Newestindonesia.co.id, Penyakit jantung bawaan pada anak di Indonesia terus menjadi tantangan serius bagi sistem kesehatan nasional. Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, mengungkapkan bahwa dari sekitar 50 ribu kasus kelainan jantung pada anak yang terdeteksi, hanya sekitar 5 ribu anak yang mampu mendapatkan penanganan medis memadai hingga saat ini.
“Di Indonesia itu kelainan jantung pada anak angkanya 8 dari 1.000 kelahiran, bayangkan. Yang terdeteksi secara keseluruhan itu ada 50 ribu yang mengalami kelainan jantung, yang bisa ditangani dan sanggup ditangani hanya 5 ribu anak,” ujar Dante kepada awak media di RS Harapan Kita, Jakarta Barat, Jumat (7/2/2026) dikutip detikHealth.
Hambatan Utama Penanganan
Menurut Wamenkes, sejumlah hambatan signifikan mendorong rendahnya angka penanganan kasus penyakit jantung bawaan pada anak:
- Antrean operasi yang panjang, menyebabkan banyak pasien harus menunggu lama untuk mendapatkan tindakan medis.
- Biaya operasi yang tinggi, di mana rata-rata biaya operasi jantung pada anak bisa mencapai Rp 100 juta. BPJS Kesehatan sebagaimana diakui hanya mampu menanggung sekitar Rp 30 juta dari total biaya tersebut.
“Jadi berbeda-beda (biaya operasi) dari yang paling ringan sampai yang paling berat, hampir rata-rata sekitar Rp 100 juta. Itu operasi jantungnya ditanggung oleh BPJS itu mungkin hanya Rp 30 juta. Yang lainnya bisa disubsidi rumah sakit,” ujar Dante.
Upaya dan Kolaborasi
Untuk mengatasi keterbatasan layanan ini, pemerintah Indonesia telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk organisasi sosial serta mitra internasional. Misalnya, kerja sama dengan King Salman Humanitarian Aid and Relief Center (KSR) dari Arab Saudi, yang menyediakan bantuan finansial puluhan miliar untuk menangani ratusan pasien jantung anak di Indonesia.
Selain bantuan asing, menurut Dante, pemerintah juga terus melakukan negosiasi agar porsi dukungan dari BPJS Kesehatan dapat diperluas, sehingga biaya besar operasi bisa lebih tercover secara nasional.
Gambaran Penyakit Jantung Bawaan
Penyakit jantung bawaan, secara medis dikenal sebagai Congenital Heart Disease (CHD), adalah kelainan struktur jantung yang sudah ada sejak lahir. Pada tingkat global, kondisi ini terjadi pada sekitar 1% dari seluruh kelahiran hidup, dan sering kali memerlukan intervensi bedah atau prosedur medis lanjutan untuk menyelamatkan nyawa pasiennya.
Kesimpulan
Meskipun data menunjukkan puluhan ribu anak di Indonesia hidup dengan penyakit jantung bawaan, akses terhadap pelayanan jantung yang memadai masih sangat terbatas.
Hambatan utama berupa biaya tinggi dan keterbatasan fasilitas kesehatan khusus anak menjadi tantangan yang mesti segera diatasi. Kolaborasi internasional, dukungan dana yang lebih kuat, serta peningkatan kapasitas penanganan medis di dalam negeri dipandang sebagai langkah strategis mengurangi kesenjangan ini.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login