Newestindonesia.co.id, Di tengah tren mengejar pekerjaan bergaji tinggi di kota besar, kisah inspiratif seorang pria justru membalikkan pola tersebut. Nguyen Tien Dat, pria asal Can Tho, Vietnam, yang pernah menempuh tiga gelar sarjana dari jurusan berbeda, memilih kembali ke kampung halamannya untuk membudidayakan jamur — dan menuai sukses yang tak terduga.
Pendidikan Tinggi, Pilihan Hidup di Kampung Halaman
Dat adalah lulusan universitas dengan tiga gelar sarjana di bidang teknik otomasi, teknologi pertanian tinggi, dan manajemen bisnis. Ia bahkan sempat bekerja di perusahaan pestisida sebelum akhirnya beralih menjadi wirausahawan di sektor pertanian.
Meski memiliki potensi besar untuk karier di perkotaan, Dat justru memilih jalur berbeda. Ia kembali ke kampung halaman untuk membangun usaha budidaya jamur rayap hitam, komoditas yang dinilai belum banyak digarap dan memiliki nilai ekonomi tinggi.
“Saya melihat prospek tinggi dari jamur rayap hitam karena ramah lingkungan dan nilai ekonominya besar,” ujar Dat dalam wawancara yang dikutip dari media Vietnam.
Awal Tantangan hingga Tembus Target Produksi
Usaha Dat dimulai pada awal 2024 dengan sekitar 500 substrat jamur. Namun pada panen pertama, hasilnya mengecewakan — hanya sekitar 100 gram per substrat, jauh di bawah standar produksi.
Daripada menyerah, Dat mengevaluasi kembali metode budidayanya. Ia mengubah media tanam, memperbaiki sistem pengaturan lingkungan, dan melakukan perawatan harian secara intensif. Inovasi kunci yang diaplikasikan adalah penggunaan teknologi Internet of Things (IoT).
Sensor IoT dipasang untuk memantau suhu, kelembapan, cahaya, dan kadar karbondioksida secara real-time. Semua data tersebut dapat dikendalikan melalui ponsel, sehingga kondisi ruang budidaya selalu berada pada titik optimal untuk pertumbuhan jamur.
Hasil Signifikan: Lebih Cepat dan Produktif
Berbekal perbaikan teknis tersebut, Dat berhasil memangkas waktu panen dari 6 bulan menjadi sekitar 4 bulan. Kini, ia rutin memanen 8–10 kilogram jamur segar per hari, meningkat drastis dari awal usahanya.
Keberhasilan ini tak hanya menambah pemasukan Dat, tetapi juga berdampak positif pada masyarakat di kampung halamannya. Ia dikenal telah memajukan ekonomi desa melalui produksi jamur yang stabil dan inovatif.
Selain itu, usaha Dat kini sedang diarahkan untuk mendapatkan sertifikasi OCOP (One Commune One Product) sebagai produk lokal unggulan di Vietnam — sebuah program yang memberi pengakuan bagi produk khas desa yang berkualitas tinggi.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti Sekarang



You must be logged in to post a comment Login