Sementara salah satu warga, Rohmat, mengaku bersama anaknya mulai merasakan keluhan penyakit kulit sejak banjir yang sudah memasuki dua minggu belum surut.
“Sakit gatal-gatal, masuk ke air pasti kena gatal-gatal. Karena banjir sudah dua minggu,” kata Rohmat saat ditemui di Balai Desa Doropayung.
Ia pun menyampaikan harapannya agar banjir segera surut dan tidak lagi mengganggu aktivitas warga sehari-hari.
Dampak Banjir Masih Luas
Berdasarkan data terbaru dari tim responder lokal, hingga Kamis (22/1) ini masih ada sekitar 60 desa di tujuh kecamatan di Kabupaten Pati yang masih tergenang banjir. Angka ini menyusut dari kondisi sebelumnya yang sempat mencapai 136 desa di 12 kecamatan terdampak.
Banjir yang melanda Pati sejak awal Januari dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi dan meluapnya beberapa sungai di wilayah hilir. Musibah ini menyebabkan ribuan rumah tergenang, jalan terputus, serta aktivitas ekonomi warga terganggu.
Selain gangguan kesehatan yang mulai dirasakan warga, banjir juga memicu kekhawatiran akan potensi penyakit lain yang sering muncul pasca-banjir, seperti leptospirosis dan infeksi saluran pencernaan akibat kondisi lingkungan yang tidak higienis.
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login