Berburu Tiket VIP Konser BTS Di Jakarta, Sejumlah Penggemar Tertipu Jutaan Rupiah Melalui Media Sosial

gettyimages-1389407891-612x612

LAS VEGAS, NEVADA - 03 APRIL: (Kiri) Jimin, Jungkook, Suga, J-Hope, dan V dari BTS tampil di atas panggung selama Penghargaan GRAMMY Tahunan ke-64 di MGM Grand Garden Arena pada 03 April 2022 di Las Vegas, Nevada. (Foto oleh Kevin Mazur/Getty Images untuk The Recording Academy)

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Antusiasme luar biasa penggemar boy band asal Korea Selatan, BTS (Bangtan Boys), menyambut tur dunia mereka bertajuk “ARIRANG” justru dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Sejumlah penggemar di Indonesia mengaku telah menjadi korban penipuan tiket konser dengan kerugian mencapai jutaan rupiah, menyusul ketatnya persaingan berburu tiket resmi (war tiket).

Sebagai informasi, BTS dijadwalkan akan manggung di Jakarta pada 26 hingga 29 Desember 2026 mendatang. Walaupun gelaran konser baru akan dilaksanakan di akhir tahun, penjualan tiket resmi sudah dibuka sejak awal Juni lalu dan langsung memicu permintaan yang masif.

Tergiur Tiket VIP Lewat Media Sosial

Ketatnya persaingan war tiket dirasakan langsung oleh Nuansa Bening Difa Senja, yang akrab disapa Difa. Penggemar BTS sejak tahun 2019 asal Malang ini mengaku terkejut saat mengetahui dirinya harus bersaing dengan setidaknya 500.000 orang pada hari pertama penjualan.

Demi bisa melihat seluruh idolanya secara langsung saat sesi sound check, Difa bertekad memburu tiket kategori VIP. Sempat berharap jumlah pembeli akan menyusut di hari kedua, perkiraannya meleset. Ia bahkan sempat menggunakan layanan jasa titip (jastip), namun tetap berakhir dengan kegagalan.

“Tapi di dalam hati masih ngeyel, pengen lihat [BTS], itu ya manusia, enggak ada puasnya,” kata Difa seperti dikutip melalui ABC Australia.

Difa kemudian mencoba peruntungan lewat aplikasi media sosial Threads dua hari berselang. Ia menemukan sebuah akun yang menawarkan tiket VIP dalam kisaran harga Rp6 hingga Rp8 juta. Akun tersebut meyakinkan Difa dengan menawarkan sistem pelunasan langsung di lokasi acara, yakni Gelora Bung Karno (GBK).

“Pikiran saya, ‘Oh, berarti ini oke, dia enggak bakal menipu yang gimana-gimana’,” ujarnya.

Sebelum bertransaksi, Difa sempat memeriksa nomor kontak penjual melalui aplikasi GetContact guna memastikan identitasnya, dan tidak menemukan riwayat nama yang mencurigakan. Penjual juga mengirimkan foto KTP serta menjamin dokumen surat kuasa aman.

Merasa yakin, Difa mentransfer uang muka sebesar Rp2 juta melalui saldo GoPay. Namun pascatransfer, terduga penipu mulai sulit dihubungi dan hanya membalas dengan status centang satu di WhatsApp. Sekitar 20 menit kemudian, riwayat pesan di antara mereka dihapus oleh pelaku. Saat Difa mempertanyakan hal tersebut, pelaku menghilang.

Baca juga:  Koo Kyo-Hwan dan Go Youn-Jung Resmi Bintangi Drama JTBC Everyone Is Fighting Their Own Worthlessness

“Habis itu baru sadar, ‘Ah, saya kena scam’, jadi hari itu saya enggak bisa tidur, sedih sekali,” aku Difa kepada ABC Indonesia. Difa pun menyadari bahwa transaksi menggunakan GoPay menyulitkannya untuk menarik kembali uang tersebut.

Risiko Penipuan Meningkat Seiring Kelangkaan Tiket

Kasus yang menimpa Difa bukan kejadian tunggal. Kurator BTS ARMY Indonesia Amino (BAIA), Lidya Agustini, membenarkan bahwa aksi penipuan tiket konser BTS kali ini tergolong “cukup marak”.

“Hal ini terlihat dari banyaknya laporan di beberapa platform media sosial, komunitas ARMY, hingga grup jual beli tiket yang membahas dugaan penipuan, akun-akun terduga penipu, maupun transaksi yang tidak berjalan sesuai kesepakatan,” jelas Lidya.

Menurut Lidya, aktivitas di pasar sekunder atau calo meningkat pesat sesaat setelah penjualan tiket resmi ditutup sementara masih banyak penggemar yang belum mendapatkan tiket. Guna meminimalisasi korban, pihak fanbase BAIA telah mengunggah peringatan berkala di Instagram.

Lidya menambahkan, sulit menilai apakah kasus kali ini merupakan yang terparah dalam sejarah konser BTS di Indonesia karena keterbatasan data empiris.

“Namun, jika melihat besarnya basis ARMY dan tingginya antusiasme untuk konser kali ini, risiko penipuan memang terasa lebih tinggi dibanding banyak konser pada umumnya,” tutur Lidya. “Semakin besar permintaan dan semakin ‘langka’ tiket yang tersedia, biasanya semakin banyak pula pihak yang mencoba memanfaatkan situasi tersebut.”

