Newestindonesia.co.id, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah dan kembali masuk ke zona merah pada jeda siang perdagangan Jumat (23/1/2026), meskipun sebelumnya sempat menguat pada sesi pembukaan.
Tekanan jual yang masih dominan membuat indeks tidak mampu bertahan di wilayah positif. Sejumlah saham unggulan mencatatkan koreksi seiring investor yang memilih untuk me-realisasi keuntungan dan mengamankan posisi di tengah kondisi pasar yang masih berhati-hati.
Menurut Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, pergerakan indeks hari ini masih menunjukkan peluang pemulihan teknikal meski berada di tekanan jual.
“IHSG berpotensi ‘rebound’ hari ini dengan level support 8.950-8.980 dan level resistansi 9.050-9.100,” kata Fanny, Jumat (23/1/2026) seperti dikutip melalui RRI.
Fanny menyampaikan bahwa meskipun IHSG bergerak melemah hingga jeda siang, level teknikal tersebut menjadi titik kunci yang dipantau pelaku pasar untuk potensi pembalikan arah atau rebound pada sesi perdagangan berikutnya.
Tekanan pasar juga dipengaruhi sentimen eksternal, termasuk pergerakan bursa regional dan data ekonomi global yang belum memberikan sinyal kuat untuk penguatan lanjutan. Investor terlihat memilih posisi lebih konservatif sambil menunggu data ekonomi dan perkembangan suku bunga dari bank sentral utama dunia.
Volume perdagangan pada sesi pagi ini terpantau meningkat untuk aktivitas jual, menandakan dominasi profit taking pada sejumlah saham. Sektor-sektor yang biasanya menjadi motor penggerak IHSG juga mencatatkan koreksi, menambah tekanan terhadap indeks secara keseluruhan.
Meskipun demikian, beberapa saham masih mencoba menopang indeks dengan penguatan terbatas. Para analis memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang yang terbatas pada sesi kedua, dengan peluang rebound jika minat beli kembali muncul menjelang penutupan perdagangan.
Sehari sebelumnya, IHSG memang sempat mencatatkan pelemahan pada penutupan sesi II, mencerminkan tren korektif yang masih berlangsung di awal pekan ini.
Para pelaku pasar kini terus memantau dinamika di dalam dan luar negeri, termasuk ekspektasi terhadap keputusan kebijakan moneter serta data ekonomi makro yang bisa memberi dorongan positif atau negatif bagi pasar saham domestik.
(DAW)




You must be logged in to post a comment Login