Newestindonesia.co.id, Insiden pengeroyokan yang melibatkan aparat terjadi di Kabupaten Toraja Utara (Torut), Sulawesi Selatan. Lima oknum TNI dan satu anggota kepolisian diduga terlibat dalam aksi kekerasan terhadap pengunjung sebuah kafe.
Peristiwa tersebut terjadi di Cafe Valeri, Jalan Pongtiku, Rantepao, pada Rabu (1/4/2026). Dugaan sementara, aksi pengeroyokan dipicu persoalan sepele, yakni pelaku tidak diberikan minuman oleh korban.
Komandan Kodim (Dandim) 1414 Tana Toraja, Letkol Inf Armal, membenarkan adanya keterlibatan anggota TNI dalam kejadian tersebut.
“Benar, kita sudah terima laporan. Ada 5 anggota kita yang terlibat,” ujar Armal kepada detikSulsel, Kamis (2/4).
Ia menyebutkan, pihaknya telah mengambil langkah awal dengan mengamankan para oknum yang diduga terlibat. Kasus ini juga akan diproses lebih lanjut melalui Polisi Militer (POM) TNI.
“Anggota yang terlibat sudah kita amankan dan akan kita naikkan kasusnya ke POM TNI. Untuk identitas, belum bisa kita sampaikan,” ujarnya.
Sementara itu, dari pihak kepolisian, Kasi Propam Polres Toraja Utara, Iptu Damianus, juga membenarkan adanya keterlibatan satu anggota polisi dalam kasus tersebut. Ia mengatakan laporan dari korban telah diterima dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan.
“Untuk sementara kita sudah terima laporan dan sementara kita lidik. Menurut keterangan pelapor, pemukulan karena persoalan minuman,” ujar Damianus.
Pihak kepolisian memastikan akan mengusut tuntas kasus ini. Jika terbukti bersalah, para pelaku akan diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Saat ini kami sedang mendalami dengan mengumpulkan bukti-bukti terkait keterlibatan oknum anggota. Jika terbukti, pihak Reskrim yang akan memproses secara pidana. Kanit Provos juga sedang memeriksa saksi-saksi,” tambahnya.
Dalam kejadian tersebut, terdapat empat orang korban yang terdiri dari dua pria dan dua wanita. Para korban dilaporkan mengalami luka di bagian kepala serta sejumlah bagian tubuh lainnya akibat pengeroyokan.
Insiden ini menjadi sorotan publik setelah video pengeroyokan beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat sejumlah pria saling melakukan pemukulan, termasuk terhadap korban yang sudah terjatuh di lantai.
Hingga kini, pihak TNI dan Polri masih mendalami peran masing-masing oknum dalam peristiwa tersebut, termasuk mengumpulkan bukti dan keterangan saksi untuk memastikan proses hukum berjalan transparan.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login