Newestindonesia.co.id, Banyak orang tua masih menganggap nada tinggi sebagai cara tercepat agar anak patuh. Padahal, pendekatan tersebut justru sering menimbulkan ketakutan, jarak emosional, bahkan perlawanan dari anak. Para ahli perkembangan anak menilai bahwa komunikasi yang tenang dan penuh empati jauh lebih efektif dalam membentuk perilaku positif.
Nada suara yang lembut membantu anak merasa dihargai, didengar, dan lebih terbuka menerima arahan. Sebaliknya, teriakan sering membuat anak fokus pada rasa takut, bukan pada pesan yang disampaikan.
Dampak Nada Tinggi pada Psikologis Anak
Berbicara dengan emosi yang meledak-ledak bisa memberikan efek jangka panjang, seperti:
- Anak menjadi mudah cemas atau takut berbuat salah
- Hubungan orang tua dan anak menjadi renggang
- Anak meniru pola komunikasi kasar dalam kehidupan sehari-hari
- Menurunnya rasa percaya diri anak
Dalam banyak kasus, anak memang diam setelah dimarahi, namun bukan karena paham, melainkan karena tertekan.
Cara Menegur Anak Tanpa Harus Membentak
Pendekatan yang tenang bukan berarti membiarkan kesalahan. Justru ini soal menyampaikan pesan dengan cara yang lebih membangun:
1. Turunkan posisi tubuh sejajar anak
Kontak mata membuat anak merasa diperhatikan dan lebih fokus mendengarkan.
2. Gunakan kalimat singkat dan jelas
Hindari ceramah panjang yang membuat anak bingung atau bosan.
3. Jelaskan dampak dari perilakunya
Contohnya, “Kalau main air di dalam rumah, lantainya jadi licin dan bisa jatuh.”
4. Beri contoh langsung
Anak lebih cepat belajar dari tindakan daripada teriakan.
5. Kendalikan emosi orang tua dulu
Menarik napas dalam sebelum berbicara bisa mencegah kata-kata yang disesali.
Anak Lebih Patuh Saat Merasa Dipahami
Penelitian psikologi anak menunjukkan bahwa ketika anak merasa aman secara emosional, mereka lebih mudah menerima aturan. Suasana rumah yang tenang menciptakan ruang diskusi, bukan medan perang.
Orang tua yang konsisten berbicara dengan sabar cenderung memiliki anak yang:
- Lebih jujur mengakui kesalahan
- Tidak takut berdiskusi
- Memiliki kontrol emosi yang lebih baik
Mendidik anak bukan soal siapa yang paling keras, tetapi siapa yang paling sabar dan konsisten.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login