Newestindonesia.co.id – Washington, Pernyataan mengejutkan datang dari miliarder pemilik SpaceX dan Tesla, Elon Musk, yang mengaku tidak merasa bahagia meskipun memiliki kekayaan luar biasa besar. Unggahan itu dibuat melalui akun media sosial platform X — yang juga ia miliki — pada Rabu malam (4/2/2026).
Dalam posting-an tersebut, Musk menulis:
“Siapa pun yang mengatakan ‘uang tidak bisa membeli kebahagiaan’ sungguh paham dengan apa yang mereka bicarakan.” 😔
Unggahan ini turut disertai emoji wajah sedih yang menjadi sorotan banyak pengguna X dan telah dilihat oleh puluhan juta orang.
Kekayaan Fantastis, Bahagia Tak Tentu Mengikuti
Berdasarkan laporan terbaru dari Fortune, kekayaan bersih Musk diperkirakan mencapai sekitar 850 miliar dolar AS — setara lebih dari Rp14.327 triliun dengan kurs saat ini.
Selain menjadi CEO dari Tesla, produsen mobil listrik yang populer di seluruh dunia, Musk juga menduduki posisi penting di perusahaan roket SpaceX serta memiliki perusahaan kecerdasan buatan xAI dan menguasai platform media sosial X.
Pada akhir tahun 2025, para pemegang saham Tesla bahkan menyetujui paket insentif berbasis kinerja yang nilainya diperkirakan mencapai 1 triliun dolar AS bagi Musk sebagai CEO selama satu dekade mendatang.
Reaksi Publik yang Beragam
Unggahan Musk memicu berbagai reaksi dari netizen di platform X. Ada yang menyampaikan simpati, namun tak sedikit pula yang menyindir pernyataannya.
Salah satu komentar yang menarik perhatian adalah:
“Apakah Anda khawatir tentang bagaimana Anda menyediakan tempat tinggal bagi anak-anak Anda? Tidak? Kalau begitu, berhentilah merengek dan bersyukurlah atas apa yang Anda miliki,” tulis salah satu pengguna.
Beberapa pengguna lain bahkan menyarankan agar Musk mencari ketenangan melalui aktivitas keagamaan atau kegiatan filantropi yang lebih intensif, sebagai alternatif pencarian kebahagiaan di luar materi.
Musk dan Debat Lebih Luas Tentang Kekayaan & Kebahagiaan
Pernyataan Musk juga kembali memantik perdebatan besar mengenai hubungan antara kekayaan dan kebahagiaan, yang telah lama menjadi topik diskusi di kalangan ekonomi, psikologi, dan sosial.
Menurut beberapa pakar, meskipun uang dapat memberikan kenyamanan dan mengurangi tekanan finansial, hal itu tidak selalu menjamin kebahagiaan emosional atau kepuasan hidup yang mendalam. Sementara itu, beberapa studi lain justru menunjukkan bahwa dalam beberapa kondisi, pendapatan yang lebih tinggi bisa berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan bagi sebagian orang.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login