Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Gaya Hidup

Merasa Selalu Benar? Waspadai Egoisme Dan Cara Ampuh Mengatasinya

Foto: iStock/FG Trade

Newestindonesia.co.id, Sikap egois kerap menjadi sumber konflik dalam hubungan sosial, baik di lingkungan keluarga, pertemanan, hingga dunia kerja. Tanpa disadari, kebiasaan selalu mengutamakan diri sendiri dapat melukai orang lain dan merusak kepercayaan yang telah dibangun bertahun-tahun.

Psikolog menyebutkan bahwa egoisme bukanlah sifat bawaan semata, melainkan pola perilaku yang terbentuk dari pengalaman hidup, tekanan emosional, hingga cara seseorang memandang dirinya di tengah lingkungan sosial. Kabar baiknya, sikap egois masih bisa dikoreksi melalui kesadaran dan latihan yang konsisten.

Mengenali Tanda-Tanda Egoisme dalam Diri

Langkah pertama mengoreksi diri adalah berani jujur pada diri sendiri. Beberapa ciri sikap egois yang sering muncul antara lain:

  • Sulit menerima kritik
  • Selalu ingin menang dalam perdebatan
  • Kurang peduli pada perasaan orang lain
  • Mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan dampaknya
  • Merasa kebutuhan pribadi selalu paling penting

Mengenali pola ini bukan untuk menyalahkan diri sendiri, melainkan sebagai awal perubahan yang sehat.

Belajar Mendengarkan Secara Empatik

Salah satu obat paling efektif melawan egoisme adalah mendengarkan dengan sungguh-sungguh. Bukan sekadar menunggu giliran berbicara, tetapi memahami sudut pandang lawan bicara.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Cobalah bertanya:

  • “Bagaimana perasaanmu tentang hal ini?”
  • “Apa yang kamu harapkan dariku?”

Empati membantu kita keluar dari pusat perhatian diri sendiri dan melihat dunia dari kacamata orang lain.

Mengendalikan Dorongan untuk Selalu Benar

Ego sering muncul dalam bentuk keinginan untuk selalu menang. Padahal, hubungan yang sehat bukan soal siapa yang benar, melainkan bagaimana menemukan solusi bersama.

Belajar mengalah bukan berarti kalah, tetapi menunjukkan kedewasaan emosional.

Biasakan Mengucapkan Maaf dan Terima Kasih

Dua kalimat sederhana ini memiliki dampak besar. Meminta maaf mengajarkan kerendahan hati, sementara mengucapkan terima kasih melatih penghargaan terhadap peran orang lain dalam hidup kita.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Keduanya menjadi latihan praktis untuk menekan ego yang berlebihan.

Baca juga:  5 Zodiak yang Paling Hyper, Siapa Saja?

Evaluasi Diri Secara Berkala

Luangkan waktu untuk refleksi, misalnya sebelum tidur atau di akhir pekan:

  • Apakah hari ini saya menyakiti orang lain dengan sikap saya?
  • Apakah saya terlalu memaksakan kehendak?
  • Apa yang bisa saya perbaiki besok?

Kebiasaan ini membantu perubahan berlangsung bertahap namun konsisten.

Lingkungan yang Mendukung Perubahan

Bergaul dengan orang-orang yang terbuka, jujur, dan saling menghargai akan mempercepat proses perbaikan diri. Lingkungan positif berperan besar dalam membentuk sikap yang lebih rendah hati dan peduli.

Mengoreksi diri dari sikap egois bukan proses instan, tetapi perjalanan kesadaran yang berkelanjutan. Dengan mengenali kekurangan, melatih empati, serta terbuka pada perubahan, seseorang dapat membangun hubungan yang lebih harmonis dan kehidupan sosial yang lebih sehat.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Perubahan kecil yang dilakukan hari ini bisa membawa dampak besar bagi masa depan.

(DAW)

Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Gaya Hidup

Newestindonesia.co.id, Bulan suci Ramadan menjadi momentum istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain menunaikan puasa, salat tarawih,...

Gaya Hidup

Newestindonesia.co.id, Hari Valentine bukan sekadar perayaan cokelat dan bunga, tetapi juga momen spesial untuk mengungkapkan rasa cinta yang mungkin jarang terucap dalam keseharian. Bagi...

Gaya Hidup

Newestindonesia.co.id, Bentuk telinga kerap dianggap sekadar bagian tubuh biasa. Namun dalam berbagai budaya, terutama dalam psikologi populer dan ilmu fisiognomi tradisional Asia, telinga dipercaya...

Gaya Hidup

Newestindonesia.co.id, Hari Raya Imlek kerap kali dirayakan dengan suasana hujan di berbagai wilayah Indonesia. Fenomena ini membuat sebagian masyarakat beranggapan bahwa Imlek memang “langganan...

Gaya Hidup

Newestindonesia.co.id, Minum kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang Indonesia, baik untuk menemani pagi hari maupun begadang menyelesaikan pekerjaan. Namun, muncul anggapan...

Gaya Hidup

Newestindonesia.co.id, Kesehatan seksual pria tidak hanya dipengaruhi oleh gaya hidup dan faktor psikologis, tetapi juga asupan makanan sehari-hari. Beberapa jenis makanan diketahui mampu meningkatkan...

Gaya Hidup

Newestindonesia.co.id, Mimpi tentang orang yang kita sukai sering kali terasa begitu nyata dan emosional. Tak sedikit orang yang mengalaminya berulang kali hingga muncul pertanyaan...

Gaya Hidup

Newestindonesia.co.id, YouTuber kuliner populer Bobon Santoso mengejutkan jagat digital setelah mengumumkan niatnya untuk pensiun dari platform YouTube dan menawarkan akun kanalnya seharga Rp20 miliar....

Advertisement