Newestindonesia.co.id, PT United Family Food (UNIFAM), produsen berbagai produk makanan ringan, menyiapkan sejumlah strategi bisnis untuk mendorong pertumbuhan perusahaan pada 2026. Perusahaan akan berfokus pada inovasi produk, penguatan distribusi, hingga ekspansi pasar ekspor guna memperkuat posisinya di industri makanan ringan nasional.
Chief Executive Officer UNIFAM, Steven Wijaya, mengatakan perusahaan terus berupaya menghadirkan produk baru sekaligus mengembangkan lini produk yang sudah ada untuk menjawab dinamika pasar yang semakin kompetitif.
“Kami tentu akan terus berinovasi. Saat ini ada beberapa produk yang masih berada di pipeline. Tapi tentu saja produk-produk yang sudah ada juga akan terus kami kembangkan, baik untuk pasar dalam negeri maupun di luar negeri,” ujar Steven dalam acara Ramadan Media Session di Jakarta, Kamis (12/3/2026) dikutip melalui detikFinance.
Menurutnya, inovasi produk menjadi salah satu kunci penting agar perusahaan tetap relevan di tengah persaingan industri makanan ringan yang semakin ketat. Dengan menghadirkan varian produk baru dan pengembangan produk lama, perusahaan berharap dapat memperluas segmen konsumen sekaligus memperkuat posisi merek di pasar.
Selain inovasi, UNIFAM juga menempatkan penguatan jaringan distribusi sebagai salah satu pilar utama dalam strategi bisnisnya. Hal ini dinilai penting mengingat karakteristik pasar Indonesia yang luas dan tersebar di berbagai wilayah kepulauan.
“Kita juga akan melebarkan distribusi. Jadi distribusi kita perkuat dan juga kerja sama dengan market-marketnya kita perkuat,” kata Steven.
Ia menilai kekuatan distribusi merupakan faktor strategis bagi perusahaan yang ingin bersaing di pasar domestik.
“Saya rasa kita harus punya kekuatan distribusi. Indonesia sebagai negara kepulauan dengan mekanisme pasar yang dinamis, tidak gampang orang dari luar masuk begitu saja. Kita harus punya kekuatan distribusi yang menjadi salah satu pilar yang harus dibangun,” jelasnya.
Perkuat Brand Produk
Selain memperluas distribusi, UNIFAM juga terus memperkuat sejumlah merek utama yang telah dikenal di pasar. Beberapa brand yang menjadi fokus pengembangan antara lain Milkita, Jagoan Neon, Kata Oma, Pino, dan Super Zuper.
Perusahaan juga memperkenalkan merek baru bernama Hi Fruit sebagai bagian dari upaya memperluas portofolio produk sekaligus menjangkau segmen konsumen yang lebih luas.
Steven menegaskan bahwa kekuatan merek menjadi faktor penting dalam memenangkan persaingan di industri makanan ringan.
“Kami ingin membangun brand yang kuat. Jadi bukan masalah siapa yang lebih murah, sekadar produk alternatif, tetapi memiliki brand equity yang kuat,” ujarnya.
Dengan memperkuat nilai merek, perusahaan berharap produknya tidak hanya bersaing dari sisi harga, tetapi juga dari kualitas dan loyalitas konsumen.
Dorong Penjualan Lewat Kanal Digital
Dalam beberapa tahun terakhir, UNIFAM juga memperluas saluran distribusi melalui berbagai kanal baru. Selain jalur distribusi tradisional, perusahaan mulai memperkuat penjualan melalui sektor hotel, restoran, dan kafe (HoReCa) serta platform e-commerce.
Menurut Steven, kanal digital menunjukkan pertumbuhan yang positif dan menjadi salah satu peluang besar bagi perusahaan untuk meningkatkan penjualan.
“Kami cukup bangga karena saat ini di e-commerce, untuk kategori confectionery, UNIFAM menjadi perusahaan nomor satu,” katanya.
Ekspor ke 20 Negara
Di tingkat global, produk UNIFAM saat ini telah dipasarkan ke sekitar 20 negara. Beberapa pasar utama yang menjadi fokus pengembangan antara lain negara-negara di kawasan Asia Tenggara seperti Vietnam dan Filipina.
Selain itu, perusahaan juga memperkuat penetrasi pasar internasional dengan memiliki tim operasional di Dubai dan Amerika Serikat.
“Kami juga memiliki tim di Dubai dan Amerika Serikat untuk mengembangkan pasar di sana,” jelas Steven.
IPO Masih Jadi Opsi
Terkait rencana perusahaan untuk melantai di bursa saham, Steven mengatakan opsi initial public offering (IPO) tetap terbuka sebagai salah satu langkah untuk memperkuat pertumbuhan perusahaan di masa depan.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa keputusan tersebut masih akan dipertimbangkan secara matang. Saat ini perusahaan lebih fokus mempersiapkan berbagai aspek tata kelola perusahaan agar sesuai dengan standar perusahaan terbuka.
“IPO tentu saja bisa menjadi salah satu kendaraan untuk perusahaan berkembang. Tetapi menuju IPO memang tidak sulit,” ujarnya.
“Yang jelas kami akan mengarah pada IPO compliance, sehingga jika suatu saat diperlukan, perusahaan sudah siap,” pungkas Steven.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login