Newestindonesia.co.id, Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa rencana impor produk pertanian dari Amerika Serikat (AS) senilai sekitar US$4,5 miliar atau setara Rp75 triliun tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Kesepakatan tersebut merupakan bagian dari kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat melalui kerangka Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang bertujuan memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menegaskan bahwa pembelian komoditas tersebut sepenuhnya dilakukan oleh sektor swasta. Pemerintah, kata dia, hanya berperan sebagai regulator sekaligus penjamin standar mutu dalam transaksi tersebut.
“Keputusan transaksi dan pembiayaan sepenuhnya berada pada sektor swasta,” kata Haryo dalam keterangan tertulis, Minggu (1/3/2026).
Menurutnya, komitmen impor ini bertujuan memperlancar kerja sama bisnis-ke-bisnis atau business to business (B2B) antara pelaku usaha Indonesia dan Amerika Serikat.
Pemerintah hanya fasilitator
Haryo menegaskan bahwa pemerintah tidak terlibat langsung dalam transaksi komersial antara perusahaan kedua negara. Peran pemerintah lebih kepada memastikan regulasi perdagangan berjalan dengan baik serta menjaga kualitas dan standar produk yang masuk ke Indonesia.
Dengan mekanisme tersebut, pembelian produk pertanian dari AS tidak akan membebani keuangan negara karena pembiayaannya dilakukan oleh pihak swasta.
Skema ini juga dinilai dapat membuka peluang perdagangan yang lebih luas bagi pelaku usaha kedua negara, sekaligus menjaga keseimbangan hubungan dagang Indonesia dengan Amerika Serikat.
Komoditas yang diimpor
Beberapa komoditas pertanian yang masuk dalam kerja sama perdagangan Indonesia–AS antara lain kedelai, gandum, produk turunan kedelai, hingga kapas. Produk-produk tersebut selama ini memang menjadi bagian dari kebutuhan industri maupun konsumsi di dalam negeri.
Pemerintah menilai sebagian komoditas tersebut masih bergantung pada pasokan impor karena keterbatasan produksi domestik atau kebutuhan industri tertentu.
Dipastikan tidak ganggu produksi dalam negeri
Di sisi lain, pemerintah memastikan impor produk pertanian dari Amerika Serikat tidak akan mengganggu produksi pertanian dalam negeri.
Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) Fithra Faisal Hastiadi menjelaskan bahwa komoditas yang dibeli dari AS tidak secara langsung bersinggungan dengan produksi petani lokal.
“Nah, secara umum, apa yang dibeli dari US, itu adalah sebenarnya produk-produk yang tidak bersinggungan langsung dengan produk-produk di dalam negeri,” ujar Fithra dalam sebuah diskusi di Jakarta.
Ia mencontohkan impor beras dari Amerika Serikat akan dilakukan dalam jumlah sangat terbatas sehingga tidak mempengaruhi pasar domestik.
“Misalnya beras, itu sangat limited. Karena mereka juga bukan produsen beras juga. Tidak banyak juga. Jadi tidak mengganggu secara umum kapasitas nasional,” paparnya.
Selain itu, pemerintah juga membuka kemungkinan melakukan evaluasi apabila kebijakan impor tersebut ternyata berdampak negatif pada sektor pertanian dalam negeri.
“Kalau dianggap ini mengganggu kepentingan ekonomi lokal, ya kan kita bisa bernegosiasi lagi. Selalu ada escape clause-nya. Asalkan ini tidak melanggar national interest,” kata Fithra.
Bagian dari strategi hubungan dagang
Kesepakatan impor produk pertanian dari AS ini juga dinilai menjadi bagian dari strategi memperkuat hubungan perdagangan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Melalui kerja sama tersebut, pelaku usaha Indonesia diharapkan mendapatkan kepastian pasokan bahan baku yang dibutuhkan industri domestik, sementara hubungan dagang kedua negara tetap terjaga.
Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini tetap mengutamakan kepentingan nasional serta menjaga keberlanjutan sektor pertanian di dalam negeri.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login