Lebih lanjut, Lidya mengungkap modus penipuan kini semakin canggih dan meyakinkan, serta tidak lagi terpaku pada akun-akun anonim. “Beberapa justru berusaha membangun kesan sebagai penggemar biasa agar lebih mudah mendapatkan kepercayaan korban.”

Kelangkaan tiket ini menjadi celah utama pelaku kejahatan. “BTS memiliki basis penggemar global yang sangat besar, sehingga jumlah orang yang ingin membeli tiket sering kali jauh melebihi jumlah tiket yang tersedia. Di sisi lain, keinginan untuk tetap hadir di konser membuat sebagian orang mulai mencari alternatif melalui media sosial, grup komunitas, atau transaksi antar individu. Situasi inilah yang dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab,” pungkas Lidya. Fenomena serupa dilaporkan juga terjadi di negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina.

Baca juga:  Wow! TWICE Jadi Penampil Utama Di Acara Victoria's Secret Fashion Show

Modus Berbagi Lokasi Rumah, Korban Tertipu Dua Kali

Cerita pilu lain dialami oleh Amalia Novita, seorang ARMY sejak 2019 yang sangat mendambakan menonton langsung penampilan BTS setelah sebelumnya tertunda akibat pandemi COVID-19 dan agenda wajib militer para anggota.

“Setelah menunggu dari tahun 2019 untuk melihat live performance mereka, saya benar-benar bertekad untuk nonton konser mereka bagaimanapun caranya. Akhirnya saya join jastip tiket konser dan ikut war tiketnya sendiri,” kata Novita kepada Natasya Salim dari ABC Indonesia.

Meski berhasil mengamankan tiket untuk konser di Kuala Lumpur dan Singapura, Novita tetap terobsesi mendapatkan tiket kategori VIP. Ambisi tersebut justru membuatnya menjadi korban penipuan sebanyak dua kali oleh dua pelaku berbeda di media sosial Threads.

Pada insiden pertama, Novita kehilangan uang Rp250 ribu dari pelaku yang mengaku menjual tiket milik anak atasannya yang batal menonton. Pelaku tampil sangat meyakinkan, lolos verifikasi GetContact, bahkan berani membagikan live location (lokasi terkini) rumahnya.

“Dia dengan inisiatif, membagikan live location rumahnya. Dia bilang enggak akan menipu, makanya dia berani share live location,” cerita Novita.

Sebelum mentransfer uang muka sebesar Rp250 ribu, Novita juga sempat meminta bukti rekaman layar (screen record) pembelian tiket, yang langsung dipenuhi oleh pelaku. Keduanya lalu sepakat untuk melakukan sistem Cash on Delivery (COD). Namun di tengah jalan, pelaku mendadak meminta tambahan uang Rp400 ribu untuk akomodasi tol dan bensin.

“Tadinya saya tidak mau transfer lagi, tapi setelah itu dia mengancam kalau proses COD-nya di rumah dia saja. Karena waktu itu saya sedang ada tamu dan dia berani share live location, saya transfer tapi hanya Rp300 ribu,” tambahnya.

Baca juga:  Agak Laen 2 Memecahkan Rekor, Resmi Jadi Film Terlaris Sepanjang Masa Di Indonesia

Nahas, setelah ditunggu hingga satu jam, pelaku tidak kunjung datang. Berdasarkan pantauan peta, posisi pelaku justru terus bergerak menjauh. “Dia tidak berhenti, malah jalan terus. Setelah itu semua chat dan telepon saya tidak pernah dibalas,” kenang Novita.

Imbauan Komunitas: Jangan Terbawa Emosi

Menyikapi fenomena ini, Lidya Agustini meminta para penggemar untuk tetap tenang dan waspada, terutama ketika hasrat menonton mengalahkan logika sehat.

“Kondisi tersebut sering dimanfaatkan oleh oknum yang menawarkan tiket dengan berbagai alasan yang terdengar meyakinkan. ARMY perlu berhati-hati terhadap setiap penawaran yang ditawarkan, harga yang tidak masuk akal, penjual yang mendesak untuk segera transfer, atau pihak yang tidak bersedia melakukan verifikasi lebih lanjut mengenai kepemilikan tiket-nya,” tegas Lidya.

Lidya menekankan kembali bahwa satu-satunya jalur transaksi yang aman adalah melalui platform resmi yang ditunjuk oleh pihak promotor. Ia juga mengingatkan agar penggemar tidak terburu-buru mengingat jarak pelaksanaan konser yang masih panjang.

“Yang juga perlu diingat, jadwal konser masih cukup lama sehingga tidak perlu panik atau merasa harus langsung membeli tiket saat itu juga. Tetap tenang, lakukan verifikasi secara menyeluruh, dan jangan mengambil keputusan hanya karena takut kehilangan kesempatan,” pesannya.

Sebagai pembelajaran, Amalia Novita turut mengimbau sesama rekan ARMY agar tidak sekali-kali mengirimkan uang muka atau pembayaran penuh sebelum memegang fisik tiket atau bertemu langsung dengan penjual. Langkah preventif tambahan seperti memvalidasi keaslian nomor tiket ke pihak layanan pelanggan (customer service) situs resmi penjualan tiket serta membuat surat perjanjian tertulis sangat disarankan untuk menghindari kerugian di kemudian hari.

(DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement