bisa jadi itu adalah tanda awal kanker. Konsultasi rutin dan gaya hidup sehat adalah kunci utama menjaga kesehatan nasofaring Anda.

Sumber: Berbagai sumber, Editor: DAW

Advertisement. Scroll to continue reading.
Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Internasional

Newestindonesia.co.id, Media sosial kembali memanas setelah munculnya komentar bernada rasis yang diduga dilontarkan oleh sebagian netizen Korea Selatan kepada warganet dari Asia Tenggara, termasuk...

Hiburan

Newestindonesia.co.id, Jagat media sosial kembali memanas menyusul munculnya perdebatan antara warganet Asia Tenggara dan sebagaian netizen Korea Selatan yang memicu solidaritas digital lintas negara...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id – Jakarta, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/D/539/2026 pada Rabu, 11 Februari 2026, yang menegaskan bahwa rumah...

Hiburan

Newestindonesia.co.id, Indonesia kembali tampil di panggung internasional seni dan film melalui partisipasinya dalam Asia Pacific Film Festival (APFF) 2026 yang berlangsung di Bern, Swiss,...

Wisata

Newestindonesia.co.id, Traveling ala backpacker bersama pasangan ke Vietnam bisa jadi pengalaman yang seru, romantis, sekaligus ramah di kantong. Negara di Asia Tenggara ini dikenal...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Epilepsi adalah gangguan sistem saraf pusat yang ditandai dengan kejang berulang akibat aktivitas listrik otak yang tidak normal. Kejang ini bisa muncul dalam...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Kondisi penglihatan yang umum pada pria dan wanita di seluruh dunia, yaitu buta warna, ternyata bukan sekadar gangguan visual biasa. Dalam studi terbaru,...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Di dalam rongga mulut manusia terdapat sebuah jaringan kecil namun memiliki peran penting yang sering luput dari perhatian, yaitu frenulum. Frenulum adalah lipatan...

Advertisement