Newestindonesia.co.id, Jagat media sosial kembali memanas menyusul munculnya perdebatan antara warganet Asia Tenggara dan sebagaian netizen Korea Selatan yang memicu solidaritas digital lintas negara ASEAN. Fenomena ini dikenal luas di platform X (sebelumnya Twitter) dengan julukan “SEAblings”, yang kemudian menjadi tagar trending dan simbol perlawanan terhadap komentar bernada rasis yang diduga dilontarkan oleh sebagian netizen Korea Selatan (K-Netz).
Kronologi Bermula dari Insiden Konser K-Pop
Perseteruan ini bermula pada awal Februari 2026 saat sebuah konser K-pop yang digelar di Malaysia menjadikan panggung perdebatan online. Sejumlah fansite asal Korea Selatan disebut telah melanggar aturan acara dengan membawa dan menggunakan kamera DSLR di area yang dilarang. Netizen Malaysia kemudian menyoroti pelanggaran tersebut sebagai tindakan yang menunjukkan ketidakpatuhan terhadap regulasi lokal.
Awal mula war antara SEAblings vs Netizen Korea (Knetz)
▪︎ Di Malaysia lagi ada konser salah satu artis korea. DI dunia perkpopan ada yg namanya fansite. (Fans yang biasanya motoin idol korea entah itu konser, fansign/aktivitas lain terus di post)
▪︎Di konser itu banyak… pic.twitter.com/U0NVGnhdIt— Dikara (@satzze) February 11, 2026
Namun kritik dari netizen Asia Tenggara tidak berhenti di situ. Menurut salah satu unggahan di X yang ikut mengulas peristiwa ini,
“Tetapi orang Korea marah dan mengatakan kami harus menerima budaya mereka, mereka mulai bersikap rasis. SEAblings bersatu untuk melawan balik.”
Unggahan ini memperlihatkan bagaimana percakapan soal aturan konser kemudian meluas menjadi debat yang menyasar kelompok sosial dan etnis tertentu.
Mengapa Tagar #Seablings Trending
Seiring meruncingnya debat tersebut di media sosial, banyak komentar netizen yang kemudian berubah menjadi serangan personal terhadap masyarakat Asia Tenggara. Beberapa unggahan yang beredar menyinggung aspek fisik, bahasa, serta kondisi ekonomi dan budaya negara-negara ASEAN seperti Indonesia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Ada pula narasi yang menyebut masyarakat ASEAN “bergantung pada K-pop” yang makin memicu kemarahan warganet.
Respons dari warganet ASEAN pun tak kalah masif. Netizen dari berbagai negara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam saling mendukung satu sama lain dengan membagikan meme, utas panjang, konten visual, serta komentar yang mengecam rasisme dan sikap superior. Salah satu unggahan Instagram bahkan mencatat, “South Korea vs EVERYBODY,” yang mendapatkan ribuan like dan komentar dengan nuansa solidaritas.
Apa Itu SEAblings?
Istilah SEAblings — gabungan kata Southeast Asia dan siblings (saudara) — kembali muncul sebagai simbol persatuan komunitas online di Asia Tenggara dalam menghadapi isu bersama di dunia maya. Tagar #Seablings digunakan secara luas oleh netizen dari berbagai negara ASEAN sebagai bentuk solidaritas digital menolak komentar bernada rasis.
Fenomena solidaritas ini bukan pertama kali terjadi. Dalam beberapa tahun terakhir, warganet Asia Tenggara sering kali bersatu melalui label SEAblings ketika menghadapi sentimen bersama di jagat maya, namun skala peristiwa kali ini dinilai lebih luas karena melibatkan perdebatan budaya pop global seperti K-pop serta respons lintas negara.
Reaksi dari Netizen Korea
Meski beberapa unggahan menunjukkan gelombang komentar negatif dari oknum netizen Korea Selatan, tidak semua pihak di Korea menyetujui sikap rasis tersebut. Sejumlah akun netizen Korea justru menyampaikan permintaan maaf atau mengakui bahwa perseteruan ini bermula dari kesalahpahaman budaya, bukan semata karena perbedaan etnis. Dorongan ini kemudian ikut memengaruhi dinamika percakapan yang lebih beragam di media sosial.
Perdebatan ini terus memicu diskusi luas di berbagai kanal media sosial sepanjang hari ini, khususnya di platform X, di mana tagar #Seablings masih bertahan sebagai trending topic di antara warganet di kawasan ASEAN. Peringatan soal pentingnya etika digital serta menghormati perbedaan budaya menjadi salah satu pembicaraan kunci yang muncul di tengah sorotan netizen.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login